![]() |
Dr. Darnawati Rektor UNISAN SIDRAP Dampingi Koperasi Desa di Maros Lewat PKM Nasional ADPERTISI |
MAROS, NarasiRakyat.id – Komitmen perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat kembali diwujudkan melalui Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Nasional 2026 yang diselenggarakan oleh Aliansi Dosen Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ADPERTISI). Salah satu titik pelaksanaan kegiatan berlangsung di Desa Tukamasea, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, dengan fokus pada penguatan tata kelola kelembagaan ekonomi desa.
Di lokasi tersebut, Kelompok VII PKM Nasional ADPERTISI mengangkat tema "Penguatan Dasar Bidang Manajemen, Akuntansi, dan Perpajakan Koperasi Desa, Kelompok Tani, dan Nelayan di Kabupaten Maros." Program ini menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan kapasitas kelembagaan ekonomi berbasis desa.
Kelompok VII dikoordinasikan oleh Prof. Dr. H. Akhmad, S.E., M.S. dari Universitas Muhammadiyah Makassar dengan dosen pendamping Dr. Haeruddin DM, S.E., M.M. dari Politeknik LP3I Makassar. Tim ini terdiri atas akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, termasuk Rektor Universitas Ichsan Sidenreng Rappang (UNISAN SIDRAP), Dr. Darnawati, S.Pd., M.Si., yang turut menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh antusiasme. Pemerintah Desa Tukamasea bersama pengurus koperasi desa, kelompok tani, kelompok nelayan, tokoh masyarakat, hingga warga setempat menyambut baik kehadiran para akademisi yang membawa berbagai materi penguatan kapasitas organisasi dan pengelolaan usaha masyarakat.
Penguatan Fondasi Ekonomi Desa
Dalam pelaksanaannya, Tim Kelompok VII memberikan pelatihan, diskusi, konsultasi, dan pendampingan mengenai dasar-dasar manajemen organisasi, penyusunan laporan keuangan koperasi, pencatatan akuntansi sederhana, pengenalan regulasi perpajakan, hingga strategi pengembangan kelembagaan ekonomi desa.
Program tersebut dirancang untuk membantu koperasi desa, kelompok tani, dan kelompok nelayan memiliki sistem administrasi yang lebih tertata, transparan, serta mampu memenuhi aspek tata kelola organisasi yang profesional.
Koordinator Kelompok VII, Prof. Dr. H. Akhmad, S.E., M.S., menjelaskan bahwa tata kelola organisasi merupakan fondasi utama dalam membangun kelembagaan ekonomi desa yang kuat.
"Melalui kegiatan ini kami ingin meningkatkan kapasitas pengurus koperasi desa, kelompok tani, dan kelompok nelayan agar mampu mengelola organisasi secara profesional, menyusun laporan keuangan yang akuntabel, serta memahami aspek perpajakan sebagai bagian dari tata kelola organisasi yang baik. Harapannya, kelembagaan ekonomi desa semakin kuat dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Menurutnya, penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi investasi jangka panjang dalam menciptakan koperasi yang sehat, kelompok tani yang produktif, serta kelompok nelayan yang mampu berkembang secara mandiri.
Pendampingan Berkelanjutan Menjadi Kunci
Sementara itu, dosen pendamping Dr. Haeruddin DM, S.E., M.M., menekankan bahwa keberhasilan pengabdian tidak hanya diukur dari terselenggaranya pelatihan, tetapi juga dari sejauh mana ilmu tersebut mampu diterapkan dalam aktivitas masyarakat sehari-hari.
"Pengabdian ini tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi juga mendorong peserta untuk mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam pengelolaan koperasi dan kelompok usaha mereka sehingga dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan ekonomi desa," jelasnya.
Ia berharap kegiatan serupa terus dilakukan secara berkesinambungan agar proses pemberdayaan masyarakat berlangsung lebih optimal.
Komitmen UNISAN SIDRAP Hadir di Tengah Masyarakat
Sebagai salah satu pemateri, Dr. Darnawati, S.Pd., M.Si., menegaskan bahwa keikutsertaan UNISAN SIDRAP dalam PKM Nasional ADPERTISI merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi untuk memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat.
Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya bertugas menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga berkewajiban menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat melalui ilmu pengetahuan dan inovasi.
"Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan pengabdian yang memberikan solusi atas berbagai permasalahan. Kami berharap penguatan di bidang manajemen, akuntansi, dan perpajakan ini dapat meningkatkan kapasitas koperasi desa, kelompok tani, dan kelompok nelayan sehingga mampu berkembang lebih profesional, mandiri, dan berdaya saing," tutur Dr. Darnawati.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat merupakan salah satu strategi efektif dalam mempercepat pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal.
Bagian dari Gerakan Nasional ADPERTISI
Pelaksanaan PKM Nasional 2026 merupakan program resmi Majelis Pengurus Pusat (MPP) ADPERTISI berdasarkan Surat Nomor 288/B/SEK/PKM-ADPERTISI/06/2026 yang diterbitkan pada 18 Juni 2026.
Melalui program tersebut, sebanyak 275 dosen dari 105 perguruan tinggi diterjunkan ke 18 desa di Kabupaten Maros pada 30 Juni 2026 untuk melaksanakan berbagai program pemberdayaan masyarakat sesuai bidang keilmuan masing-masing.
Kelompok VII sendiri ditempatkan di Desa Tukamasea, Kecamatan Bantimurung, dengan fokus pada penguatan manajemen organisasi, akuntansi, dan perpajakan bagi kelembagaan ekonomi desa.
Tim Kelompok VII beranggotakan akademisi dari berbagai perguruan tinggi, di antaranya Universitas Muhammadiyah Makassar, Universitas Tama Jagakarsa Jakarta, Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta, Universitas Dayanu Ikhsanuddin Baubau, Universitas Pelita Harapan Jakarta, Universitas Pepabri Makassar, Universitas Muslim Maros, serta Universitas Ichsan Sidenreng Rappang.
Wujud Sinergi Akademisi dan Masyarakat
Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, kegiatan PKM Nasional ADPERTISI diharapkan mampu memperkuat kapasitas kelembagaan ekonomi desa sehingga koperasi, kelompok tani, dan kelompok nelayan memiliki tata kelola yang lebih profesional, transparan, dan akuntabel.
Sinergi antara dunia akademik dan masyarakat diyakini menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun desa yang tangguh, produktif, serta mampu bersaing menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.
Lima Fakta Menarik PKM Nasional ADPERTISI di Desa Tukamasea
1. Melibatkan akademisi lintas Indonesia
Kelompok VII terdiri dari dosen berbagai perguruan tinggi dari Sulawesi, Jawa, hingga wilayah Indonesia Timur.
2. UNISAN SIDRAP berkontribusi langsung
Rektor UNISAN SIDRAP, Dr. Darnawati, S.Pd., M.Si., menjadi salah satu pemateri yang memberikan penguatan kepada masyarakat.
3. Fokus pada tata kelola ekonomi desa
Materi meliputi manajemen organisasi, akuntansi koperasi, administrasi keuangan, hingga perpajakan.
4. Menyasar tiga kelembagaan strategis desa
Program difokuskan kepada koperasi desa, kelompok tani, dan kelompok nelayan sebagai penggerak ekonomi lokal.
5. Bagian dari gerakan nasional ADPERTISI
Sebanyak 275 dosen dari 105 perguruan tinggi diterjunkan ke 18 desa di Kabupaten Maros dalam program PKM Nasional 2026.
Membangun Desa Melalui Ilmu Pengetahuan
PKM Nasional ADPERTISI 2026 menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, melainkan menjadi ruang kolaborasi nyata antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat. Kehadiran para dosen di Desa Tukamasea menghadirkan transfer pengetahuan, pengalaman, dan pendampingan yang dapat memperkuat fondasi kelembagaan ekonomi desa.
Bagi Universitas Ichsan Sidenreng Rappang (UNISAN SIDRAP), partisipasi aktif dalam kegiatan ini menjadi cerminan komitmen institusi untuk terus menghadirkan pendidikan yang berdampak, memperluas jejaring kolaborasi nasional, serta mendorong lahirnya masyarakat desa yang lebih mandiri, profesional, dan sejahtera melalui implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi.
















