-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     

     



     

    Iklan

    Mahasiswa Arsitektur UNISAN SIDRAP Laksanakan Educational Trip Arsitektur Lokal di Gowa dan Makassar

    Satry Polang
    Jumat, 30 Januari 2026, Januari 30, 2026 WIB Last Updated 2026-01-30T10:50:35Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250

    Mahasiswa Arsitektur UNISAN Laksanakan Educational Trip Arsitektur Lokal di Gowa dan Makassar



    NARASIRAKYAT — Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Ichsan Sidenreng Rappang (UNISAN) kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran kontekstual melalui kegiatan Educational Trip Arsitektur Lokal yang dilaksanakan pada 25–28 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa angkatan 2025 sebagai bagian integral dari mata kuliah Arsitektur Lokal Bugis dan Sejarah Arsitektur Nusantara.

    Mengusung tema “Mengenal Arsitektur Lokal sebagai Dasar Perancangan”, educational trip ini menyasar dua situs bersejarah penting di Sulawesi Selatan, yakni Balla Lompoa di Kabupaten Gowa dan Benteng Somba Opu di Kota Makassar. Kedua lokasi tersebut dipilih karena merepresentasikan kekayaan nilai historis, filosofi ruang, serta kearifan lokal yang menjadi fondasi perkembangan arsitektur Nusantara.

    Melalui observasi langsung di lapangan, mahasiswa tidak hanya mempelajari bentuk fisik bangunan, tetapi juga menggali makna filosofis, sistem struktur, pola ruang, hingga keterkaitannya dengan budaya dan lingkungan sekitar. Pendekatan ini menghadirkan pengalaman belajar nyata (experience-based learning) yang memperkuat pemahaman akademik sekaligus kepekaan sosial dan budaya mahasiswa arsitektur.

    Dekan Fakultas Teknik UNISAN menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan strategi pembelajaran yang dirancang untuk melahirkan calon arsitek yang tidak tercerabut dari akar budayanya.

    “Mahasiswa tidak cukup memahami arsitektur hanya dari buku. Mereka perlu melihat, merasakan, dan memahami langsung objek arsitektur yang memiliki nilai sejarah dan budaya tinggi agar mampu menerjemahkannya ke dalam desain masa depan,” ujarnya.

    Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa tampak antusias mengikuti setiap rangkaian agenda, mulai dari observasi bangunan, dokumentasi visual, diskusi lapangan, hingga refleksi akademik. Interaksi langsung dengan objek arsitektur lokal ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran pentingnya pelestarian warisan budaya sekaligus menjadi inspirasi dalam proses perancangan yang berkelanjutan dan beridentitas Nusantara.

    Dengan terlaksananya educational trip ini, Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik UNISAN semakin menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang mengedepankan pembelajaran inovatif, aplikatif, dan relevan dengan tantangan arsitektur masa kini, tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal sebagai pijakan utama.

    Lima Fakta Menarik Educational Trip Arsitektur UNISAN

    1. Berbasis Experiential Learning
      Mahasiswa belajar langsung dari objek arsitektur bersejarah, bukan sekadar teori di ruang kelas.

    2. Lokasi Ikonik Sulawesi Selatan
      Balla Lompoa dan Benteng Somba Opu dipilih karena kaya akan nilai sejarah, budaya, dan filosofi arsitektur Bugis–Makassar.

    3. Terintegrasi dengan Kurikulum
      Kegiatan ini merupakan bagian resmi dari mata kuliah Arsitektur Lokal Bugis dan Sejarah Arsitektur Nusantara.

    4. Mendorong Pelestarian Budaya
      Educational trip menanamkan kesadaran pentingnya menjaga dan mengadaptasi arsitektur lokal dalam desain modern.

    5. Membentuk Karakter Arsitek Nusantara
      Mahasiswa diarahkan menjadi arsitek yang berwawasan global namun berakar kuat pada identitas budaya lokal.


    Educational Trip Arsitektur Lokal ini bukan sekadar perjalanan akademik, melainkan proses pembentukan karakter dan cara pandang mahasiswa terhadap arsitektur sebagai karya budaya. Dari Gowa hingga Makassar, mahasiswa Arsitektur UNISAN belajar bahwa masa depan arsitektur Indonesia akan kokoh apabila dibangun di atas fondasi kearifan lokal dan kesadaran sejarah. Di sanalah arsitektur tidak hanya berdiri sebagai bangunan, tetapi sebagai identitas dan jati diri bangsa.

    Komentar

    Tampilkan