![]() |
Pengamanan Maksimal Polres Sidrap Dalam Porsenijar PGRI Sulsel 2026 |
SIDRAP – NarasiRakyat.id – Kabupaten Sidenreng Rappang kembali membuktikan kapasitasnya sebagai tuan rumah berbagai agenda berskala besar. Kamis (2/7/2026), Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) VII PGRI Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan resmi dibuka di Stadion Ganggawa, dengan perkiraan kehadiran mencapai 72.000 peserta dari seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.
Besarnya jumlah peserta menjadi tantangan tersendiri dalam aspek keamanan dan kelancaran lalu lintas. Menjawab tantangan tersebut, AKBP Dr. Pantry Taheron, S.I.K., S.H. menegaskan bahwa Polres Sidenreng Rappang telah melakukan persiapan secara menyeluruh jauh sebelum hari pelaksanaan.
Menurut Kapolres, pengamanan kegiatan telah dirancang sejak sekitar 20 hari sebelumnya melalui rapat koordinasi intensif bersama Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang, unsur Tentara Nasional Indonesia, serta berbagai instansi terkait. Selain menyusun pola pengamanan, aparat juga menggelar simulasi pengaturan lalu lintas dan skenario penanganan kepadatan massa agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan nyaman.
"Kegiatan besar ini sudah kami persiapkan matang sejak 20 hari yang lalu melalui serangkaian rapat koordinasi bersama Pemerintah Daerah, unsur TNI, dan berbagai instansi pendukung. Kami bahkan sudah melakukan simulasi pengamanan dan pengaturan lalu lintas, sehingga situasi bisa terkendali dengan cepat," ujar AKBP Pantry Taheron.
Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Sukses Pengamanan
Menghadapi mobilitas puluhan ribu peserta yang datang dari berbagai daerah, Polres Sidrap menerapkan pola pengamanan terpadu dengan melibatkan 280 personel gabungan.
Personel tersebut terdiri atas anggota Satuan Lalu Lintas, personel dari seluruh Polsek jajaran, serta dukungan unsur pengamanan lainnya yang ditempatkan pada titik-titik strategis.
Fokus utama pengamanan tidak hanya berada di arena pembukaan, tetapi juga mencakup jalur masuk dan keluar Kabupaten Sidrap, lokasi pertandingan, pusat keramaian, tempat parkir, hingga kawasan penginapan peserta.
Strategi tersebut terbukti mampu mengantisipasi potensi kemacetan sehingga arus kendaraan tetap berjalan lancar meskipun volume kendaraan meningkat signifikan.
Pelayanan Keamanan Berlangsung 24 Jam Selama Porsenijar
Komitmen Polres Sidrap tidak berhenti pada pengamanan acara pembukaan.
Selama seluruh rangkaian Porsenijar berlangsung hingga 26 Juli 2026, aparat kepolisian menyiapkan pelayanan keamanan bergerak selama 24 jam non-stop.
Petugas juga melakukan patroli rutin ke rumah-rumah warga yang menjadi tempat menginap atlet, ofisial, maupun kontingen dari berbagai daerah.
Langkah tersebut merupakan bentuk pelayanan preventif agar seluruh tamu yang hadir merasa aman selama berada di Kabupaten Sidenreng Rappang.
"Kami berharap kebersamaan ini terus terjaga. Selamat bertanding bagi seluruh peserta yang hadir di Bumi Nene Mallomo. Nikmati ajang ini, tampilkan kemampuan terbaik, dan kami pastikan pelayanan keamanan maksimal demi kenyamanan semua pihak," tutup Kapolres.
Sinergi untuk Menjaga Citra Sidrap sebagai Tuan Rumah
Porsenijar VII PGRI Sulawesi Selatan bukan sekadar ajang olahraga dan seni bagi para guru, tetapi juga menjadi momentum penting memperlihatkan kemampuan Kabupaten Sidrap sebagai daerah yang siap menyelenggarakan kegiatan berskala provinsi.
Sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, panitia pelaksana, serta masyarakat menjadi fondasi utama dalam menciptakan suasana yang aman, ramah, dan kondusif bagi puluhan ribu tamu yang datang dari berbagai penjuru Sulawesi Selatan.
Semangat "Sidrap Siap dan Ramah" pun tercermin melalui pelayanan publik yang profesional, pengamanan yang humanis, serta koordinasi lintas sektor yang berjalan efektif.
5 Fakta Menarik Pengamanan Porsenijar VII PGRI Sulsel 2026
1. Diperkirakan dihadiri sekitar 72.000 peserta dari seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.
2. Sebanyak 280 personel gabungan diterjunkan untuk menjaga keamanan dan kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.
3. Persiapan pengamanan dilakukan sejak 20 hari sebelum pembukaan, termasuk simulasi pengamanan dan rekayasa lalu lintas.
4. Pelayanan keamanan berlangsung selama 24 jam hingga penutupan Porsenijar pada 26 Juli 2026.
5. Pengamanan mencakup arena pertandingan, jalur lalu lintas, penginapan atlet, serta titik-titik keramaian, dengan pendekatan yang humanis dan kolaboratif.
Keberhasilan sebuah ajang besar tidak hanya ditentukan oleh megahnya pembukaan atau banyaknya peserta, tetapi juga oleh rasa aman yang dirasakan setiap orang yang hadir. Dengan sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, panitia, dan masyarakat, Porsenijar VII PGRI Sulawesi Selatan menjadi bukti bahwa Kabupaten Sidenreng Rappang mampu menjadi tuan rumah yang profesional, tertib, dan bersahabat.
Semangat kebersamaan yang terbangun selama penyelenggaraan diharapkan tidak hanya melahirkan prestasi di arena olahraga, seni, dan pembelajaran, tetapi juga memperkuat persaudaraan antarguru serta mengukuhkan Sidrap sebagai daerah yang siap, ramah, dan terpercaya dalam menggelar event berskala besar.















