![]() |
Tanpa APBD, Kelurahan Kalegowa Sukses Gelar Lomba Amaliah Ramadan |
NARASIRAKYAT — Semangat gotong royong kembali menunjukkan kekuatannya. Kelurahan Kalegowa sukses menggelar Lomba Amaliah Ramadan di Masjid Jami Al-Mujahirin tanpa menggunakan anggaran dari APBD.
Seluruh pembiayaan kegiatan ini justru berasal dari dana pribadi lurah, jajaran RT/RW, serta dukungan aparat keamanan setempat. Langkah ini menjadi bukti bahwa keterbatasan anggaran bukan penghalang untuk menghadirkan kegiatan positif bagi masyarakat.
Inisiatif Lurah dan Perangkat Kelurahan
Kegiatan ini dimotori langsung oleh Nur Fais, yang menginisiasi konsep “patungan ikhlas” bersama seluruh Ketua RT dan RW.
Alih-alih menunggu dana formal, mereka sepakat untuk bergotong royong secara mandiri demi menyukseskan kegiatan yang berorientasi pada pembinaan karakter generasi muda.
“Kami ingin anak-anak memiliki pengalaman Ramadan yang positif dan kompetitif. Ini bentuk pengabdian kami di luar tugas administratif,” ujar Nur Fais.
Dukungan TNI-Polri dan Stakeholder Lokal
Kegiatan ini semakin solid dengan keterlibatan unsur keamanan, yakni Bhabinkamtibmas (Binmas) dan Babinsa, yang tidak hanya menjaga ketertiban, tetapi juga turut berkontribusi secara materiil.
Sinergi antara pemerintah kelurahan, aparat keamanan, dan masyarakat ini menjadi cerminan kuatnya kolaborasi dalam membangun lingkungan yang religius dan harmonis.
Kehadiran berbagai elemen tersebut menunjukkan bahwa pembinaan masyarakat tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, tetapi hasil kerja bersama.
Sambutan Haru dari Masyarakat
Warga Kalegowa menyambut kegiatan ini dengan penuh antusias dan rasa bangga. Banyak yang menilai langkah lurah dan perangkatnya sebagai contoh nyata kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan dan ketulusan.
Sejumlah tokoh masyarakat menyebutkan bahwa inisiatif ini merupakan langkah inspiratif yang layak menjadi contoh bagi daerah lain dalam hal kemandirian dan keikhlasan.
Kegiatan ini tidak hanya melahirkan peserta terbaik dalam lomba keagamaan, tetapi juga mempererat hubungan emosional antara pemerintah dan masyarakat.
Lima Fakta Menarik Lomba Amaliah Ramadan Kalegowa
1. Tanpa Dana APBD
Seluruh kegiatan dibiayai dari dana pribadi lurah, RT/RW, dan aparat.
2. Konsep “Patungan Ikhlas”
Menjadi model gotong royong yang unik dan inspiratif.
3. Digelar di Masjid Jami
Menambah nuansa religius dalam pelaksanaan kegiatan.
4. Dukungan TNI-Polri
Binmas dan Babinsa turut berkontribusi secara langsung.
5. Fokus Pembinaan Generasi Muda
Menghadirkan pengalaman Ramadan yang positif dan edukatif.
Praktik Kepemimpinan Berbasis Keteladanan
Kegiatan ini mencerminkan praktik kepemimpinan berbasis keteladanan, di mana pemimpin tidak hanya memberikan instruksi, tetapi juga terlibat langsung dalam aksi nyata.
Langkah yang diambil oleh Lurah Kalegowa menunjukkan bahwa keberhasilan program tidak selalu bergantung pada besar kecilnya anggaran, tetapi pada komitmen, kreativitas, dan kepedulian.
Model ini juga sejalan dengan prinsip pembangunan berbasis masyarakat yang menekankan partisipasi aktif seluruh elemen.
Dari Kalegowa, sebuah pesan sederhana namun kuat menggema: kebaikan tidak selalu menunggu anggaran, tetapi dimulai dari keikhlasan.
Di tengah berbagai keterbatasan, semangat gotong royong mampu melahirkan kegiatan yang tidak hanya bermanfaat, tetapi juga membangun ikatan sosial yang lebih erat.
Apa yang dilakukan oleh Lurah Kalegowa dan jajarannya menjadi bukti bahwa ketika niat baik dipadukan dengan aksi nyata, maka dampaknya akan terasa luas dan mendalam.
Pengabdian terbaik adalah ketika kita memberi tanpa menunggu, dan melayani tanpa batas.


















