![]() |
| Daftar Lengkap Korban KLM Nurul Salsa Tenggelam di Selayar, Operasi SAR Libatkan KRI hingga Nelayan |
SELAYAR, NarasiRakyat.id – Tragedi tenggelamnya Kapal Layar Motor (KLM) Nurul Salsa di perairan Polassi, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, menjadi duka mendalam bagi masyarakat Sulawesi Selatan. Kapal yang mengangkut puluhan penumpang dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng itu tenggelam setelah mengalami kerusakan mesin di tengah cuaca ekstrem yang disertai gelombang tinggi dan angin kencang.
Hingga Kamis (16/7/2026) sore, operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) masih terus dilakukan secara intensif oleh tim gabungan. Berdasarkan data sementara Polres Kepulauan Selayar, sebanyak 46 orang berhasil diselamatkan, satu orang dinyatakan meninggal dunia, sementara 27 orang lainnya masih dalam pencarian berdasarkan pendataan terbaru yang terus diperbarui.
Kasi Humas Polres Kepulauan Selayar, Ipda Suardi Alimuddin, menegaskan bahwa data korban masih bersifat dinamis karena proses verifikasi manifes dan laporan keluarga masih berlangsung.
"Data ini masih terus diupdate berdasarkan aduan masyarakat yang kehilangan keluarga atau mengetahui keluarganya ikut dalam pelayaran," ujarnya.
Kronologi Tenggelamnya KLM Nurul Salsa
Berdasarkan informasi sementara dari keluarga korban dan hasil pendataan aparat, KLM Nurul Salsa bertolak dari Pelabuhan Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar sekitar pukul 05.00–06.00 WITA, Rabu (15/7/2026).
Pada awal pelayaran, kondisi kapal dilaporkan normal. Namun ketika memasuki perairan sebelah barat Pulau Polassi atau sekitar 43 nautical mile dari Pelabuhan Benteng, kapal mengalami gangguan mesin hingga akhirnya mati total.
Di saat bersamaan, cuaca berubah drastis. Gelombang tinggi dan angin kencang menghantam kapal yang tidak lagi memiliki tenaga untuk bermanuver.
Para penumpang bersama awak kapal sempat mengirimkan pesan permintaan bantuan. Namun kondisi cuaca ekstrem membuat proses pertolongan menjadi sangat sulit. Menjelang tengah malam, kapal akhirnya tenggelam.
Operasi SAR Melibatkan Berbagai Unsur
Pencarian korban dilakukan secara besar-besaran dengan melibatkan berbagai instansi, di antaranya:
- Tim Rescue Pos SAR Selayar
- Basarnas Makassar
- TNI AL
- KRI Marlin-877
- KM Harapan Kita
- BPBD Kepulauan Selayar
- Syahbandar
- SROP Selayar
- Satpolair
- Kapal-kapal nelayan yang berada di sekitar lokasi kejadian
Kolaborasi lintas instansi tersebut berhasil mengevakuasi puluhan korban hidup pada Kamis dini hari.
Sebanyak 41 orang dievakuasi menggunakan KM Harapan Kita, sedangkan enam orang lainnya diselamatkan kapal nelayan dan dibawa ke Pulau Polassi untuk mendapatkan penanganan medis.
Korban Selamat, Meninggal, dan Masih Dicari
Berdasarkan data sementara Polres Kepulauan Selayar:
- Korban selamat: 46 orang
- Korban meninggal: 1 orang atas nama Salmawati
- Masih dalam pencarian: 27 orang
Korban yang masih dicari terdiri atas:
Berdasarkan manifes kapal (17 orang)
Cia, Bau Intang, Sahrul Amin, Madang, Januari, Maridaeng, Umar, Naura, Nurhayati, Asseng, Malida, Hasbi, Hasnani, Isa, Naila, Jusriawati, dan Arfandi.
Belum tercantum dalam manifes (10 orang)
Jaenuddin, Nurmiati, Jasmal, Diska, Musliana, Sitti Amang, Andi Sama, Hasliana, Hasriati, dan Sri Hardati.
Sementara itu, pendataan jumlah penumpang masih terus dilakukan karena terdapat perbedaan antara data manifes awal dengan laporan keluarga korban.
Pentingnya Keselamatan Pelayaran
Insiden KLM Nurul Salsa kembali menjadi pengingat pentingnya aspek keselamatan transportasi laut di wilayah kepulauan Indonesia.
Gangguan mesin yang terjadi di tengah cuaca buruk memperlihatkan bahwa kesiapan teknis kapal, kelengkapan alat keselamatan, sistem komunikasi darurat, serta ketepatan data manifes menjadi faktor yang sangat menentukan dalam upaya penyelamatan ketika terjadi keadaan darurat.
Tragedi ini juga mendorong berbagai pihak untuk mengevaluasi sistem pengawasan pelayaran rakyat, khususnya pada rute antarpulau yang sering menghadapi kondisi cuaca yang berubah dengan cepat.
Proses Pencarian Terus Berlanjut
Hingga berita ini diterbitkan, tim SAR gabungan masih memperluas area pencarian di sekitar lokasi tenggelamnya kapal.
Aparat mengimbau masyarakat yang memiliki informasi mengenai identitas penumpang maupun keberadaan korban agar segera melapor kepada posko SAR atau aparat kepolisian guna mempercepat proses identifikasi dan pencarian.
NarasiRakyat.id akan terus memantau perkembangan operasi SAR serta memperbarui informasi sesuai data resmi dari pihak berwenang.
5 Fakta Menarik
- KLM Nurul Salsa tenggelam setelah mengalami mati mesin di tengah cuaca ekstrem dan gelombang tinggi.
- Operasi SAR melibatkan Basarnas, TNI AL, KRI Marlin-877, BPBD, Polair, Syahbandar hingga nelayan setempat, menunjukkan besarnya skala pencarian.
- Sebanyak 46 penumpang berhasil diselamatkan, sementara satu korban meninggal dunia telah teridentifikasi atas nama Salmawati.
- Masih terdapat 27 orang dalam pencarian, termasuk sejumlah nama yang belum tercantum dalam manifes kapal sehingga proses pendataan terus diperbarui.
- Kasus ini kembali menyoroti pentingnya keselamatan pelayaran, mulai dari kelayakan kapal, keakuratan manifes penumpang, hingga kesiapan menghadapi cuaca ekstrem.
Di balik tragedi yang menyisakan duka, semangat kemanusiaan terlihat begitu kuat. Tim SAR, personel TNI-Polri, pemerintah daerah, hingga para nelayan bahu-membahu menembus cuaca buruk demi menyelamatkan setiap nyawa. Solidaritas ini menjadi bukti bahwa dalam situasi paling sulit sekalipun, kepedulian dan gotong royong tetap menjadi kekuatan terbesar bangsa. Semoga seluruh korban yang masih dalam pencarian segera ditemukan, keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, dan peristiwa ini menjadi momentum untuk memperkuat standar keselamatan pelayaran di seluruh wilayah kepulauan Indonesia.















