![]() |
Pesan Menyentuh Ketua MUI Baranti Ustaz Dr. Wahidin Ar Rafany di Manasik Raudatul Jannah: Ikhlas Adalah Kunci Diterimanya Ibadah Umrah |
SIDRAP, NarasiRakyat.id – Suasana khusyuk dan penuh semangat mewarnai pelaksanaan Manasik Ke-3 yang diselenggarakan Travel Raudatul Jannah di Masjid Al-Khaerat Baranti, Sabtu (4/7/2026). Kegiatan yang diikuti dengan antusias oleh calon jamaah umrah ini menjadi bagian dari pembinaan berkelanjutan agar jamaah tidak hanya siap secara teknis, tetapi juga matang secara spiritual sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Rangkaian kegiatan diawali dengan salat Ashar berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh para narasumber yang memiliki pengalaman dan kompetensi dalam pembinaan keagamaan serta penyelenggaraan ibadah umrah.
Ikhlas Menjadi Fondasi Ibadah
Materi pertama disampaikan oleh Ustaz Dr. Wahidin Ar Rafany, Ketua MUI Kecamatan Baranti sekaligus pimpinan Pondok Pesantren Sehati dan Lapakolongi.
Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan bahwa keberangkatan ke Tanah Suci bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan hati yang harus dilandasi niat yang benar.
"Makna ikhlas adalah melakukan segala sesuatu semata-mata karena Allah SWT. Ibadah umrah akan bernilai apabila dilandasi niat yang tulus dan hati yang bersih."
Ia mengajak seluruh jamaah untuk menjaga keikhlasan sejak proses persiapan hingga kembali ke tanah air agar setiap rangkaian ibadah menjadi amal yang diterima Allah SWT.
Edukasi Praktis Demi Kelancaran Jamaah
Selain pembinaan spiritual, peserta juga mendapatkan pengarahan teknis dari Ustaz H. Asyraf Burhanuddin, yang memberikan praktik penggunaan alat komunikasi (halo-halo) sebagai sarana koordinasi selama perjalanan ibadah.
Materi tersebut bertujuan membangun kedisiplinan dan memudahkan komunikasi antarsesama jamaah maupun pembimbing ketika berada di Tanah Suci.
Sementara itu, Ustaz Dr. H. Azhar Burhanuddin memberikan motivasi kepada seluruh jamaah agar memanfaatkan kesempatan beribadah dengan memperbanyak doa, memperkuat kesabaran, menjaga kesehatan, dan membangun kebersamaan selama menjalankan ibadah.
Menurutnya, perjalanan umrah merupakan momentum memperbaiki diri dan mempererat hubungan dengan Allah SWT.
Jamaah Mengikuti dengan Antusias
Sepanjang kegiatan, para jamaah tampak aktif mengikuti setiap sesi.
Mereka menyimak materi dengan serius, mengajukan pertanyaan, serta mengikuti praktik yang diberikan oleh para pembimbing.
Antusiasme tersebut menunjukkan tingginya kesadaran jamaah bahwa keberhasilan ibadah tidak hanya bergantung pada kesiapan administrasi dan perjalanan, tetapi juga pada pemahaman agama dan kesiapan mental.
Lima Fakta Menarik
Manasik Ke-3 Travel Raudatul Jannah dilaksanakan di Masjid Al-Khaerat Baranti pada Sabtu, 4 Juli 2026.
Ustaz Wahidin Ar Rafany menekankan pentingnya keikhlasan sebagai inti dari ibadah umrah.
Ustaz H. Asyraf Burhanuddin memberikan praktik penggunaan alat komunikasi jamaah untuk memperlancar koordinasi di Tanah Suci.
Ustaz Dr. H. Azhar Burhanuddin memotivasi jamaah agar menjadikan umrah sebagai momentum perubahan diri menuju pribadi yang lebih baik.
Jamaah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias sebagai bekal menuju pelaksanaan ibadah yang tertib dan khusyuk.
Manasik bukan sekadar agenda persiapan keberangkatan, tetapi merupakan proses membangun pemahaman, memperkuat niat, dan menyatukan langkah seluruh jamaah.
Melalui pembinaan yang menghadirkan materi spiritual dan teknis secara seimbang, Travel Raudatul Jannah berupaya memastikan setiap jamaah berangkat dengan ilmu, keyakinan, dan kesiapan yang memadai sehingga dapat menjalankan ibadah umrah dengan lebih tenang, tertib, dan penuh makna.















