![]() |
Riset UMS Rappang Ungkap Peta Digital Pariwisata Sulsel, Dorong Kebijakan Berbasis Data |
NARASIRAKYAT.ID, 7 April 2026 — Komitmen menghadirkan riset yang berdampak nyata kembali ditunjukkan oleh Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang). Melalui dukungan program hibah Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah lewat skema RisetMu Batch IX Tahun 2025, tim peneliti kampus ini sukses mendiseminasikan hasil riset bertajuk Smart Tourism Analytics.
Penelitian ini mengangkat tema strategis: analisis media sosial untuk pemetaan daya tarik destinasi serta formulasi kebijakan pariwisata berkelanjutan di Sulawesi Selatan.
Membaca Pariwisata dari Jejak Digital (Experience)
Dalam kegiatan diseminasi, tim peneliti memaparkan bagaimana media sosial kini menjadi “peta baru” dalam membaca kekuatan destinasi wisata.
Riset yang diketuai oleh Hardianti bersama anggota Sandi Lubis ini menemukan bahwa percakapan digital publik mampu mengungkap:
Tingkat popularitas destinasi
Persepsi dan pengalaman wisatawan
Keterhubungan antar lokasi wisata
Temuan menunjukkan bahwa wilayah seperti Maros, Bulukumba, Pangkep, dan Gowa menjadi pusat percakapan digital yang kuat, sementara daerah lain masih minim eksposur.
Dari Data Sosial Media ke Kebijakan Nyata
Penelitian ini menggunakan pendekatan smart tourism analytics, yang mengolah interaksi pengguna media sosial untuk:
Mengidentifikasi tema dominan wisata
Menganalisis sentimen publik
Menyusun rekomendasi kebijakan berbasis bukti
Hasilnya, narasi wisata Sulawesi Selatan didominasi oleh tema:
alam dan ekowisata
pegunungan dan karst
pesisir dan wisata bahari
Mayoritas sentimen bersifat positif, namun tetap ditemukan catatan penting terkait:
Aksesibilitas
Kualitas layanan
Pengelolaan destinasi
Penguatan Peran Akademisi dalam Kebijakan
Ketua tim, Hardianti, menegaskan bahwa media sosial kini bukan sekadar alat promosi, tetapi telah menjadi ruang pembentukan persepsi publik yang sangat menentukan daya tarik destinasi.
Sementara Sandi Lubis menambahkan bahwa pendekatan ini memungkinkan pemerintah:
Mengidentifikasi destinasi unggulan
Menemukan potensi yang belum terekspos
Menyusun strategi promosi yang lebih tepat sasaran
Hasil riset ini juga akan dituangkan dalam policy brief sebagai bahan rekomendasi bagi pemerintah daerah.
Kolaborasi Jadi Kunci Pariwisata Berkelanjutan
Dalam forum diseminasi, pegiat sosial pariwisata turut mengapresiasi hasil penelitian ini. Ia menilai bahwa riset tersebut sangat relevan dengan kebutuhan lapangan, terutama dalam mendorong pemerataan destinasi wisata.
Pengembangan pariwisata dinilai tidak bisa berjalan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi antara:
Pemerintah
Akademisi
Komunitas
Pelaku promosi digital
Pengelola destinasi
Dari Kampus untuk Pembangunan Daerah
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa riset akademik dapat memberikan kontribusi langsung bagi pembangunan daerah.
Melalui dukungan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, UMS Rappang tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga menghadirkan solusi konkret berbasis data.
5 Fakta Menarik Riset Smart Tourism UMS Rappang
Menggunakan analisis media sosial untuk memetakan destinasi wisata
Wilayah Maros, Bulukumba, Pangkep, dan Gowa dominan di percakapan digital
Sentimen wisatawan cenderung positif, namun ada catatan perbaikan layanan
Hasil riset akan disusun dalam bentuk policy brief untuk pemerintah
Bagian dari program nasional RisetMu Batch IX 2025
Riset ini menegaskan satu hal penting: di era digital, kekuatan sebuah destinasi tidak hanya terletak pada keindahan alamnya, tetapi juga pada bagaimana cerita tentangnya hidup di ruang publik. Dari kampus di daerah, lahir inovasi yang mampu membaca masa depan pariwisata. Ketika data, teknologi, dan kepedulian bertemu—di situlah pariwisata berkelanjutan menemukan arah barunya.


















