![]() |
Dr. Wahidin Ar Rafany Pimpinan Ponpes SEHATI dan Ketua MUI Baranti Sidrap Silaturrahim dengan Rais ‘Aam PBNU KH Miftahul Akhyar |
NARASIRAKYAT.ID — Semangat mempererat ukhuwah Islamiyah dan memperkuat jaringan keulamaan kembali ditunjukkan Pimpinan Pondok Pesantren SEHATI yang juga Ketua MUI Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), melalui kunjungan silaturrahim ke kediaman Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Miftahul Akhyar di Kota Surabaya, Jawa Timur.
Kunjungan tersebut berlangsung di sela-sela agenda Silaturahmi Alim Ulama dan ziarah makam waliullah yang diikuti rombongan dari Sidrap di Surabaya.
Momentum itu menjadi bagian penting dalam membangun hubungan spiritual, kelembagaan, dan penguatan dakwah antara ulama daerah dengan tokoh ulama nasional yang memiliki pengaruh besar dalam perkembangan Islam di Indonesia.
Silaturrahim berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Selain menjadi ajang mempererat hubungan personal antarulama, pertemuan itu juga menjadi ruang bertukar pandangan mengenai tantangan dakwah, pendidikan pesantren, serta penguatan syiar Islam di tengah dinamika masyarakat modern.
Menjalin Ukhuwah dan Menguatkan Syiar Islam
Ketua MUI Kecamatan Baranti menyampaikan bahwa kunjungan tersebut memiliki makna penting bagi pengembangan dakwah dan pendidikan pesantren di Sidrap.
Menurutnya, silaturrahim dengan ulama khash seperti KH. Miftahul Akhyar bukan hanya bentuk penghormatan kepada guru dan tokoh umat, tetapi juga menjadi sarana memperoleh nasihat, keberkahan, dan arahan dalam membangun umat.
“Kunjungan ini bertujuan mempererat hubungan kelembagaan sekaligus mendapatkan arahan langsung terkait penguatan syiar Islam di Sidrap,” ujarnya.
Ia juga berharap hubungan baik antara ulama daerah dan pimpinan PBNU dapat terus terjalin sehingga memberi dampak positif bagi perkembangan pendidikan Islam, khususnya di lingkungan pesantren.
Sosok Ulama Nasional yang Berpengaruh
KH. Miftahul Akhyar dikenal sebagai salah satu ulama kharismatik Indonesia yang memiliki pengaruh besar dalam dunia keislaman dan pendidikan pesantren.
Beliau menjabat sebagai Rais ‘Aam PBNU sejak tahun 2018 hingga saat ini. Selain itu, KH. Miftahul Akhyar juga pernah dipercaya sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2020–2023.
Tidak hanya aktif di organisasi keagamaan tingkat nasional, beliau juga dikenal sebagai Pimpinan Pondok Pesantren Miftachus Sunnah Surabaya yang telah melahirkan banyak santri dan dai di berbagai daerah.
Bagi kalangan pesantren, sosok KH. Miftahul Akhyar dianggap sebagai figur pemersatu umat yang konsisten memperjuangkan dakwah moderat, pendidikan Islam, dan penguatan akhlak kebangsaan.
Silaturrahim Ulama yang Sarat Nilai Spiritual
Rangkaian perjalanan ke Surabaya juga diisi dengan ziarah makam waliullah sebagai bentuk penghormatan terhadap para ulama terdahulu yang telah berjasa dalam penyebaran Islam di Nusantara.
Tradisi ziarah dan silaturrahim ulama seperti ini masih menjadi bagian penting dalam kultur pesantren dan masyarakat Nahdliyin. Selain memperkuat spiritualitas, kegiatan tersebut juga menjadi media pembelajaran adab, sanad keilmuan, dan keteladanan dakwah.
Pimpinan Ponpes SEHATI berharap perjalanan tersebut membawa keberkahan bagi masyarakat Sidrap, khususnya dalam pengembangan pendidikan Islam berbasis pesantren.
“Semoga silaturrahim ini membawa keberkahan dan menjadi motivasi untuk terus mengembangkan pendidikan pesantren serta syiar Islam yang damai di Sidrap,” ungkapnya.
Lima Fakta Menarik Silaturrahim Ketua MUI Baranti dengan KH Miftahul Akhyar
1. Dilaksanakan di Kediaman Rais ‘Aam PBNU
Pertemuan berlangsung langsung di kediaman KH. Miftahul Akhyar di Surabaya dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.
2. Bagian dari Agenda Silaturahmi Ulama dan Ziarah
Kunjungan dilakukan di sela agenda Silaturahmi Alim Ulama dan ziarah makam waliullah di Jawa Timur.
3. Membahas Penguatan Dakwah di Sidrap
Ketua MUI Baranti menyampaikan harapan untuk mendapatkan arahan terkait penguatan syiar Islam dan pendidikan pesantren.
4. KH Miftahul Akhyar adalah Tokoh Nasional
Selain Rais ‘Aam PBNU, beliau juga pernah menjabat Ketua Umum MUI dan dikenal sebagai pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah Surabaya.
5. Menjadi Simbol Penguatan Ukhuwah Ulama
Silaturrahim ini dinilai penting dalam menjaga hubungan antara ulama daerah dan ulama nasional demi kemajuan umat.
Menjaga Tradisi Ilmu dan Adab Antarulama
Di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, tradisi silaturrahim antarulama tetap menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlangsungan dakwah dan pendidikan Islam.
Pertemuan antara Pimpinan Ponpes SEHATI sekaligus Ketua MUI Baranti dengan KH. Miftahul Akhyar bukan sekadar kunjungan biasa, tetapi juga simbol kuatnya hubungan sanad keilmuan, ukhuwah, dan semangat bersama dalam membangun umat.
Dari Surabaya, semangat itu diharapkan kembali tumbuh dan mengalir ke Sidrap, membawa energi baru bagi pengembangan pesantren, penguatan dakwah, serta lahirnya generasi Islam yang berilmu, berakhlak, dan cinta persatuan.








