-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     


     

     



     

    Iklan

    Riset UMS Rappang Ungkap Peta Digital Pariwisata Sulsel, Dorong Kebijakan Berbasis Data

    Satry Polang
    Selasa, 07 April 2026, April 07, 2026 WIB Last Updated 2026-04-07T08:43:44Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250

    Riset UMS Rappang Ungkap Peta Digital Pariwisata Sulsel, Dorong Kebijakan Berbasis Data



    NARASIRAKYAT.ID, 7 April 2026 — Komitmen menghadirkan riset yang berdampak nyata kembali ditunjukkan oleh Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang). Melalui dukungan program hibah Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah lewat skema RisetMu Batch IX Tahun 2025, tim peneliti kampus ini sukses mendiseminasikan hasil riset bertajuk Smart Tourism Analytics.


    Penelitian ini mengangkat tema strategis: analisis media sosial untuk pemetaan daya tarik destinasi serta formulasi kebijakan pariwisata berkelanjutan di Sulawesi Selatan.


    Membaca Pariwisata dari Jejak Digital (Experience)

    Dalam kegiatan diseminasi, tim peneliti memaparkan bagaimana media sosial kini menjadi “peta baru” dalam membaca kekuatan destinasi wisata.


    Riset yang diketuai oleh Hardianti bersama anggota Sandi Lubis ini menemukan bahwa percakapan digital publik mampu mengungkap:

    • Tingkat popularitas destinasi

    • Persepsi dan pengalaman wisatawan

    • Keterhubungan antar lokasi wisata


    Temuan menunjukkan bahwa wilayah seperti Maros, Bulukumba, Pangkep, dan Gowa menjadi pusat percakapan digital yang kuat, sementara daerah lain masih minim eksposur.


    Dari Data Sosial Media ke Kebijakan Nyata 

    Penelitian ini menggunakan pendekatan smart tourism analytics, yang mengolah interaksi pengguna media sosial untuk:


    • Mengidentifikasi tema dominan wisata

    • Menganalisis sentimen publik

    • Menyusun rekomendasi kebijakan berbasis bukti


    Hasilnya, narasi wisata Sulawesi Selatan didominasi oleh tema:
    alam dan ekowisata
    pegunungan dan karst
    pesisir dan wisata bahari


    Mayoritas sentimen bersifat positif, namun tetap ditemukan catatan penting terkait:

    • Aksesibilitas

    • Kualitas layanan

    • Pengelolaan destinasi


    Penguatan Peran Akademisi dalam Kebijakan 

    Ketua tim, Hardianti, menegaskan bahwa media sosial kini bukan sekadar alat promosi, tetapi telah menjadi ruang pembentukan persepsi publik yang sangat menentukan daya tarik destinasi.


    Sementara Sandi Lubis menambahkan bahwa pendekatan ini memungkinkan pemerintah:

    • Mengidentifikasi destinasi unggulan

    • Menemukan potensi yang belum terekspos

    • Menyusun strategi promosi yang lebih tepat sasaran


    Hasil riset ini juga akan dituangkan dalam policy brief sebagai bahan rekomendasi bagi pemerintah daerah.


    Kolaborasi Jadi Kunci Pariwisata Berkelanjutan

    Dalam forum diseminasi, pegiat sosial pariwisata turut mengapresiasi hasil penelitian ini. Ia menilai bahwa riset tersebut sangat relevan dengan kebutuhan lapangan, terutama dalam mendorong pemerataan destinasi wisata.


    Pengembangan pariwisata dinilai tidak bisa berjalan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi antara:

    • Pemerintah

    • Akademisi

    • Komunitas

    • Pelaku promosi digital

    • Pengelola destinasi


    Dari Kampus untuk Pembangunan Daerah

    Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa riset akademik dapat memberikan kontribusi langsung bagi pembangunan daerah.


    Melalui dukungan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, UMS Rappang tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga menghadirkan solusi konkret berbasis data.


    5 Fakta Menarik Riset Smart Tourism UMS Rappang

    1.  Menggunakan analisis media sosial untuk memetakan destinasi wisata

    2. Wilayah Maros, Bulukumba, Pangkep, dan Gowa dominan di percakapan digital

    3. Sentimen wisatawan cenderung positif, namun ada catatan perbaikan layanan

    4. Hasil riset akan disusun dalam bentuk policy brief untuk pemerintah

    5. Bagian dari program nasional RisetMu Batch IX 2025


    Riset ini menegaskan satu hal penting: di era digital, kekuatan sebuah destinasi tidak hanya terletak pada keindahan alamnya, tetapi juga pada bagaimana cerita tentangnya hidup di ruang publik. Dari kampus di daerah, lahir inovasi yang mampu membaca masa depan pariwisata. Ketika data, teknologi, dan kepedulian bertemu—di situlah pariwisata berkelanjutan menemukan arah barunya.

    Komentar

    Tampilkan