-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     


     


     


     

     





     


     


     


     

     



     

    Iklan

    Bupati Sidrap Menangis di HUT ke-682! Ini Kisah Ratusan Anak Putus Sekolah Lanjutkan Masa Depan Melalui Sekolah Rakyat Sidrap

    Satry Polang
    Senin, 16 Februari 2026, Februari 16, 2026 WIB Last Updated 2026-02-17T03:24:13Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250
    Bupati Sidrap Menangis di HUT ke-682! Ini Kisah Ratusan Anak Putus Sekolah Lanjutkan Masa Depan Melalui Sekolah Rakyat Sidrap


    NARASIRAKYAT, Sidrap, 16 Februari 2026 — Momentum peringatan Hari Ulang Tahun Daerah (HUTDA) ke-682 Kabupaten Sidenreng Rappang di Gedung DPRD Kabupaten Sidenreng Rappang menjadi saksi haru atas komitmen besar pemerintah daerah dalam membangun masa depan generasi kurang mampu melalui program Sekolah Rakyat.


    Di bawah kepemimpinan Bupati Syaharuddin Alrif, program Sekolah Rakyat—yang merupakan gagasan Presiden Prabowo Subianto—mulai dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat Kabupaten Sidenreng Rappang.


    Dalam pidatonya, Syaharuddin Alrif tampak terharu hingga menitikkan air mata. Ia menyampaikan optimismenya bahwa seluruh alumni Sekolah Rakyat Sidrap kelak akan menjadi generasi yang berhasil dan membanggakan daerah.

    “Anak-anak ini dulunya putus harapan. Hari ini mereka kembali punya masa depan. Insya Allah, mereka akan berhasil,” ungkapnya dengan suara bergetar.


    Saat ini, Sekolah Rakyat Sidrap telah berjalan untuk jenjang SD, SMP, dan SMA dengan total 200 siswa dari keluarga kurang mampu.

    Rincian anggaran tahap awal:

    • SMP: Rp11 miliar

    • SD dan SMA (sekolah rintisan): Rp2,3 miliar


    Sebelumnya, sebagian besar siswa tersebut merupakan anak-anak yang terancam putus sekolah. Kehadiran Sekolah Rakyat menjadi solusi konkret yang membuka kembali akses pendidikan bagi mereka.


    Menariknya, para siswa turut hadir langsung dalam peringatan HUTDA dan menunjukkan kebolehan mereka dengan memainkan drumband untuk menyambut tamu undangan. Penampilan itu menjadi simbol kebangkitan semangat dan rasa percaya diri.


    Bupati Syaharuddin Alrif juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sulaiman dan Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi Masse atas dukungan terhadap pembangunan Sekolah Rakyat Sidrap.


    Sebesar Rp265 miliar dialokasikan untuk pembangunan sekolah permanen di Kecamatan Kulo. Fasilitas tersebut dirancang untuk menampung hingga 1.000 siswa kurang mampu di Sidrap agar dapat kembali mengenyam pendidikan secara layak dan berkelanjutan.


    Langkah ini menjadi tonggak penting dalam sejarah pembangunan pendidikan daerah, sekaligus memperkuat komitmen pemerataan akses pendidikan.


    Sekolah Rakyat bukan sekadar program pendidikan. Ia adalah gerakan sosial yang memulihkan martabat dan masa depan anak-anak dari keluarga prasejahtera.


    Di tengah tantangan ekonomi dan ketimpangan akses pendidikan, kebijakan ini menjadi wujud nyata keberpihakan pemerintah kepada masyarakat kecil. Pendidikan diposisikan sebagai instrumen utama mobilitas sosial dan pengentasan kemiskinan jangka panjang.

    Air mata Bupati dalam pidatonya menjadi refleksi bahwa kebijakan ini bukan hanya administratif, tetapi juga emosional dan moral.


    Lima Fakta Menarik Sekolah Rakyat Sidrap

    1. 200 Siswa Sudah Aktif Bersekolah
      Jenjang SD, SMP, dan SMA telah berjalan.

    2. Anggaran Tahap Awal Mencapai Rp13,3 Miliar
      SMP Rp11 miliar, SD dan SMA rintisan Rp2,3 miliar.

    3. Pembangunan Permanen Rp265 Miliar di Kulo
      Siap menampung hingga 1.000 siswa kurang mampu.

    4. Siswa Tampil di HUTDA ke-682
      Drumband menjadi simbol kebangkitan dan percaya diri.

    5. Kolaborasi Pusat–Provinsi–Daerah
      Program selaras dengan gagasan nasional dan didukung Pemprov Sulsel.


    Di usia ke-682, Sidrap tidak hanya merayakan sejarahnya, tetapi juga menulis babak baru tentang keberpihakan kepada generasi masa depan. Sekolah Rakyat menjadi bukti bahwa pendidikan adalah jembatan menuju harapan.


    Dari Gedung DPRD hingga Kecamatan Kulo, dari 200 siswa hingga target 1.000 anak kurang mampu, Sidrap sedang membangun fondasi peradaban melalui pendidikan.


    Air mata haru Bupati Syaharuddin Alrif menjadi simbol keyakinan: tidak ada anak Sidrap yang boleh kehilangan masa depan.

    Komentar

    Tampilkan