NARASIRAKYAT — Komitmen untuk memperkuat pendidikan demokrasi dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu kembali ditegaskan melalui perpanjangan Nota Kerja Sama antara Universitas Ichsan Sidenreng Rappang (UNISAN Sidrap) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sidenreng Rappang.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Bawaslu Sidrap tersebut tidak hanya menjadi agenda formal kelembagaan, tetapi juga dirangkaikan dengan buka puasa bersama, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat di bulan suci Ramadan.
Perpanjangan kerja sama ini menegaskan komitmen kedua institusi dalam memperluas kolaborasi strategis, khususnya dalam penguatan literasi demokrasi, pendidikan politik bagi generasi muda, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengawasan pemilu yang partisipatif dan berintegritas.
Sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif dalam pengembangan sumber daya manusia di Kabupaten Sidenreng Rappang, UNISAN Sidrap terus mendorong keterlibatan mahasiswa dalam berbagai isu strategis nasional, termasuk penguatan demokrasi.
Melalui kerja sama dengan Bawaslu Sidrap, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis mengenai sistem demokrasi dan pemilu, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk terlibat langsung dalam kegiatan edukasi publik, sosialisasi pengawasan partisipatif, serta penguatan kapasitas masyarakat dalam memahami hak dan kewajiban sebagai pemilih.
Sinergi ini juga diharapkan mampu membangun ekosistem demokrasi yang sehat di tingkat daerah dengan melibatkan kalangan akademisi, organisasi kemahasiswaan, serta kelompok masyarakat sipil.
Kegiatan tersebut juga menjadi ruang silaturahmi lintas organisasi. Sejumlah organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan turut hadir dalam agenda tersebut, di antaranya:
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)
Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Sidrap
Kehadiran berbagai organisasi tersebut menunjukkan bahwa penguatan demokrasi bukan hanya tanggung jawab lembaga negara semata, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif dari berbagai elemen masyarakat.
Partisipasi komunitas disabilitas juga menjadi simbol penting bahwa demokrasi harus bersifat inklusif, memberikan ruang partisipasi yang sama bagi seluruh warga negara tanpa terkecuali.
Dalam kerangka kerja sama ini, berbagai program kolaboratif direncanakan untuk terus dikembangkan. Beberapa di antaranya meliputi:
Edukasi demokrasi bagi mahasiswa dan masyarakat
Sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif
Pelatihan dan penguatan kapasitas organisasi mahasiswa
Diskusi akademik terkait sistem pemilu dan demokrasi
Program literasi politik bagi kelompok masyarakat
Melalui program-program tersebut, diharapkan mahasiswa dapat menjadi agen perubahan (agent of change) yang mampu menyebarkan nilai-nilai demokrasi yang sehat di tengah masyarakat.
Lima Fakta Menarik dari Kolaborasi UNISAN dan Bawaslu Sidrap
1. Kerja Sama Diperpanjang untuk Penguatan Demokrasi
Perpanjangan MoU menegaskan komitmen jangka panjang antara UNISAN Sidrap dan Bawaslu dalam memperkuat pendidikan demokrasi.
2. Digelar di Kantor Bawaslu Sidrap
Penandatanganan kerja sama dilaksanakan langsung di kantor Bawaslu sebagai simbol sinergi kelembagaan.
3. Dirangkaikan dengan Buka Puasa Bersama
Momentum Ramadan dimanfaatkan untuk mempererat hubungan antara lembaga dan organisasi masyarakat.
4. Dihadiri Organisasi Mahasiswa dan Komunitas Disabilitas
HMI, PMII, dan PPDI Sidrap turut hadir sebagai representasi partisipasi masyarakat sipil dalam demokrasi.
5. Fokus pada Edukasi dan Pengawasan Pemilu Partisipatif
Program kerja sama menitikberatkan pada literasi politik, pendidikan demokrasi, dan pengawasan pemilu berbasis masyarakat.
Perpanjangan kerja sama antara UNISAN Sidrap dan Bawaslu Sidrap menunjukkan bahwa demokrasi yang kuat tidak hanya dibangun melalui regulasi dan institusi negara, tetapi juga melalui kolaborasi antara dunia akademik, lembaga pengawas, serta masyarakat sipil.
Dengan melibatkan mahasiswa sebagai generasi intelektual muda, kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan pengawas demokrasi yang kritis, berintegritas, dan berkomitmen terhadap nilai-nilai keadilan serta transparansi.
Momentum Ramadan yang penuh berkah menjadi pengingat bahwa membangun demokrasi yang sehat juga merupakan bagian dari ikhtiar kolektif untuk menghadirkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih adil, jujur, dan bermartabat.



















