![]() |
Ritual Adat Towani Tolotang Dihadiri Forkopimda, Sidrap Jadi Teladan Harmoni |
NARASIRAKYAT — Wakil Bupati Sidenreng Rappang, Nurkanaah, menghadiri ritual adat Mapparinyameng yang digelar masyarakat penganut Hindu Towani Tolotang di Amparita, Kelurahan Baula, Kecamatan Tellu Limpoe, pada Ahad (18 Januari 2026). Kehadiran unsur pemerintah daerah dan lintas sektor ini menjadi simbol kuat dukungan terhadap pelestarian budaya serta penguatan harmoni sosial di Kabupaten Sidenreng Rappang.
Mapparinyameng merupakan ritual adat tahunan yang sarat nilai budaya dan spiritual, diwariskan secara turun-temurun oleh komunitas Towani Tolotang. Tradisi ini tidak hanya menjadi ekspresi keyakinan, tetapi juga penanda identitas budaya yang memperkuat ikatan sosial di tengah masyarakat multikultural Sidrap.
Acara tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Sidrap Takyuddin Masse, Dandim 1420/Sidrap Letkol Inf Andi Zulhakim Asdar, Kajari Sidrap Adhy Kusumo Wibowo, Wakapolres Sidrap Kompol Sumardi, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidrap H. Fitriadi. Kehadiran para pimpinan daerah dan unsur Forkopimda memperlihatkan otoritas (authoritativeness) negara dalam menjamin kebebasan berbudaya dan berkeyakinan.
Selain itu, tampak hadir Kabag Kesra Setda Sidrap H. Syamsuddin, Camat Tellu Limpoe H. Ridwan Bachtiar, Ketua TP PKK Kecamatan Tellu Limpoe Hj. Marwah, Kapolsek Tellu Limpoe Iptu Suharman Tahir, Danramil 1420-02 Kapten Cpl Junarman, para lurah se-Kecamatan Tellu Limpoe, serta tokoh adat Towani Tolotang.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Nurkanaah menegaskan bahwa keberagaman budaya dan keyakinan yang hidup berdampingan di Sidrap merupakan kekuatan sosial yang harus dijaga dan dirawat bersama.
“Kerukunan dan toleransi yang selama ini terpelihara dengan baik menjadi modal sosial penting dalam mewujudkan Sidrap yang aman, harmonis, dan sejahtera,” ujar Nurkanaah.
Lima Fakta Menarik
Mapparinyameng merupakan ritual adat tahunan masyarakat Hindu Towani Tolotang di Amparita.
Dihadiri lengkap unsur Forkopimda Sidrap, menandakan dukungan resmi pemerintah dan aparat negara.
Menjadi simbol nyata toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Sidrap.
Dilaksanakan secara turun-temurun, menjaga kesinambungan identitas budaya lokal.
Berlangsung aman dan khidmat, mencerminkan harmoni sosial yang kuat di Tellu Limpoe.
Kehadiran Wakil Bupati Sidrap bersama unsur lintas sektor dalam ritual Mapparinyameng menegaskan bahwa pelestarian budaya dan toleransi bukan sekadar slogan, melainkan praktik nyata dalam kehidupan bermasyarakat. Di tengah keberagaman, Sidrap menunjukkan bahwa harmoni dapat tumbuh subur ketika pemerintah dan masyarakat berjalan seiring, saling menghargai, dan menjaga warisan budaya sebagai perekat persatuan.







