![]() |
Dr. Darnawati Rektor UNISAN SIDRAP Ambil Bagian di PKM Nasional ADPERTISI 2026 Siap Bangun Desa di Maros |
MAROS, NarasiRakyat.id – Komitmen perguruan tinggi dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi kembali diwujudkan melalui Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Nasional ADPERTISI 2026. Sebanyak 275 dosen pengabdi dari 105 perguruan tinggi di Indonesia, termasuk Universitas Ichsan Sidenreng Rappang (UNISAN SIDRAP), resmi diterjunkan untuk melaksanakan berbagai program pemberdayaan masyarakat di 18 desa yang tersebar pada sembilan kecamatan di Kabupaten Maros.
Kegiatan nasional tersebut diawali dengan prosesi penerimaan dan pelepasan peserta yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Maros, Selasa (30/6/2026). Wakil Bupati Maros, A. Muetazim Mansyur, S.T., M.Si., hadir mewakili Bupati Maros Dr. H.A.S. Chaidir Syam, S.I.P., M.H. untuk menerima sekaligus melepas para peserta PKM Nasional ADPERTISI.
Dalam sambutannya, Muetazim Mansyur menyampaikan apresiasi atas kepercayaan ADPERTISI yang kembali memilih Kabupaten Maros sebagai lokasi pelaksanaan program pengabdian nasional tersebut.
Menurutnya, kehadiran ratusan dosen dan guru besar bukan hanya membawa aktivitas akademik, tetapi juga menghadirkan pengetahuan, inovasi, serta solusi yang dibutuhkan masyarakat desa.
"Kehadiran ratusan dosen di 18 desa di Maros membawa rezeki pengetahuan, keterampilan, dan inovasi. Maros tentu menerima manfaat dari kegiatan ini," ujarnya.
Ia menilai PKM Nasional ADPERTISI merupakan salah satu bentuk sinergi nyata antara perguruan tinggi dengan pemerintah daerah dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan di tingkat desa.
Karena itu, pemerintah berharap masyarakat dapat terlibat aktif dalam setiap program yang dilaksanakan sehingga transfer ilmu, teknologi, serta inovasi dapat berlangsung secara optimal.
"PKM Nasional ADPERTISI ini sangat bagus karena mampu menjawab berbagai persoalan yang ada di desa. Kami berharap masyarakat dapat berinteraksi langsung dengan para dosen dan profesor selama kegiatan berlangsung," tambahnya.
Muetazim juga mengungkapkan bahwa kegiatan ini menjadi pelaksanaan PKM Nasional ADPERTISI yang ketiga di Kabupaten Maros.
Pengalaman tersebut dinilai menjadi modal penting agar setiap program yang dijalankan tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi mampu melahirkan rekomendasi serta tindak lanjut yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Selain itu, berbagai rekomendasi yang dihasilkan para akademisi diharapkan dapat menjadi referensi strategis bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pembangunan desa yang lebih efektif dan berkelanjutan.
UNISAN SIDRAP Perkuat Komitmen Pengabdian
Salah satu pimpinan perguruan tinggi yang hadir dalam kegiatan tersebut adalah Rektor Universitas Ichsan Sidenreng Rappang (UNISAN SIDRAP), Dr. Darnawati, S.Pd., M.Si.
Menurut Dr. Darnawati, keikutsertaan UNISAN SIDRAP dalam PKM Nasional ADPERTISI merupakan bentuk komitmen kampus dalam menghadirkan ilmu pengetahuan secara langsung kepada masyarakat.
Ia menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus terus diperkuat melalui kolaborasi bersama pemerintah daerah, masyarakat, serta perguruan tinggi lainnya.
"Universitas Ichsan Sidenreng Rappang senantiasa mendukung kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Melalui kegiatan nasional ini kami berharap dapat berbagi ilmu, pengalaman, dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus mempererat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan," ungkapnya.
ADPERTISI Hadirkan Solusi Nyata bagi Desa
Sementara itu, Koordinator Ketua Presidium ADPERTISI, Dr. Buyung Romadhoni, S.E., M.Si., menjelaskan bahwa PKM Nasional merupakan salah satu program unggulan organisasi yang secara konsisten dilaksanakan setiap tahun.
Ia menegaskan bahwa dosen memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan solusi akademik yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
"Pengabdian kepada masyarakat adalah wujud nyata kontribusi dosen bagi bangsa. Melalui kegiatan ini kami ingin menghadirkan inovasi, solusi, dan pendampingan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat. Kami berharap seluruh peserta mampu mengoptimalkan kompetensinya sehingga manfaat kegiatan dapat dirasakan secara berkelanjutan," jelasnya.
Selama pelaksanaan PKM Nasional ADPERTISI 2026, para dosen akan melaksanakan berbagai program strategis, di antaranya:
Pendampingan UMKM desa.
Peningkatan kualitas pendidikan.
Edukasi kesehatan masyarakat.
Penguatan ketahanan pangan.
Pemanfaatan teknologi tepat guna.
Pengembangan ekonomi kreatif.
Penguatan tata kelola pemerintahan desa.
Pemberdayaan kelembagaan masyarakat.
Pengembangan inovasi berbasis potensi lokal.
Program-program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas masyarakat sekaligus mendorong pembangunan desa yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Hadirkan Ratusan Akademisi dari Seluruh Indonesia
PKM Nasional ADPERTISI 2026 melibatkan dosen dari 105 perguruan tinggi, dengan 39 perguruan tinggi berasal dari luar Sulawesi Selatan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Koordinator Ketua Presidium ADPERTISI Dr. Buyung Romadhoni, S.E., M.Si., Sekretaris Jenderal Ibrahim Pratama, S.E., M.Si., Ak., CA., Steering Committee Dr. H. Yusriadi Yusriadi Hala, S.E., M.Si., M.Ak., Ketua Panitia Basri Gassing, S.Sos.I., M.M., para pendiri organisasi, serta sejumlah pimpinan perguruan tinggi dari berbagai daerah.
Lima Fakta Menarik PKM Nasional ADPERTISI 2026
Melibatkan 275 dosen dari berbagai disiplin ilmu di Indonesia.
Diikuti 105 perguruan tinggi, termasuk 39 kampus dari luar Sulawesi Selatan.
Dilaksanakan di 18 desa pada sembilan kecamatan di Kabupaten Maros.
UNISAN SIDRAP menjadi salah satu kampus yang aktif berpartisipasi melalui kehadiran langsung Rektor Dr. Darnawati.
Fokus program tidak hanya edukasi, tetapi juga pemberdayaan ekonomi, kesehatan, teknologi, ketahanan pangan, dan tata kelola desa.
Kolaborasi Kampus dan Pemerintah untuk Desa yang Lebih Maju
PKM Nasional ADPERTISI 2026 kembali menunjukkan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai mitra pembangunan daerah. Melalui kolaborasi antara akademisi, pemerintah daerah, dan masyarakat, berbagai inovasi diharapkan tidak hanya berhenti sebagai gagasan, tetapi benar-benar menjadi solusi yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa.
Bagi Universitas Ichsan Sidenreng Rappang, keikutsertaan dalam kegiatan nasional ini menjadi bukti nyata komitmen institusi untuk terus menghadirkan pendidikan yang berdampak, memperkuat pengabdian kepada masyarakat, serta membangun jejaring kolaborasi demi terwujudnya pembangunan desa yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis potensi lokal.














.jpeg)

