![]() |
Baznas Sidrap Salurkan Zakat Pemberdayaan UMKM, Bukti Nyata Zakat Dorong Kemandirian Ekonomi |
NARASIRAKYAT — Momentum bulan suci Ramadan kembali dimaknai dengan aksi nyata kepedulian sosial. Pada 17 Maret 2026, Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) menggelar pendistribusian zakat pemberdayaan UMKM dengan total bantuan mencapai Rp210 juta kepada 70 mustahik yang telah melalui proses verifikasi dan survei lapangan.
Kegiatan ini menjadi salah satu program strategis dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sejalan dengan visi pembangunan daerah.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh para donatur, yakni H. Sultan bersama istri Hj. Sarah, yang dikenal sebagai donatur rutin dalam program pengembangan zakat di Sidrap.
Dari Rp10 Juta hingga Ratusan Juta: Bukti Konsistensi Zakat Produktif
Ketua Baznas Sidrap, H. Mustari Sede, dalam keterangannya menyampaikan bahwa program ini berawal dari skala kecil.
“Awalnya hanya Rp10 juta, namun seiring kepercayaan dan dukungan para donatur, jumlahnya terus meningkat hingga saat ini mencapai ratusan juta rupiah,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh penerima bantuan merupakan mustahik yang benar-benar layak, setelah melalui proses survei langsung oleh tim Baznas di lapangan. Hal ini menjadi bentuk komitmen dalam menjaga akuntabilitas dan kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat.
Apresiasi untuk Donatur Loyal, Dorong Ekosistem Zakat Berkelanjutan
Dedikasi para donatur mendapat apresiasi langsung dari Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, yang memberikan penghargaan atas kontribusi dan loyalitas mereka dalam pengembangan zakat.
Penghargaan tersebut menjadi simbol penting bahwa kolaborasi antara pemerintah, lembaga zakat, dan masyarakat mampu menghadirkan dampak nyata bagi kesejahteraan umat.
Zakat Bukan Sekadar Bantuan, Tapi Jalan Kemandirian
Program ini tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan konsumtif, melainkan mengarah pada pemberdayaan ekonomi produktif. Para mustahik diharapkan mampu mengembangkan usaha mereka sehingga secara bertahap bertransformasi menjadi mandiri secara ekonomi.
Ketua Baznas juga mengajak masyarakat luas untuk menyalurkan zakat melalui Baznas Sidrap agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas dan tepat sasaran.
“Banyak jenis bantuan yang telah disentuh melalui program Baznas. Kami berharap semakin banyak masyarakat yang mempercayakan zakatnya melalui lembaga resmi,” tambahnya.
Doa dan Harapan: Berkah untuk Donatur, Kemandirian untuk Mustahik
Dalam kegiatan tersebut, Pimpinan Baznas, Dr. Wahidin Ar Rafany, memimpin doa bersama dengan harapan besar terhadap keberlanjutan program ini.
Ia mendoakan agar para donatur senantiasa diberikan keberkahan rezeki, sementara para mustahik mampu mengembangkan usahanya dan meningkatkan taraf hidup.
“Semoga bantuan ini menjadi jalan menuju kemandirian ekonomi, sesuai dengan visi Pemerintah Daerah Sidrap,” ujarnya.
Lima Fakta Menarik Penyaluran Zakat UMKM Baznas Sidrap
1. Total Bantuan Capai Rp210 Juta
Dana zakat produktif disalurkan kepada 70 mustahik pelaku UMKM.
2. Berawal dari Program Kecil
Donatur menyalurkan awalnya hanya bernilai Rp10 juta dan terus berkembang setiap tahun.
3. Donatur Rutin dan Loyal
H. Sultan dan Hj. Sarah menjadi donatur konsisten yang berkontribusi besar.
4. Seleksi Ketat Mustahik
Penerima bantuan telah melalui survei langsung untuk memastikan kelayakan.
5. Fokus pada Kemandirian Ekonomi
Zakat diarahkan untuk pemberdayaan usaha, bukan sekadar bantuan konsumtif.
Sinergi Pemerintah dan Baznas Wujudkan Kesejahteraan
Kegiatan ini turut dihadiri oleh seluruh pimpinan Baznas Sidrap, unsur pemerintah daerah, serta pihak terkait lainnya. Sinergi ini menjadi bukti bahwa program zakat dapat menjadi instrumen penting dalam mendukung program pemerintah daerah, khususnya dalam pengentasan kemiskinan dan penguatan ekonomi masyarakat.
Harapan Bupati Sidrap terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program Baznas pun terus diupayakan untuk diwujudkan secara nyata di lapangan.
Di tengah berbagai tantangan ekonomi, zakat hadir bukan hanya sebagai kewajiban, tetapi juga sebagai solusi. Apa yang dilakukan Baznas Sidrap menunjukkan bahwa ketika kepercayaan, kepedulian, dan pengelolaan yang amanah bersatu, maka zakat mampu menjadi kekuatan besar dalam membangun kemandirian umat.
Ramadan menjadi momentum terbaik untuk berbagi dan memperluas manfaat. Dari tangan para donatur, harapan baru lahir bagi para pelaku UMKM untuk bangkit dan berkembang.
Dan dari langkah kecil yang konsisten, perubahan besar untuk kesejahteraan masyarakat pun perlahan terwujud.










