![]() |
LDNU PCNU Sidrap Gelar Ajang Kreasi Naskah Dakwah Bugis, Wadah Lahirkan Dai Berbasis Kearifan Lokal |
NARASIRAKYAT — Dalam upaya memperkuat dakwah berbasis kearifan lokal, Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) PCNU Kabupaten Sidenreng Rappang resmi menggelar Ajang Kreasi Naskah Dakwah Bugis. Kegiatan ini menjadi ruang ekspresi intelektual dan spiritual bagi warga Nahdliyyin yang ingin berkontribusi melalui karya tulis dakwah berbahasa Bugis.
Program ini diselenggarakan oleh Nahdlatul Ulama melalui Lembaga Dakwah di bawah naungan PCNU Sidrap, sebagai bagian dari komitmen menjaga tradisi Ahlus Sunnah Wal Jamaah serta merawat nilai budaya lokal dalam syiar Islam.
Ajang ini bukan sekadar lomba, tetapi gerakan literasi dakwah yang meneguhkan identitas keislaman dan kebudayaan Bugis Naskah yang terpilih nantinya akan diterbitkan dalam Buku Profil & Naskah Dakwah LDNU, sekaligus menjadi referensi bagi para dai di berbagai majelis dan mimbar.
Kategori dan Persyaratan Naskah
Ajang ini terbuka untuk Keluarga Besar Nahdlatul Ulama dengan kategori:
Ceramah
Khutbah Jumat
Khutbah Idul Fitri
Khutbah Idul Adha
Persyaratan Utama:
Berfaham Ahlus Sunnah Wal Jamaah (An-Nahdiyyah)
Menggunakan Bahasa Bugis yang komunikatif
Durasi penyampaian 10–25 menit
Memuat ayat Al-Qur’an, hadis, dan qaul ulama
Mengandung nilai Pappaseng Ogi
Karya orisinal
Format Microsoft Word
Timeline dan Mekanisme Pengumpulan
Batas Pengumpulan Naskah: 20 Maret 2026
Pengumuman: 1 April 2026
Link Upload: https://forms.gle/NPB9evuuZSgFqYqKA
Contact Person: 0823-4499-5041
Sebanyak 10 naskah terbaik akan memperoleh uang tunai Rp300.000 serta diterbitkan secara resmi oleh LDNU.
Lima Fakta Menarik Ajang Kreasi Naskah Dakwah Bugis
Mengangkat Bahasa Bugis sebagai Media Dakwah Resmi — Menguatkan identitas lokal dalam syiar Islam.
Memadukan Al-Qur’an, Hadis, dan Pappaseng Ogi — Dakwah religius sekaligus kultural.
Diterbitkan dalam Buku Resmi LDNU — Memberikan legitimasi karya peserta.
Berhadiah dan Bernilai Edukatif — Tidak hanya kompetisi, tetapi investasi literasi dakwah.
Momentum Konsolidasi Nahdliyyin Sidrap — Mempererat ukhuwah dan soliditas organisasi.
Ajang ini menjadi bukti bahwa dakwah tidak hanya disampaikan lewat lisan, tetapi juga melalui pena yang sarat makna. Di tengah tantangan zaman, merawat tradisi dan bahasa daerah adalah bagian dari menjaga warisan peradaban.
Bagi warga Nahdliyyin, ini bukan sekadar lomba, melainkan panggilan untuk berkontribusi membangun umat dengan nilai keilmuan, kebudayaan, dan akhlak mulia.


















