![]() |
Komunitas Bangkit dari Masjid Sidrap Salurkan 40 Kasur untuk Santri Pondok Tahfidz Bunayyah Rappang |
NARASIRAKYAT — Kepedulian yang berangkat dari masjid kembali membuktikan daya hidupnya. Komunitas Bangkit dari Masjid (BDM) Sidrap, berkolaborasi dengan Pejuang Hijrah Makassar, menyalurkan 40 kasur untuk santri Pondok Tahfidz Bunayyah Rappang. Bantuan tersebut diberikan sebagai respons cepat atas kebutuhan mendesak para santri yang selama ini tidur beralaskan lantai.
Permintaan sederhana namun penuh makna itu sebenarnya telah disampaikan para santri sejak tahun 2023. Namun baru pada momentum ini, dengan izin Allah dan kekuatan doa para santri, harapan tersebut terwujud. Dalam waktu kurang dari empat hari, donasi berhasil dihimpun dan langsung disalurkan.
“Adik-adik santri minta kasur. Itu yang kami pusingkan. Biar adik-adik fokus menghafal, jangan lagi mikir tidur,” tutur Munaing, PJ BDM Sidrap.
Kolaborasi kemanusiaan ini melibatkan Daeng Uki, representasi Pejuang Hijrah Makassar, yang turut mengantarkan langsung bantuan ke pondok. Bagi BDM Sidrap, langkah ini bukan sekadar distribusi logistik, melainkan wujud komitmen untuk memastikan pendidikan Al-Qur’an berjalan dengan layak dan bermartabat.
Pengasuh Pondok Tahfidz Bunayyah Rappang, Ustadz Taufik, menjelaskan bahwa saat ini pondok membina 38 santri, terdiri dari 14 santri putra dan 24 santri putri. Mereka menetap di lokasi pondok dengan status menumpang dari orang-orang baik yang mengikhlaskan tempatnya. Selama ini, para santri tidur langsung di lantai tanpa alas kasur.
“Ini memang yang paling dibutuhkan. Anak-anak di sini mayoritas yatim dan dhuafa. Sebagai pimpinan, saya sangat berterima kasih kepada BDM Sidrap dan Pejuang Hijrah Makassar yang mau mengurusi kami,” ungkapnya penuh haru.
Momentum penyerahan bantuan juga menjadi ruang refleksi perjalanan hijrah. Daeng Uki membagikan kisah hidupnya yang menyentuh, tentang perubahan dan harapan.
“Saya ini baru lima tahun belajar mengaji. Dulu, jangankan mengaji, shalat saja sangat jarang. Sampai anak saya bilang, ‘Ayah kafir,’” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
“Kami ini hanya pengantar. Kami pernah salah, tapi ingin shaleh. Pernah nakal, tapi ingin beramal. Doa adik-adik santri inilah yang menguatkan,” lanjutnya.
Kegiatan penyerahan kasur diakhiri dengan doa bersama untuk para donatur dan orang-orang baik yang telah berkontribusi, dilanjutkan dengan buka puasa bersama santri. Suasana hangat penuh kekeluargaan menyelimuti pondok sederhana tersebut.
Di sela-sela kegiatan, terdengar suara polos yang menyentuh hati,
“Om, bisa minta bola om?” pinta salah seorang santri.
Permintaan itu pun dijawab penuh harap oleh relawan,
“Insya Allah kami antar untuk adik-adik. Doakan kami,” ujar mereka.
Lima Fakta Menarik dari Aksi BDM Sidrap
Respon Super Cepat
Donasi untuk 40 kasur terkumpul dalam waktu kurang dari empat hari.Permintaan Sejak 2023
Kebutuhan kasur telah lama disuarakan santri, baru terwujud tahun ini.Mayoritas Santri Yatim dan Dhuafa
Pondok membina 38 santri dengan kondisi ekonomi terbatas.Kolaborasi Lintas Komunitas
BDM Sidrap menggandeng Pejuang Hijrah Makassar sebagai mitra aksi.Masjid sebagai Pusat Gerakan Sosial
Gerakan ini lahir dari komunikasi, empati, dan nilai keislaman berbasis masjid.
Ketika doa santri bertemu dengan keikhlasan para dermawan, keajaiban pun hadir. Aksi BDM Sidrap dan Pejuang Hijrah Makassar menunjukkan bahwa perubahan tidak selalu dimulai dari program besar, tetapi dari mendengar kebutuhan paling sederhana. Dari kasur untuk santri, lahir harapan agar generasi penghafal Al-Qur’an dapat tumbuh dengan lebih layak, tenang, dan bermartabat.








