![]() |
UMS Rappang Siapkan Mahasiswa Tembus Program Kreativitas Mahasiswa Nasional dengan Ide Brilian |
NARASIRAKYAT.ID — Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak mahasiswa berdaya saing nasional melalui penguatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).
Sebagai bagian dari strategi akademik berbasis inovasi, kampus ini menggelar coaching clinic PKM yang diikuti puluhan mahasiswa lintas program studi, Sabtu (4/4/2026), di Lantai 3 Gedung Rektorat.
Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kualitas proposal mahasiswa agar mampu bersaing dalam seleksi nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Fokus pada Kualitas, Bukan Sekadar Kuantitas
Dalam coaching clinic tersebut, mahasiswa mempresentasikan berbagai ide inovatif, mulai dari pelestarian budaya lokal hingga pemanfaatan teknologi modern berbasis Artificial Intelligence (AI).
Penanggung jawab PKM UMS Rappang, Isumarni, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan tahap awal dari pembinaan berkelanjutan.
“Ini adalah coaching clinic tahap pertama. Selanjutnya akan ada pembinaan lanjutan dengan menghadirkan narasumber yang lebih ahli,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi ajang pemetaan kesiapan tim mahasiswa sebelum masuk tahap pengusulan proposal secara resmi.
Dari Kecapi hingga AI: Ide Lokal Berwawasan Global
Salah satu ide menarik datang dari mahasiswa yang mengangkat pelestarian musik tradisional kecapi di Kabupaten Sidenreng Rappang.
Mahasiswa peserta, Arma Haris, menilai bahwa kesenian tersebut mulai ditinggalkan generasi muda.
“Musik kecapi di Sidrap sudah mulai menghilang. Karena itu, kami ingin mengemasnya lebih modern agar generasi Z tertarik kembali,” ungkapnya.
Di sisi lain, pendekatan berbasis teknologi juga hadir melalui riset sosial yang mengkaji penggunaan AI dalam dunia pendidikan.
Mahasiswa Nurbina Utami mengangkat topik persepsi generasi Z terhadap penggunaan AI seperti ChatGPT dan Gemini.
Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Sidenreng Rappang untuk melihat sisi positif dan negatif penggunaan teknologi dalam pembelajaran.
“Kami ingin melihat bagaimana persepsi penggunaan AI, baik dari sisi manfaat maupun risikonya,” jelasnya.
Pembinaan Terstruktur Menuju Level Nasional
Sebanyak sekitar 20 mahasiswa yang tergabung dalam beberapa tim (3–5 orang) mengikuti kegiatan ini. Menariknya, hampir seluruh program studi di UMS Rappang telah terlibat.
Isumarni menegaskan, target utama bukan hanya peningkatan jumlah proposal, tetapi juga kualitas yang mampu menembus seleksi nasional hingga Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas).
“Harapannya, tidak hanya jumlah proposal meningkat, tetapi juga ada yang berhasil lolos hingga Pimnas,” tegasnya.
5 Fakta Menarik Coaching Clinic PKM UMS Rappang
Diikuti mahasiswa lintas program studi, menunjukkan kolaborasi multidisiplin
Mengangkat isu lokal (kecapi) hingga global (AI dalam pendidikan)
Fokus utama pada peningkatan kualitas proposal, bukan sekadar jumlah
Pembinaan dilakukan bertahap dengan rencana menghadirkan pakar nasional
Target besar: tembus pendanaan PKM hingga ajang Pimnas
Dari ruang kelas hingga panggung nasional, langkah kecil mahasiswa UMS Rappang kini mulai terarah. Ide-ide yang lahir dari kegelisahan lokal—seperti pelestarian kecapi—hingga refleksi global—seperti penggunaan AI—menjadi bukti bahwa inovasi tidak mengenal batas.
Jika konsistensi ini terus dijaga, bukan tidak mungkin nama UMS Rappang akan semakin dikenal di kancah nasional, bahkan internasional, sebagai kampus yang melahirkan generasi inovatif dan solutif.


















