-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     

     



     

    Iklan

    Refleksi Rektor UNISAN Sidrap, Dr. Darnawati di Rakerwil L2DIKTI IX: Transformasi PTS Bukan Lagi Pilihan, Tapi Keniscayaan

    Satry Polang
    Kamis, 09 April 2026, April 09, 2026 WIB Last Updated 2026-04-09T10:04:50Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250

    Refleksi Rektor UNISAN Sidrap, Dr. Darnawati di Rakerwil L2DIKTI IX: Transformasi PTS Bukan Lagi Pilihan, Tapi Keniscayaan



    NARASIRAKYAT.ID, BANDUNG — 8 April 2026, Pelaksanaan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) L2DIKTI Wilayah IX yang berlangsung pada 8–10 April 2026 di Bandung menjadi momentum penting bagi perguruan tinggi swasta (PTS) untuk melakukan refleksi mendalam terhadap arah dan masa depan pendidikan tinggi di Indonesia.


    Dalam forum yang dihadiri ratusan pimpinan PTS tersebut, Rektor Universitas Ichsan Sidenreng Rappang, Darnawati, menegaskan bahwa transformasi bukan lagi sekadar pilihan strategis, melainkan kebutuhan mendesak di tengah kompetisi global yang semakin ketat.


    Dari Zona Nyaman Menuju Kampus Berdampak

    Menurut Darnawati, dunia pendidikan tinggi telah bergerak jauh melampaui pola lama yang bersifat administratif dan normatif. Perguruan tinggi kini dituntut untuk lebih adaptif, inovatif, dan berorientasi pada dampak nyata.


    Salah satu isu krusial yang mengemuka dalam Rakerwil adalah pentingnya riset berdampak. Selama ini, banyak PTS masih terjebak pada orientasi kuantitas publikasi, tanpa memperhatikan relevansi dan kontribusi terhadap masyarakat.


    Padahal, di tingkat global, indikator keberhasilan perguruan tinggi telah bergeser:

    • Dari jumlah publikasi → ke dampak riset

    • Dari teori akademik → ke solusi nyata

    • Dari ruang kelas → ke ekosistem industri dan masyarakat


    “Perguruan tinggi tidak boleh lagi menjadi menara gading. Kampus harus hadir sebagai pusat solusi yang hidup dan responsif,” tegasnya.


    Rektor UNISAN Sidrap juga menyoroti pentingnya memperkuat hubungan antara kampus dan dunia industri. Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya dibekali teori, tetapi juga harus terhubung dengan realitas kerja sejak dini.


    Model pembelajaran konvensional yang membatasi mahasiswa di ruang kelas dinilai tidak lagi relevan. Sebaliknya, pendekatan berbasis pengalaman (experiential learning) menjadi kunci dalam mencetak lulusan yang siap bersaing.


    Tanpa sinergi ini, lulusan PTS berisiko:

    • Kuat secara akademik, namun lemah secara praktis

    • Kompeten di atas kertas, tetapi tidak siap di lapangan


    Klasterisasi dan Identitas Kampus 

    Kebijakan klasterisasi perguruan tinggi yang dibahas dalam forum juga menjadi perhatian penting. Menurut Darnawati, klasterisasi seharusnya dipahami sebagai strategi penguatan, bukan pembatasan.


    Setiap PTS perlu memiliki:

    • Positioning yang jelas

    • Keunggulan spesifik

    • Keterkaitan dengan kebutuhan daerah


    PTS yang gagal menentukan identitasnya akan kesulitan bersaing, bahkan di tingkat lokal.


    Menuju 10 PTS Unggul: Tantangan dan Peluang 

    Target L2DIKTI Wilayah IX untuk melahirkan 10 PTS unggul pada 2026–2027 dinilai sebagai langkah progresif. Namun, keberhasilan target ini sangat bergantung pada komitmen nyata masing-masing institusi.


    Transformasi yang dibutuhkan meliputi:

    • Reformasi tata kelola

    • Pembaruan kurikulum

    • Penguatan riset dan inovasi

    • Pembangunan budaya akademik adaptif


    “Transformasi tidak bisa setengah-setengah. Harus menyeluruh dan berkelanjutan,” tegasnya.


    5 Fakta Menarik Hasil Refleksi Rakerwil L2DIKTI IX

    1.  Transformasi PTS dinilai sebagai keniscayaan, bukan pilihan

    2. Fokus bergeser dari kuantitas publikasi ke dampak riset

    3. Link and match dengan industri menjadi kebutuhan utama

    4. PTS harus memiliki identitas dan keunggulan spesifik

    5. Target lahirnya 10 PTS unggul pada 2026–2027


    Rakerwil ini bukan sekadar forum tahunan, tetapi cermin bagi masa depan pendidikan tinggi Indonesia. Pertanyaan besarnya sederhana namun mendasar: apakah PTS siap berubah, atau justru tertinggal? 


    Potensi besar PTS Indonesia tidak diragukan. Namun, potensi tanpa keberanian adalah stagnasi. Dibutuhkan visi besar, langkah nyata, dan keberanian keluar dari zona nyaman.


    Jika transformasi dijalankan dengan sungguh-sungguh, bukan tidak mungkin dalam satu dekade ke depan, perguruan tinggi swasta Indonesia akan berdiri sejajar dengan institusi kelas dunia.

    Komentar

    Tampilkan