-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     

     



     

    Iklan

    Harga Gabah Disepakati Rp6.800! Sidrap Satukan Petani, Perpadi, dan Bulog

    Satry Polang
    Sabtu, 07 Februari 2026, Februari 07, 2026 WIB Last Updated 2026-02-07T15:08:36Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250

    Harga Gabah Disepakati Rp6.800! Sidrap Satukan Petani, Perpadi, dan Bulog



    NARASIRAKYAT — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) memperkuat tata kelola sektor pertanian melalui rapat koordinasi lintas pemangku kepentingan bersama Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras Indonesia (Perpadi), petani, dan Bulog, Kamis malam, 5 Februari 2026. Rapat yang dipimpin langsung Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif ini digelar di Aula Saromase Kompleks SKPD, Kelurahan Batu Lappa, Kecamatan Watang Pulu.


    Pertemuan strategis tersebut membahas penguatan tata niaga gabah dan beras, mekanisme pembelian gabah petani, serta target serapan Bulog musim tanam 2025/2026. Tujuannya jelas: menciptakan panen yang tertib, harga yang transparan, serta perlindungan pendapatan petani sekaligus kepastian usaha bagi pelaku industri perberasan.


    Rapat ini lahir dari dinamika nyata di lapangan—mulai dari praktik penimbangan, waktu panen, hingga potongan timbangan—yang selama ini kerap menimbulkan perbedaan persepsi. Dengan menghadirkan petani, penggilingan, Bulog, serta unsur TNI–Polri, Pemkab Sidrap memastikan kebijakan yang disepakati berbasis pengalaman lapangan dan dapat diterapkan secara konsisten.


    Hasil rapat melahirkan enam kesepakatan teknis untuk musim tanam 2026 yang disepakati bersama:

    1. Timbangan wajib dikalibrasi untuk menjamin akurasi.

    2. Timbangan disiapkan oleh kelompok tani sebagai bentuk kemandirian.

    3. Panen dilakukan di atas pukul 10.00 Wita demi mutu gabah.

    4. Panen dilaksanakan saat umur tanaman memenuhi syarat.

    5. Potongan maksimal 2 kg pada cuaca normal; kondisi tidak normal dibahas dengan pedagang.

    6. Harga gabah disepakati Rp6.500–Rp6.800/kg.

    Kesepakatan ini mencerminkan penerapan standar teknis pertanian yang berorientasi mutu dan keadilan pasar.


    Rapat dihadiri Ketua DPRD Sidrap Tahyuddin Masse, Sekda Andi Rahmat Saleh, Ketua Perpadi Sidrap Hasnawi, Ketua KTNA Sidrap Abdul Samad, pimpinan Bulog Cabang Sidrap, perwakilan Polres Sidrap dan Dandim 1420 Sidrap, serta jajaran kepala OPD terkait. Kehadiran lintas institusi ini menegaskan otoritas kebijakan Pemkab Sidrap dalam mengorkestrasi tata niaga pertanian yang terintegrasi.


    Bupati Syaharuddin Alrif menegaskan,

    “Kita ingin petani terlindungi, harga stabil, dan serapan Bulog optimal. Semua pihak harus jalan seiring.”

    Ia juga mengajak pemerintah, TNI, dan Polri untuk terus melakukan pendampingan lapangan agar kesepakatan berjalan konsisten.


    Dalam forum tersebut, Bupati memaparkan capaian pertanian Sidrap berbasis data:

    • Produksi GKP 2025: 679.772 ton, naik 129.464 ton dari 2024 (534.355 ton).

    • Harga rata-rata GKP: naik dari Rp4.800/kg (2024) menjadi Rp6.800/kg (2025).

    • Nilai ekonomi produksi: meningkat dari Rp2,56 triliun menjadi Rp4,62 triliun.

    • Produksi beras 2025: 326.933 ton, naik 69.937 ton atau 27,21% dari 2024.

    Data ini memperkuat kepercayaan bahwa kebijakan berbasis kolaborasi berdampak nyata pada kesejahteraan petani.


    Lima Fakta Menarik Rapat Koordinasi Pertanian Sidrap

    1. Harga gabah disepakati bersama lintas pelaku untuk mencegah spekulasi.

    2. Kalibrasi timbangan diwajibkan, menjamin keadilan transaksi.

    3. Panen diatur waktunya demi kualitas gabah yang optimal.

    4. Serapan Bulog jadi fokus utama menjaga stabilitas harga.

    5. Lonjakan nilai ekonomi pertanian Sidrap tembus Rp4,62 triliun pada 2025.


    Kolaborasi Pemkab Sidrap, petani, Perpadi, Bulog, serta unsur pengamanan menjadi bukti bahwa pertanian maju lahir dari kebersamaan. Dengan panen yang tertib dan harga yang jelas, Sidrap tidak hanya menguatkan kesejahteraan petani, tetapi juga memperkokoh perannya sebagai lumbung pangan strategis dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.

    Komentar

    Tampilkan