![]() |
Tugu Tani Kembali Tegak, Sidrap Perkuat Identitas sebagai Lumbung Pangan Nasional |
NARASIRAKYAT — Di bawah kepemimpinan Bupati Sidenreng Rappang, H. Syaharuddin Alrif, Pemerintah Kabupaten Sidrap terus melakukan pembenahan menyeluruh, baik pada sektor pembangunan fisik maupun penguatan identitas daerah. Salah satu langkah simbolik namun bermakna besar adalah dibangunnya kembali Ikon Tugu Tani, monumen kebanggaan masyarakat Sidrap yang merepresentasikan jati diri daerah sebagai lumbung pangan nasional.
Tugu Tani yang sebelumnya sempat digantikan, kini kembali hadir dalam wajah baru sebagai monumen jam kota yang berdiri kokoh di Bundaran Pangkajene, pusat keramaian dan titik temu arus lalu lintas utama di ibu kota Kabupaten Sidrap. Hingga akhir Desember 2025, progres pembangunan tugu tersebut telah mencapai sekitar 90 persen dan ditargetkan segera rampung sepenuhnya.
Kehadiran kembali Tugu Tani bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan bagian dari strategi besar Pemerintah Kabupaten Sidrap dalam menghidupkan kembali simbol kolektif masyarakat, sekaligus mempertegas arah pembangunan daerah yang berbasis potensi lokal.
Secara filosofis, Tugu Tani melambangkan penghormatan terhadap profesi petani, yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian Sidrap. Daerah ini dikenal luas sebagai salah satu penghasil beras terbesar di Sulawesi Selatan bahkan Indonesia. Oleh karena itu, mengembalikan ikon tersebut berarti mengembalikan identitas visual dan kebanggaan masyarakat Sidrap.
Menariknya, tugu ini kini diperkuat dengan narasi visi daerah melalui tulisan:
“Sidrap Lumbung Beras Indonesia, Telur Indonesia, Energi Terbarukan Indonesia, dan Penghafal Al-Qur’an Indonesia.”
Tulisan tersebut merepresentasikan visi pembangunan Sidrap yang tidak hanya berfokus pada sektor pangan dan energi, tetapi juga pembangunan nilai religius dan sumber daya manusia unggul.
Pemerintah daerah menilai bahwa pembangunan simbol daerah memiliki efek strategis: memperkuat citra wilayah, meningkatkan rasa memiliki masyarakat, serta menjadi penanda arah pembangunan jangka panjang yang berkelanjutan.
Lima Fakta Menarik Tugu Tani Sidrap
Dibangun Kembali Tahun 2025
Tugu Tani kembali hadir setelah sempat tidak berfungsi sebagai monumen utama kota.Berfungsi sebagai Monumen Jam Kota
Selain simbolik, tugu kini memiliki fungsi utilitas publik.Terletak di Bundaran Pangkajene
Lokasi strategis di pusat aktivitas dan lalu lintas kota Sidrap.Progress Pembangunan Capai 90 Persen
Hingga akhir Desember 2025, pembangunan hampir rampung.Memuat Empat Identitas Utama Sidrap
Pangan, telur, energi terbarukan, dan penghafal Al-Qur’an sebagai visi daerah.
Kembalinya Tugu Tani menjadi penanda bahwa Sidrap tidak melupakan akar sejarah dan jati dirinya. Di bawah kepemimpinan H. Syaharuddin Alrif, pembangunan tidak hanya dimaknai sebagai beton dan struktur, tetapi juga sebagai penguatan nilai, identitas, dan harapan masa depan. Tugu Tani kini berdiri bukan hanya sebagai monumen, tetapi sebagai pengingat bahwa Sidrap akan terus tumbuh dengan berpijak pada kekuatan rakyat dan nilai-nilai luhur.





.jpg)
