-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     




     


     

     



     


     

     



     

    Iklan

    Defile Spektakuler! 4.500 Kontingen Enrekang Tampil dengan Tema 'Guru Tempo Doeloe', Disambut Meriah di Stadion Ganggawa

    Satry Polang
    Kamis, 02 Juli 2026, Juli 02, 2026 WIB Last Updated 2026-07-02T14:50:13Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250

    Defile Spektakuler! 4.500 Kontingen Enrekang Tampil dengan Tema 'Guru Tempo Doeloe', Disambut Meriah di Stadion Ganggawa



    SIDRAP – NarasiRakyat.id – Semangat persatuan dan kebanggaan terhadap profesi guru begitu terasa pada pembukaan Pekan Olahraga, Seni, dan Ilmiah (Porsenijar) PGRI Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026 yang digelar di Stadion Ganggawa, Kamis (2/7/2026).


    Salah satu kontingen yang paling menyita perhatian adalah Kontingen PGRI Kabupaten Enrekang. Dipimpin langsung oleh Muh. Yusuf Ritangnga, sebanyak 4.500 peserta tampil penuh semangat dalam defile pembukaan yang diikuti puluhan ribu guru dari seluruh Sulawesi Selatan.


    Kehadiran langsung kepala daerah di barisan terdepan menjadi simbol kuat dukungan Pemerintah Kabupaten Enrekang terhadap pengembangan profesi guru, olahraga, seni, dan inovasi pembelajaran.

    Barisan Kehormatan Dipimpin Para Tokoh Daerah


    Mendampingi Bupati Enrekang dalam barisan kehormatan tampak Ratnawati YR, Ikrar Eran Batu, serta Erik.

    Turut hadir pula Hasdiana yang ikut memberikan dukungan kepada kontingen.


    Di belakang rombongan pimpinan, ribuan guru, atlet, panitia, pengurus PGRI, dan peserta penggembira membentuk barisan panjang yang menggambarkan soliditas serta semangat kebersamaan insan pendidikan Kabupaten Enrekang.


    "Guru Tempo Doeloe" Curi Perhatian Ribuan Penonton

    Kontingen Enrekang berhasil menjadi salah satu pusat perhatian sepanjang lintasan defile.

    Mengusung tema "Guru Tempo Doeloe", para peserta mengenakan busana yang merepresentasikan sosok guru masa lampau, dipadukan dengan pakaian adat khas Enrekang yang memperlihatkan kekayaan budaya lokal.


    Konsep tersebut menghadirkan perpaduan antara penghormatan terhadap sejarah pendidikan dan pelestarian budaya daerah.

    Tepuk tangan meriah dari peserta, tamu undangan, dan masyarakat yang memadati Stadion Ganggawa mengiringi langkah kontingen Enrekang selama parade berlangsung.


    Dengan jumlah mencapai 4.500 orang, kontingen ini juga menjadi salah satu rombongan terbesar yang berpartisipasi pada pembukaan Porsenijar tahun ini.


    Bupati Berbaur Bersama Guru, Bangun Semangat Kebersamaan

    Suasana semakin hangat ketika Bupati Muh. Yusuf Ritangnga berjalan kaki bersama para guru sepanjang lintasan defile.

    Ia tampak melambaikan tangan ke arah panggung kehormatan dan melayani berbagai permintaan swafoto dari peserta, baik guru asal Enrekang maupun kontingen dari daerah lain.


    Interaksi tersebut memperlihatkan kedekatan antara pemerintah daerah dan para pendidik sebagai mitra strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia.

    Di panggung kehormatan hadir sejumlah tokoh penting, di antaranya Rosyidi, Andi Sudirman Sulaiman, serta anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, termasuk legislator asal Enrekang.


    Soliditas Guru Enrekang Jadi Modal Membangun Pendidikan

    Ketua PGRI Enrekang, Erik, menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru yang telah menunjukkan semangat luar biasa dalam mengikuti Porsenijar.

    Menurutnya, kehadiran ribuan peserta dari Enrekang mencerminkan semakin kuatnya solidaritas dan kekompakan organisasi PGRI di daerah tersebut.


    "Kebersamaan ini menunjukkan bahwa PGRI Enrekang semakin solid, semakin kompak, dan siap memberikan kontribusi terbaik, baik dalam olahraga, seni, pembelajaran, maupun pengembangan profesi guru," ujarnya.

    Sementara itu, Syaharuddin Alrif menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh kontingen dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.


    Ia mengajak seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas, mempererat silaturahmi antarguru, serta menikmati keramahan Kabupaten Sidrap sebagai tuan rumah Porsenijar 2026.


    Porsenijar Jadi Panggung Persaudaraan Guru Sulawesi Selatan

    Porsenijar PGRI Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan 2026 diikuti sekitar 65 ribu peserta dari seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.

    Selain menjadi ajang kompetisi olahraga, seni, dan ilmiah, kegiatan ini menjadi ruang memperkuat jejaring profesional, berbagi inovasi pembelajaran, serta mempererat persaudaraan antarguru.


    Keikutsertaan 4.500 peserta dari Kabupaten Enrekang menjadi bukti nyata komitmen daerah tersebut dalam mendukung kemajuan dunia pendidikan sekaligus membawa semangat "Enrekang Sejahtera untuk Semua" ke panggung provinsi.


    5 Fakta Menarik Kontingen Enrekang di Porsenijar 2026

    1. Sebanyak 4.500 peserta dari Kabupaten Enrekang mengikuti defile pembukaan dan menjadi salah satu kontingen terbesar.

    2. Bupati Enrekang memimpin langsung barisan kehormatan, didampingi Bunda PAUD, Ketua DPRD, Ketua PGRI, dan jajaran pimpinan daerah.

    3. Tema "Guru Tempo Doeloe" dipadukan dengan busana adat Enrekang menjadi daya tarik utama sepanjang parade.

    4. Bupati Muh. Yusuf Ritangnga berjalan bersama para guru dan melayani swafoto dengan peserta sebagai wujud kedekatan dengan insan pendidikan.

    5. Porsenijar 2026 diikuti sekitar 65 ribu peserta dari 24 kabupaten/kota sebagai ajang memperkuat kompetensi, kreativitas, dan persaudaraan guru.


    Defile bukan sekadar parade pembukaan, melainkan simbol penghormatan terhadap dedikasi para guru yang setiap hari membangun masa depan bangsa. Kehadiran 4.500 kontingen Enrekang yang dipimpin langsung oleh kepala daerah menunjukkan bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama, yang membutuhkan kolaborasi pemerintah, organisasi profesi, dan masyarakat.


    Melalui semangat "Enrekang Sejahtera untuk Semua", para guru tidak hanya membawa identitas daerah ke panggung Porsenijar, tetapi juga membawa pesan bahwa kebersamaan, budaya, dan profesionalisme adalah fondasi utama untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas di Sulawesi Selatan.

    Komentar

    Tampilkan