-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     

     



     

    Iklan

    Dosen Arsitektur UIN Alauddin Makassar dan Universitas Ichsan Sidenreng Rappang Teliti Kearifan Lokal Kaluppini untuk Arsitektur Berkelanjutan

    Satry Polang
    Jumat, 03 April 2026, April 03, 2026 WIB Last Updated 2026-04-03T21:05:02Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250

    Dosen Arsitektur UIN Alauddin Makassar dan Universitas Ichsan Sidenreng Rappang Teliti Kearifan Lokal Kaluppini untuk Arsitektur Berkelanjutan



    NARASIRAKYAT, 1–6 April 2026 — Komitmen perguruan tinggi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan berbasis kearifan lokal kembali ditunjukkan melalui kolaborasi riset dan pengabdian masyarakat antara dosen Arsitektur UIN Alauddin Makassar dan Universitas Ichsan Sidenreng Rappang di Desa Kaluppini.


    Kegiatan yang berlangsung selama enam hari ini tidak hanya menjadi ajang penelitian akademik, tetapi juga wujud nyata sinergi antar kampus dalam menggali nilai-nilai budaya lokal sebagai fondasi pengembangan arsitektur berkelanjutan di Indonesia.


    Menggali Arsitektur Lokal dan Nilai Kerukunan

    Penelitian ini mengangkat tema besar tentang manifestasi nilai-nilai kerukunan dalam sistem ruang dan relasi sosial masyarakat adat Kaluppini. Fokus utama kajian adalah bagaimana struktur ruang tradisional mencerminkan hubungan sosial, budaya, dan filosofi hidup masyarakat setempat.


    Tim dosen melakukan observasi langsung terhadap:

    • Pola permukiman tradisional

    • Struktur dan fungsi rumah adat

    • Interaksi sosial dalam tata ruang komunitas


    Pendekatan ini memberikan pemahaman mendalam bahwa arsitektur tidak hanya berbicara tentang bentuk fisik, tetapi juga nilai, identitas, dan harmoni sosial.


    Pengabdian Masyarakat yang Partisipatif

    Selain penelitian, kegiatan ini juga mencakup program pengabdian masyarakat yang dilakukan melalui interaksi langsung dengan warga Desa Kaluppini. Para dosen terlibat dalam:


    • Diskusi bersama tokoh adat

    • Dokumentasi rumah adat

    • Edukasi pentingnya pelestarian arsitektur lokal


    Partisipasi dosen dari Universitas Ichsan Sidenreng Rappang dinilai memberikan perspektif tambahan dalam memperkaya analisis, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas institusi.


    Didukung Pendanaan Nasional dan Internasional

    Kegiatan ini mendapat dukungan dari program The Air Funds MORA serta Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) tahun 2025.


    Dukungan tersebut menunjukkan bahwa riset berbasis kearifan lokal semakin mendapat perhatian sebagai bagian penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang relevan dengan konteks Indonesia.


    Dampak Akademik dan Sosial yang Nyata

    Kolaborasi ini tidak hanya berdampak pada penguatan kajian akademik, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, antara lain:


    • Meningkatkan kesadaran pelestarian budaya lokal

    • Mendokumentasikan warisan arsitektur tradisional

    • Menjadi referensi pengembangan arsitektur kontekstual


    Lebih jauh, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam perencanaan pembangunan yang tetap menghormati nilai-nilai lokal.


    Lima Fakta Menarik dari Kegiatan Ini

    1. Kolaborasi melibatkan dua perguruan tinggi berbeda untuk memperkuat perspektif riset.

    2. Desa Kaluppini dipilih sebagai lokasi karena kekayaan budaya dan arsitektur adatnya.

    3. Fokus penelitian pada hubungan antara ruang fisik dan relasi sosial masyarakat.

    4. Kegiatan menggabungkan riset ilmiah dan pengabdian masyarakat secara langsung.

    5. Didukung pendanaan prestisius dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).


    Di tengah arus modernisasi yang kian cepat, Desa Kaluppini menjadi pengingat bahwa masa depan arsitektur tidak harus meninggalkan akar budaya. Justru dari nilai-nilai lokal yang sederhana, lahir konsep besar tentang keberlanjutan, harmoni, dan identitas.


    Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa ketika ilmu pengetahuan bertemu dengan kearifan lokal, maka yang tercipta bukan hanya penelitian—melainkan warisan pemikiran untuk generasi masa depan.

    Komentar

    Tampilkan