![]() |
IAI DDI Sidrap Dorong Mahasiswa Kuasai Deep Learning dan Pendidikan Berbasis Cinta |
SIDRAP, NarasiRakyat.id – Transformasi dunia pendidikan di era digital menuntut lahirnya calon pendidik yang tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga mampu menghadirkan pembelajaran yang bermakna, humanis, dan berorientasi pada pengembangan karakter peserta didik. Menjawab tantangan tersebut, Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (HMPS PAI) Institut Agama Islam (IAI) DDI Sidenreng Rappang menggelar Workshop Pembelajaran Mahasiswa bertema "Mewujudkan Pendidikan Bermakna di Era Digital melalui Kurikulum Berbasis Cinta dan Deep Learning".
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 27 Juni 2026 di Auditorium AG. H. Abdurrahman Ahmad IAI DDI Sidrap ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) serta Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD). Workshop menjadi ruang akademik untuk memperkuat kapasitas calon guru dalam memahami arah kebijakan pendidikan nasional sekaligus mengembangkan strategi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan generasi masa kini.
Menjawab Tantangan Pendidikan di Era Digital
Perubahan pola belajar akibat perkembangan teknologi menghadirkan tantangan baru bagi dunia pendidikan. Guru tidak lagi hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga menjadi fasilitator yang mampu membangun pengalaman belajar yang bermakna, menyenangkan, dan menyentuh aspek karakter peserta didik.
Melalui workshop ini, HMPS PAI IAI DDI Sidrap menghadirkan konsep Deep Learning (Belajar Mendalam) yang dipadukan dengan Kurikulum Berbasis Cinta, sebuah pendekatan yang menempatkan nilai empati, kasih sayang, kolaborasi, dan penghargaan terhadap potensi peserta didik sebagai fondasi utama proses pembelajaran.
Tema yang diangkat mencerminkan kepedulian terhadap perkembangan pendidikan yang semakin dinamis sekaligus menjadi bentuk kesiapan mahasiswa sebagai calon pendidik Islam menghadapi perubahan zaman.
Hadirkan Narasumber Berkompeten di Bidang Pendidikan
Workshop menghadirkan narasumber yang memiliki pengalaman dan kompetensi dalam pengembangan pendidikan.
Pemateri utama, Dr. Ir. H. Syaripuddin Lambang, S.Ag., S.Pt., M.M., yang dikenal sebagai Fasilitator Merdeka Belajar Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, memaparkan berbagai kebijakan terbaru mengenai Kurikulum Merdeka, pendekatan Deep Learning, implementasi pembelajaran berbasis cinta, hingga praktik-praktik baik yang dapat diterapkan dalam lingkungan perguruan tinggi maupun sekolah.
Turut menjadi narasumber Hj. Surianti, S.Pd.I., M.A., yang memberikan perspektif akademik mengenai penguatan kompetensi calon guru Pendidikan Agama Islam agar mampu merancang pembelajaran yang inovatif, adaptif, dan berpusat pada peserta didik.
Diskusi dipandu oleh moderator M. N. Jamaliah, S.Pd.I., M.Pd. dan Ahmad Risal Majid, S.Pd.I., M.Pd., sehingga suasana workshop berlangsung interaktif dengan berbagai sesi tanya jawab dan refleksi pembelajaran.
Menyiapkan Guru yang Mengajar dengan Ilmu dan Ketulusan
Workshop ini tidak hanya membahas teori, tetapi juga mengajak mahasiswa memahami bahwa keberhasilan pendidikan sangat dipengaruhi oleh kualitas hubungan antara pendidik dan peserta didik.
Melalui slogan "Belajar Mendalam, Mengajar dengan Cinta, Menginspirasi Sepenuh Hati", peserta diajak membangun paradigma baru bahwa pembelajaran yang efektif lahir dari perpaduan antara penguasaan ilmu, kemampuan pedagogik, pemanfaatan teknologi, dan ketulusan dalam mendidik.
Selain memperluas wawasan mengenai implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Deep Learning, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam menyusun pembelajaran yang kreatif, inovatif, kolaboratif, serta mampu menjawab tantangan pendidikan abad ke-21.
Di sisi lain, workshop menjadi wadah untuk menumbuhkan profesionalisme, kepedulian sosial, serta semangat kolaborasi antarmahasiswa sebagai calon pendidik Islam yang akan berkontribusi dalam membangun kualitas pendidikan nasional.
Komitmen IAI DDI Sidrap Membangun Pendidikan Berkualitas
Pelaksanaan workshop ini menunjukkan komitmen IAI DDI Sidrap dalam mendukung kebijakan transformasi pendidikan nasional melalui penguatan kompetensi mahasiswa.
Kampus tidak hanya mempersiapkan lulusan yang memiliki kemampuan akademik, tetapi juga membentuk calon guru yang berkarakter, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna bagi peserta didik.
Melalui kegiatan akademik seperti ini, IAI DDI Sidrap terus memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan tinggi Islam yang aktif mendorong inovasi pembelajaran dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan.
Lima Fakta Menarik
1. Mengangkat isu pendidikan yang sangat relevan.
Workshop membahas Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta yang menjadi pendekatan penting dalam pengembangan pembelajaran di era digital.
2. Menghadirkan fasilitator berpengalaman.
Pemateri utama merupakan Fasilitator Merdeka Belajar Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat yang aktif mendampingi implementasi kebijakan pendidikan.
3. Berfokus pada calon guru masa depan.
Peserta workshop berasal dari mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam dan PIAUD yang dipersiapkan menjadi pendidik profesional.
4. Menekankan pendidikan yang humanis.
Workshop mengajarkan bahwa keberhasilan pembelajaran tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kemampuan membangun hubungan yang penuh kasih sayang antara guru dan peserta didik.
5. Mendukung transformasi pendidikan nasional.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi dalam memperkuat implementasi Kurikulum Merdeka melalui pembelajaran yang lebih kreatif, adaptif, dan berorientasi pada karakter.
Perubahan zaman menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi dunia pendidikan. Di tengah derasnya perkembangan teknologi, kualitas seorang pendidik tidak hanya ditentukan oleh penguasaan materi, tetapi juga oleh kemampuannya menghadirkan pembelajaran yang menyentuh hati, membangun karakter, dan menginspirasi masa depan. Melalui Workshop Pembelajaran Mahasiswa ini, IAI DDI Sidrap menegaskan komitmennya mencetak calon guru yang mampu memadukan ilmu pengetahuan, teknologi, dan nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap proses pembelajaran. Semangat "Belajar Mendalam, Mengajar dengan Cinta, Menginspirasi Sepenuh Hati" diharapkan menjadi fondasi lahirnya generasi pendidik yang profesional, berintegritas, dan siap membawa perubahan positif bagi pendidikan Indonesia.
Editor: NarasiRakyat.id















