-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     

    Iklan

    Dari Sidrap ke Panggung Nasional, Prodi Arsitektur UNISAN Resmi Jadi Anggota APTARI

    Satry Polang
    Jumat, 07 Agustus 2026, Agustus 07, 2026 WIB Last Updated 2026-08-08T06:47:50Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250
    Dari Sidrap ke Panggung Nasional, Prodi Arsitektur UNISAN Resmi Jadi Anggota APTARI 


    GOWA, NARASIRAKYAT.ID – Langkah Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Ichsan Sidenreng Rappang (UNISAN Sidrap) untuk memperkuat kualitas pendidikan arsitektur memasuki babak baru.


    Ketua Program Studi Arsitektur UNISAN Sidrap, Izharul Haq, S.Ars., M.Ars., menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pendidikan Tinggi Arsitektur Indonesia (APTARI) Tahun 2026, yang berlangsung pada 4–5 Agustus 2026 di Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin, Gowa, Sulawesi Selatan.


    Namun, kehadiran tersebut bukan sekadar partisipasi dalam agenda nasional.

    Di forum yang mempertemukan para pimpinan program studi arsitektur dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia itu, Program Studi Sarjana Arsitektur Universitas Ichsan Sidenreng Rappang resmi ditetapkan sebagai anggota APTARI dengan Nomor Keanggotaan 176.


    Penetapan tersebut berdasarkan Surat Sekretariat APTARI Nomor 136/APTARI/Sekr/VI/2026 tertanggal 29 Juli 2026.


    Bagi UNISAN Sidrap, keanggotaan ini menjadi langkah strategis untuk memperluas jejaring akademik sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam pengembangan pendidikan arsitektur di tingkat nasional.


    Dari Sidrap Menuju Jejaring Pendidikan Arsitektur Nasional

    Rakernas APTARI 2026 mengangkat tema:

    “Transformasi Pendidikan Arsitektur untuk Mewujudkan Arsitek Profesional Berkarakter dan Berkelanjutan: Dari Kearifan Lokal hingga Teknologi Masa Depan.”


    Tema tersebut menjadi sangat relevan di tengah perubahan dunia arsitektur yang berlangsung cepat.

    Perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan, tuntutan pembangunan berkelanjutan, perubahan kebutuhan masyarakat serta semakin kuatnya perhatian terhadap warisan budaya menuntut pendidikan arsitektur untuk terus beradaptasi.


    Dalam konteks tersebut, perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang mampu menggambar dan merancang bangunan.

    Pendidikan arsitektur dituntut membentuk calon profesional yang mampu membaca perubahan, memahami konteks sosial dan budaya, menguasai teknologi, memiliki kemampuan riset serta mampu menghasilkan desain yang bertanggung jawab terhadap lingkungan.


    Di sinilah keanggotaan APTARI menjadi penting bagi Program Studi Arsitektur UNISAN Sidrap.

    Melalui jejaring tersebut, Prodi Arsitektur UNISAN Sidrap memiliki ruang yang lebih luas untuk berinteraksi dengan institusi pendidikan arsitektur lainnya di Indonesia, berbagi pengalaman akademik, mengembangkan kolaborasi, sekaligus mengikuti dinamika kebijakan dan perkembangan pendidikan arsitektur nasional.


    Nomor 176 Jadi Tonggak Baru

    Ditetapkannya Program Studi Sarjana Arsitektur UNISAN Sidrap sebagai anggota APTARI Nomor 176 menjadi salah satu capaian penting dalam perjalanan pengembangan program studi.

    Keanggotaan tersebut bukan sekadar status administratif.


    Lebih jauh, hal ini menjadi pintu masuk bagi penguatan berbagai aspek akademik, mulai dari pengembangan kurikulum, peningkatan kompetensi dosen, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga pengembangan kapasitas mahasiswa.


    Jejaring nasional juga membuka peluang bagi terciptanya berbagai bentuk kerja sama antarkampus, termasuk pertukaran pengetahuan, seminar, workshop, penelitian kolaboratif dan kegiatan akademik lainnya.


    Dengan demikian, mahasiswa Arsitektur UNISAN Sidrap diharapkan tidak hanya mendapatkan pengalaman belajar dari lingkungan kampus sendiri, tetapi juga memperoleh perspektif yang lebih luas tentang perkembangan arsitektur di Indonesia.


    Rakernas Bicara Masa Depan Arsitektur

    Rakernas APTARI 2026 tidak hanya diisi agenda organisasi.

    Berbagai kegiatan akademik dan pengembangan wawasan turut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.


    Di antaranya Workshop Bangunan Konservasi dan Heritage, pameran karya mahasiswa dari jenjang D3 Arsitektur, Sarjana Arsitektur (S.Ars.), Pendidikan Profesi Arsitek (PPAr), dan Magister Arsitektur (M.Ars.).


    Peserta juga mengikuti Workshop Arsitektur Bambu, serta City Tour dan Cultural Tour yang memperkenalkan kekayaan budaya dan arsitektur Sulawesi Selatan.

    Rangkaian tersebut memperlihatkan bahwa pendidikan arsitektur tidak dapat dipisahkan dari konteks tempat, budaya dan sejarah.


    Arsitektur bukan hanya persoalan bentuk bangunan, tetapi juga bagaimana ruang dirancang untuk merespons manusia, lingkungan, budaya dan perkembangan zaman.


    Menghubungkan Kearifan Lokal dengan Teknologi Masa Depan

    Salah satu kekuatan penting dalam Rakernas APTARI 2026 adalah upaya mempertemukan dua sisi yang sering dianggap berseberangan: kearifan lokal dan teknologi masa depan.

    Padahal, keduanya dapat menjadi kekuatan yang saling melengkapi.


    Sulawesi Selatan sendiri memiliki kekayaan arsitektur tradisional yang sangat kuat, termasuk warisan budaya Bugis, Makassar dan berbagai komunitas lainnya.


    Pembahasan mengenai kemaritiman Suku Bugis dalam penyebaran arsitektur Nusantara menjadi salah satu contoh bagaimana sejarah, budaya, teknologi dan arsitektur dapat dikaji dalam satu perspektif yang utuh.


    Bagi pendidikan arsitektur di daerah seperti Sidrap, perspektif tersebut memiliki nilai strategis.

    Kearifan lokal dapat menjadi sumber pengetahuan dan inspirasi, sementara teknologi modern menjadi instrumen untuk mengembangkan solusi arsitektur yang relevan dengan kebutuhan masa kini.


    Hadirkan Perspektif Nasional tentang Kompetensi di Era Digital

    Rakernas juga menghadirkan sejumlah narasumber nasional dari kalangan pemerintah, akademisi dan praktisi.

    Salah satunya Prof. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D., Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, yang menyampaikan keynote speech bertajuk “Transformasi Kompetensi di Era Digital dan Ekonomi Hijau”.


    Topik tersebut mempertegas bahwa dunia pendidikan tinggi harus mempersiapkan lulusan menghadapi perubahan kebutuhan dunia kerja.

    Bagi mahasiswa arsitektur, tantangan tersebut mencakup kemampuan memanfaatkan teknologi digital, memahami prinsip pembangunan berkelanjutan, mengembangkan kreativitas serta memiliki kemampuan komunikasi dan kolaborasi.


    Karena itu, hubungan antara pendidikan tinggi dan dunia profesi menjadi semakin penting.


    Izharul Haq: Ini Peluang Besar untuk Meningkatkan Mutu

    Ketua Program Studi Arsitektur UNISAN Sidrap, Izharul Haq, S.Ars., M.Ars., menilai keanggotaan APTARI merupakan peluang strategis bagi program studi untuk terus berkembang.


    “Keanggotaan APTARI menjadi peluang besar bagi Program Studi Arsitektur UNISAN Sidrap untuk memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi lain, mengikuti perkembangan kebijakan pendidikan arsitektur, serta terus meningkatkan mutu lulusan agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.”

     

    Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa keanggotaan APTARI diarahkan sebagai instrumen pengembangan program studi, bukan sekadar pencapaian seremonial.


    Kolaborasi dan jejaring diharapkan dapat diterjemahkan menjadi program nyata yang memberikan manfaat bagi dosen dan mahasiswa.


    Lima Fakta Menarik di Balik Keanggotaan APTARI UNISAN Sidrap

    1. Prodi Arsitektur UNISAN Sidrap resmi menjadi anggota APTARI

    Program Studi Sarjana Arsitektur Universitas Ichsan Sidenreng Rappang ditetapkan sebagai anggota APTARI berdasarkan surat resmi Sekretariat APTARI.

    2. UNISAN Sidrap memperoleh Nomor Keanggotaan 176

    Nomor tersebut menjadi identitas keanggotaan Prodi Arsitektur UNISAN Sidrap dalam organisasi pendidikan tinggi arsitektur Indonesia.

    3. Keanggotaan membuka jejaring akademik nasional

    Prodi Arsitektur UNISAN Sidrap memiliki peluang lebih besar membangun kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi penyelenggara pendidikan arsitektur di Indonesia.

    4. Rakernas mempertemukan pendidikan, profesi, budaya dan teknologi

    Agenda APTARI tidak hanya membahas organisasi, tetapi juga mencakup konservasi heritage, arsitektur bambu, karya mahasiswa, riset, pembangunan, teknologi dan budaya Nusantara.

    5. Mahasiswa menjadi salah satu pihak yang diharapkan menerima dampak positif

    Penguatan jejaring dapat membuka ruang pengembangan kompetensi mahasiswa melalui kegiatan akademik, kolaborasi, workshop, penelitian maupun kegiatan pengembangan lainnya.


    Dari Keanggotaan Menuju Prestasi

    Keanggotaan APTARI Nomor 176 seharusnya tidak berhenti sebagai sebuah angka.

    Ia adalah titik awal.


    Tantangan berikutnya adalah bagaimana keanggotaan tersebut diterjemahkan menjadi kerja nyata: semakin kuatnya kurikulum, meningkatnya kompetensi dosen, bertambahnya penelitian kolaboratif, berkembangnya pengabdian masyarakat, semakin luasnya kerja sama akademik dan meningkatnya kualitas lulusan.


    Bagi Program Studi Arsitektur UNISAN Sidrap, momentum ini juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi arsitektur daerah kepada jejaring pendidikan arsitektur nasional.

    Sidrap memiliki konteks sosial, budaya dan lingkungan yang dapat menjadi laboratorium pembelajaran arsitektur yang menarik.


    Di tengah transformasi teknologi, identitas lokal justru dapat menjadi kekuatan.

    Arsitek masa depan bukan hanya mereka yang mampu mengikuti teknologi, tetapi juga mereka yang mampu memahami manusia, lingkungan dan budaya tempat sebuah karya arsitektur hadir.


    Dengan bergabungnya Program Studi Arsitektur UNISAN Sidrap dalam APTARI, langkah menuju ekosistem pendidikan arsitektur yang lebih terbuka, kolaboratif dan berdaya saing telah dimulai.


    Dari Sidrap, jejaring pendidikan arsitektur diperluas. Dari kearifan lokal, gagasan masa depan dikembangkan. Dan dari kampus, lahir generasi arsitek yang diharapkan mampu berkarya untuk Indonesia dan dunia.

    Komentar

    Tampilkan