-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     

     


     



     

    Iklan

    Edukasi Triase IGD RSUD Arifin Nu’mang Prioritaskan Nyawa, Layani dengan Adil dan Profesional

    Satry Polang
    Kamis, 08 Januari 2026, Januari 08, 2026 WIB Last Updated 2026-01-09T07:33:44Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250

    Edukasi Triase IGD RSUD Arifin Nu’mang Prioritaskan Nyawa, Layani dengan Adil dan Profesional



    NARASIRAKYAT — Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Arifin Nu’mang terus memperkuat edukasi publik terkait sistem triase, sebagai fondasi utama pelayanan kegawatdaruratan yang cepat, tepat, dan berkeadilan. Melalui video edukatif yang disampaikan langsung oleh dr. Eka Septiani, dokter umum RSUD Arifin Nu’mang, masyarakat diajak memahami bahwa penanganan pasien di IGD didasarkan pada tingkat kegawatan medis, bukan urutan kedatangan.

    Dalam penjelasannya, dr. Eka Septiani menegaskan bahwa triase adalah sistem penilaian kondisi pasien untuk menentukan prioritas penanganan, terutama dalam situasi darurat dengan jumlah pasien yang tinggi. Sistem ini diterapkan secara profesional oleh tenaga kesehatan terlatih demi menyelamatkan sebanyak mungkin nyawa.

    “Di IGD RSUD Arifin Nu’mang, kami menilai pasien berdasarkan sistem triase kegawatdaruratan,” jelas dr. Eka dalam video edukasi tersebut.

    Triase di IGD RSUD Arifin Nu’mang dibagi ke dalam empat kategori utama, yakni triase merah, kuning, hijau, dan hitam. Setiap kategori memiliki kriteria medis yang jelas dan telah distandardisasi sesuai pedoman pelayanan kegawatdaruratan.

    Triase merah merupakan kondisi paling gawat yang mengancam nyawa dan membutuhkan pertolongan segera, seperti henti napas, henti jantung, cedera kepala berat, gangguan sirkulasi, serta kejang.
    Triase kuning adalah kondisi darurat namun tidak mengancam nyawa secara langsung, seperti patah tulang, demam tinggi, cedera kepala sedang, luka bakar berat, atau diare dengan dehidrasi.
    Triase hijau mencakup kondisi ringan yang tidak gawat dan tidak darurat, di mana pasien masih dapat mencari pertolongan sendiri, seperti demam ringan, batuk pilek, atau luka lecet.
    Sementara triase hitam ditetapkan pada kondisi yang sudah tidak dapat tertolong, seperti pasien yang telah meninggal dunia atau berada pada kondisi sangat parah tanpa harapan hidup.

    Manajemen RSUD Arifin Nu’mang menilai pemahaman masyarakat tentang sistem triase sangat penting agar pelayanan IGD dapat berjalan optimal, tertib, dan tetap mengedepankan nilai kemanusiaan.

    Lima Fakta Menarik tentang Sistem Triase di RSUD Arifin Nu’mang

    1. Berbasis standar kegawatdaruratan medis
      Penilaian triase dilakukan oleh tenaga kesehatan terlatih sesuai pedoman nasional dan klinis.

    2. Mengutamakan keselamatan pasien
      Prioritas penanganan ditentukan berdasarkan tingkat ancaman nyawa, bukan urutan kedatangan.

    3. Empat kategori jelas dan terukur
      Triase merah, kuning, hijau, dan hitam memiliki kriteria medis yang spesifik.

    4. Mendukung pelayanan yang adil dan profesional
      Sistem ini memastikan setiap pasien mendapatkan penanganan sesuai kebutuhannya.

    5. Edukasi publik sebagai bagian dari layanan
      RSUD Arifin Nu’mang aktif memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak terjadi salah persepsi di IGD.


    Melalui edukasi sistem triase, RSUD Arifin Nu’mang menegaskan komitmennya menghadirkan pelayanan kegawatdaruratan yang profesional, manusiawi, dan berorientasi pada penyelamatan nyawa. Dengan pemahaman bersama antara tenaga kesehatan dan masyarakat, IGD dapat berfungsi lebih optimal sebagai garda terdepan layanan kesehatan yang terpercaya.

    Komentar

    Tampilkan