-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     

     



     

    Iklan

    BDM Kembali Berbagi di Makassar, Istiqomah Mengapresiasi Guru Mengaji Kampung

    Satry Polang
    Selasa, 24 Maret 2026, Maret 24, 2026 WIB Last Updated 2026-03-24T17:15:47Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250

    BDM Kembali Berbagi di Makassar, Istiqomah Mengapresiasi Guru Mengaji Kampung



    NARASIRAKYAT  — Komunitas BDM kembali menunjukkan komitmennya dalam menebar kebaikan dengan mengunjungi dan memberikan hadiah kepada guru mengaji kampung di Makassar.


    Kegiatan ini merupakan kunjungan ke-9 yang telah dilakukan BDM, setelah sebelumnya menyasar berbagai wilayah termasuk di Kabupaten Sidrap hingga luar daerah seperti Palu dan Manado.


    Konsep Lebih Bermakna: Dzikir dan Silaturahmi

    Berbeda dari sebelumnya, kegiatan kali ini dikemas lebih khidmat dan penuh makna. Rangkaian acara diawali dengan shalawatan, pembacaan Surah Yasin, serta dzikir bersama yang dipandu oleh pembina BDM, Wahyudi Muhammad.


    Kegiatan tersebut berlangsung di Majelis Dzikir Arafah Babussalam Makassar, yang menjadi tempat berkah bagi para guru mengaji kampung yang hadir.


    Dalam sambutannya, Ust. Wahyudi menegaskan bahwa BDM telah istiqomah selama tiga tahun dalam memberikan apresiasi kepada para guru mengaji di berbagai pelosok.


    “Saya sendiri pernah mengantar langsung hingga ke Palu dan Manado. Ini adalah bentuk komitmen kami dalam menghargai para guru mengaji kampung,” ujarnya.


    Kepedulian untuk “Hamba Allah Istimewa”

    Salah satu relawan BDM, Joeco Purwanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini dilandasi oleh keinginan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah sekaligus memberikan perhatian kepada profesi guru mengaji yang kerap terabaikan.


    “Kami tahu betapa kurangnya perhatian terhadap guru mengaji kampung. Di situlah kami hadir untuk para hamba Allah yang istimewa ini,” ungkapnya.


    Haru dan Syukur dari Para Guru Mengaji

    Kehadiran BDM disambut haru oleh para guru mengaji kampung yang menerima bantuan. Mereka mengaku tidak menyangka ada komunitas yang peduli, bahkan datang dari luar daerah.


    Salah satu penerima, Hasna (61), warga Jalan Paropo 2, yang telah mengajar mengaji selama 10 tahun, menyampaikan rasa syukur dan doa untuk para relawan.


    Begitu pula dengan Hj. Mantasia (62), yang telah mendedikasikan sekitar 20 tahun hidupnya untuk mengajar Al-Qur’an.


    “Terima kasih banyak nak, semoga Allah membalas semua kebaikan kalian,” ucapnya penuh haru.


    Komitmen Berkelanjutan dan Jangkauan Lebih Luas

    PJ BDM, Munaing, mengapresiasi dukungan Majelis Dzikir Arafah Babussalam yang telah menjadi wadah keberkahan dalam kegiatan ini.


    Ia menegaskan bahwa BDM tidak hanya bergerak di wilayah tertentu, tetapi siap menjangkau guru mengaji kampung di mana pun selama ada informasi dan dukungan dari relawan.


    “InsyaAllah jika ada informasi, kami akan terus bergerak. Maelau barakka’na (mengharap keberkahannya),” ujarnya.


    Lima Fakta Menarik Aksi BDM di Makassar

    1. Kunjungan ke-9
    BDM telah sembilan kali melakukan aksi serupa di berbagai daerah.

    2. Istiqomah 3 Tahun
    Kegiatan ini konsisten dilakukan sebagai program berkelanjutan.

    3. Dikemas dengan Dzikir dan Doa
    Diawali dengan shalawatan, Yasin, dan dzikir bersama.

    4. Menjangkau Berbagai Daerah
    Termasuk hingga luar Sulawesi seperti Palu dan Manado.

    5. Fokus pada Guru Mengaji Kampung
    Menyasar profesi yang sering luput dari perhatian.


    Wujud Nyata Kepedulian Sosial Berbasis Iman

    Kegiatan ini mencerminkan praktik nyata kepedulian sosial berbasis nilai keimanan, di mana aksi kecil dilakukan secara konsisten dan penuh keikhlasan.


    BDM hadir tidak hanya sebagai komunitas, tetapi sebagai jembatan kebaikan antara masyarakat yang memiliki rezeki dengan mereka yang membutuhkan perhatian.


    Di tengah dunia yang terus bergerak cepat, masih ada tangan-tangan tulus yang memilih untuk berhenti sejenak—menghargai, menyapa, dan membahagiakan mereka yang selama ini mengabdikan diri dalam diam.


    Apa yang dilakukan BDM menjadi pengingat bahwa keberkahan tidak selalu datang dari hal besar, tetapi dari amal sederhana yang dilakukan dengan istiqomah.


    Semoga setiap rezeki yang dititipkan melalui kebaikan ini menjadi jalan keberkahan bagi semua yang terlibat.

    Komentar

    Tampilkan