-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     

     



     

    Iklan

    Diguyur Gerimis, Ratusan Jamaah Tetap Padati Salat Idul Fitri 1447 H di Andi Cammi Rappang

    Satry Polang
    Kamis, 19 Maret 2026, Maret 19, 2026 WIB Last Updated 2026-03-20T03:39:58Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250

    Diguyur Gerimis, Ratusan Jamaah Tetap Padati Salat Idul Ftri 1447 H di Andi Cammi Rappang



    NARASIRAKYAT  — Suasana haru dan khidmat menyelimuti pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah di Lapangan Andi Cammi Rappang, saat ratusan umat Muslim tetap memadati lokasi meski hujan gerimis mengguyur Kota Rappang dan sekitarnya, Jumat (30/03/2026).


    Sejak pagi, jamaah dari berbagai kalangan—mulai dari anak-anak hingga orang tua—berdatangan dengan penuh semangat untuk menunaikan ibadah Salat Idulfitri, menandai berakhirnya bulan suci Ramadan.


    Semangat Ibadah Tak Surut oleh Cuaca

    Meski kondisi cuaca kurang bersahabat, semangat jamaah tidak surut. Mereka tetap khusyuk mengikuti rangkaian ibadah, menjadikan momen Idulfitri sebagai simbol kemenangan spiritual setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh.


    Kehadiran masyarakat dalam jumlah besar mencerminkan kuatnya nilai religius dan kebersamaan umat Islam di Kabupaten Sidenreng Rappang.



    Dihadiri Wakil Bupati Sidrap

    Pelaksanaan Salat Idulfitri ini turut dihadiri oleh Nurkanaah, yang dalam kesempatan tersebut membacakan pidato seragam Pemerintah Daerah Sidrap.


    Dalam pesannya, disampaikan bahwa ibadah puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi merupakan jalan untuk membentuk pribadi yang bertakwa.


    “Puasa adalah sarana pembinaan diri menuju ketakwaan yang sejati,” demikian salah satu poin penting dalam pidato tersebut.


    Selain itu juga dihadiri unsur pemerintahan setempat, camat Panca Rijang, Faradillah bakri, Rektor UMS Rappang, Prof. H. Jamaluddin Ahmad serta para pengurus Muhammadiyah serta ortonom baik tingkat kecamatan dan Kabupaten. 



    Hikmah Idulfitri: Ilmu, Persatuan, dan Ketakwaan

    Hikmah Idulfitri disampaikan oleh Ustadz Andi Jamal Patombongi, yang mengangkat sejumlah pesan penting bagi umat Islam.


    Ia menjelaskan bahwa dalam penentuan awal bulan Hijriah, terdapat dua metode yang diakui dalam syariat Islam, yaitu hisab (perhitungan astronomi) dan rukyatul hilal (pengamatan bulan).


    Menurutnya, perkembangan ilmu hisab saat ini telah mencapai tingkat akurasi yang tinggi dan dapat membantu proses rukyat dalam menentukan awal bulan.


    Namun demikian, ia menegaskan bahwa perbedaan metode tidak boleh menjadi sumber perpecahan.

    “Perbedaan adalah rahmat, yang terpenting adalah kita tetap menjaga persatuan umat,” ujarnya.


    Pesan Moral: Halal dan Thayyib

    Selain itu, jamaah juga diingatkan untuk menjaga kualitas konsumsi makanan dengan memastikan kehalalan dan kebaikannya (halal dan thayyib).


    Hal ini dinilai penting karena makanan yang dikonsumsi memiliki pengaruh terhadap diterimanya ibadah seseorang.


    “Ketika makanan kita halal dan baik, maka itu menjadi jalan diterimanya amal ibadah kita,” tambahnya.


    Lima Fakta Menarik Salat Id di Rappang

    1. Digelar di Tengah Gerimis
    Hujan ringan tidak menghalangi antusiasme jamaah.

    2. Dihadiri Pejabat Daerah
    Wakil Bupati Sidrap hadir langsung membacakan pidato resmi.

    3. Angkat Isu Global Penentuan Kalender Hijriah
    Menyoroti metode hisab dan rukyat yang diakui dalam Islam.

    4. Tekankan Persatuan Umat
    Perbedaan metode tidak menjadi alasan perpecahan.

    5. Soroti Pola Hidup Halal
    Makanan halal dan baik menjadi kunci diterimanya ibadah.


    Simbol Persatuan di Tengah Perbedaan

    Pelaksanaan Salat Idulfitri ini juga menjadi refleksi penting bahwa perbedaan dalam penentuan hari raya, baik melalui metode hisab maupun rukyat, merupakan bagian dari dinamika umat Islam.


    Namun, di atas semua itu, nilai persatuan dan kebersamaan tetap harus dijaga sebagai fondasi utama dalam kehidupan beragama.


    Di bawah rintik hujan yang membasahi Lapangan Andi Cammi, ratusan jamaah berdiri dalam satu saf, menghadap kiblat yang sama, dengan hati yang bersih dan penuh harapan.


    Momen ini menjadi pengingat bahwa kebersamaan adalah kekuatan terbesar umat. Perbedaan metode, cuaca, dan latar belakang tidak mampu menghalangi langkah menuju kebaikan.


    Idulfitri bukan hanya tentang kemenangan pribadi, tetapi tentang persatuan hati dalam meraih ridha Ilahi.


    Komentar

    Tampilkan