![]() |
BPBD Sidrap Catat 4 Kejadian Bencana Selama April 2026, Masyarakat Diminta Waspada Cuaca Ekstrem |
NARASIRAKYAT.ID — BPBD Kabupaten Sidenreng Rappang merilis laporan rekapitulasi kejadian bencana selama periode April 2026.
Berdasarkan data yang dihimpun Pusdalops PB BPBD Sidrap, tercatat sebanyak empat kejadian bencana terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Sidenreng Rappang.
Kejadian tersebut terdiri dari tiga bencana cuaca ekstrem berupa angin kencang dan satu insiden kebakaran rumah yang menyebabkan kerusakan bangunan serta berdampak pada masyarakat.
Laporan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana.
Tiga Kecamatan Dilanda Cuaca Ekstrem
Berdasarkan data BPBD Sidrap, tiga kejadian cuaca ekstrem terjadi di wilayah berbeda sepanjang April 2026. Kejadian pertama terjadi di wilayah Lainungan, Kecamatan Watang Pulu pada 25 April 2026.
Di hari yang sama, angin kencang juga dilaporkan terjadi di wilayah Lalebata, Kecamatan Panca Rijang. Sementara satu kejadian lainnya terjadi di wilayah Majelling, Kecamatan Maritengngae pada 27 April 2026. Cuaca ekstrem tersebut menyebabkan sejumlah rumah mengalami kerusakan ringan hingga berat akibat terpaan angin kencang.
Kebakaran Rumah Terjadi di Panca Lautang
Selain cuaca ekstrem, BPBD Sidrap juga mencatat satu kejadian kebakaran rumah yang terjadi di wilayah Bapangi, Kecamatan Panca Lautang pada 30 April 2026.
Insiden tersebut mengakibatkan kerusakan pada bangunan rumah warga dan menjadi salah satu perhatian serius dalam laporan kebencanaan bulan April.
Pemerintah terus mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya yang berkaitan dengan instalasi listrik rumah tangga.
Dampak Bencana: Warga Luka dan Mengungsi
Dari total empat kejadian bencana yang tercatat, BPBD Sidrap melaporkan adanya dampak terhadap masyarakat dan infrastruktur.
Data menunjukkan:
1 orang mengalami luka-luka
2 orang mengungsi
1 unit rumah mengalami rusak berat
3 unit rumah mengalami rusak ringan
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, pemerintah daerah tetap menilai kejadian tersebut perlu menjadi perhatian bersama, terutama dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana alam dan nonalam.
Kalaksa BPBD Sidrap Imbau Masyarakat Tetap Waspada
Kepala Pelaksana BPBD Sidrap, Patriadi, mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi sewaktu-waktu.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan instalasi listrik di rumah untuk mencegah terjadinya kebakaran.
Menurutnya, kesiapsiagaan masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan daerah yang tangguh bencana.
“Kesadaran dan kesiapan masyarakat sangat penting dalam meminimalisir risiko bencana. Mari bersama membangun budaya siaga dan peduli lingkungan,” ujarnya.
BPBD Perkuat Upaya Mitigasi dan Edukasi
Selain penanganan bencana, BPBD Sidrap juga terus memperkuat edukasi kebencanaan kepada masyarakat melalui sosialisasi, pemetaan risiko, dan penyebaran informasi dini.
Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat lebih memahami cara menghadapi situasi darurat dan mampu mengambil tindakan cepat ketika terjadi bencana.
Pemerintah daerah berharap sinergi antara masyarakat dan instansi terkait dapat memperkuat ketahanan daerah menghadapi berbagai potensi bencana di masa mendatang.
Lima Fakta Menarik Rekap Bencana Sidrap April 2026
1. Tercatat 4 Kejadian Bencana
BPBD Sidrap mencatat empat kejadian selama April 2026.
2. Dominasi Cuaca Ekstrem
Tiga kejadian berupa angin kencang terjadi di beberapa kecamatan.
3. Kebakaran Terjadi di Panca Lautang
Satu rumah warga dilaporkan terbakar pada akhir April.
4. Ada Warga Luka dan Mengungsi
Bencana menyebabkan korban luka dan warga harus mengungsi.
5. BPBD Tekankan Kesiapsiagaan Masyarakat
Pemda terus mendorong budaya daerah tangguh bencana.
Ketika Kesiapsiagaan Menjadi Kunci Keselamatan
Bencana dapat datang tanpa diduga, baik melalui cuaca ekstrem maupun insiden kebakaran yang mengancam keselamatan masyarakat.
Karena itu, kesiapsiagaan dan kesadaran bersama menjadi benteng utama dalam mengurangi risiko dan dampak bencana.
Melalui laporan dan edukasi yang terus dilakukan BPBD Sidrap, diharapkan masyarakat semakin peduli terhadap lingkungan, lebih waspada menghadapi perubahan cuaca, dan siap membangun daerah yang tangguh terhadap bencana.
Salam tangguh, salam kemanusiaan.








