![]() |
Tangis Haru Kadir Pecah di DPRD Sidrap, Fraksi NasDem Serahkan Bantuan Kaki Palsu |
NARASIRAKYAT.ID — Senyum haru bercampur rasa syukur terpancar dari wajah Kadir (56), warga Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), saat menerima bantuan kaki palsu dari Fraksi NasDem DPRD Sidrap, Jumat (8/5/2026).
Penyerahan bantuan berlangsung di Gedung DPRD Sidrap dan diserahkan langsung oleh Ketua DPRD Sidrap, Takyuddin Masse, didampingi Ketua Fraksi NasDem DPRD Sidrap, H. Bahrul Appas, bersama Andi Tenri Sangka yang akrab disapa Koboy dari Timur serta Tahir Umar dari Partai Perindo.
Momentum tersebut berlangsung penuh haru dan menjadi perhatian banyak pihak yang hadir di lokasi.
Kadir diketahui menjalani kehidupan sederhana bersama keponakannya setelah kehilangan istri dan anaknya. Di tengah keterbatasan ekonomi, kondisi kesehatannya juga semakin menurun setelah mengalami amputasi kaki akibat komplikasi penyakit diabetes yang dideritanya sejak dua tahun terakhir.
Keponakan Kadir, Syarifuddin, menjelaskan bahwa pamannya sejak lahir memang memiliki keterbatasan fisik karena tidak memiliki telapak kaki. Namun kondisi kesehatannya semakin memburuk setelah terserang penyakit gula hingga harus menjalani amputasi.
“Dari lahir memang tidak ada telapak kaki, kemudian kena penyakit gula dan diamputasi sejak dua tahun lalu,” ungkap Syarifuddin.
Bagi keluarga, bantuan kaki palsu tersebut menjadi harapan baru agar Kadir dapat kembali beraktivitas dengan lebih mandiri dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Ketua Fraksi NasDem DPRD Sidrap, H. Bahrul Appas, mengatakan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial terhadap masyarakat yang membutuhkan perhatian, khususnya penyandang disabilitas dan warga kurang mampu.
Menurutnya, kehadiran negara dan wakil rakyat harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang sedang mengalami kesulitan hidup.
“Ini bentuk kepedulian sosial dan semoga bantuan ini bisa memberi manfaat serta semangat baru bagi penerima. Ini sudah yang kedua kali kita berikan bantuan kaki palsu kepada masing-masing penerima,” ujar Bahrul Appas.
Ia berharap bantuan tersebut tidak hanya membantu secara fisik, tetapi juga menjadi penyemangat bagi Kadir agar tetap kuat menjalani kehidupan.
Suasana penyerahan bantuan berlangsung emosional. Kadir tampak tidak mampu menyembunyikan rasa syukur dan harunya atas perhatian yang diberikan kepadanya.
Bagi pria yang selama ini hidup dalam keterbatasan mobilitas, bantuan kaki palsu itu bukan sekadar alat bantu, melainkan simbol harapan baru untuk kembali menjalani aktivitas dengan lebih baik.
Kehadiran para pimpinan DPRD dan tokoh masyarakat dalam penyerahan bantuan tersebut juga menjadi bukti bahwa kepedulian sosial masih tumbuh kuat di tengah masyarakat Sidrap.
Bantuan itu pun mendapat apresiasi dari keluarga dan warga sekitar yang berharap semakin banyak pihak tergerak membantu masyarakat kurang mampu dan penyandang disabilitas lainnya.
Lima Fakta Menarik dari Bantuan Kaki Palsu untuk Kadir
1. Kadir Tinggal Bersama Keponakannya
Ia hidup sederhana setelah ditinggal istri dan anaknya.
2. Mengalami Amputasi Akibat Diabetes
Kadir harus menjalani amputasi kaki sejak dua tahun terakhir akibat komplikasi penyakit gula.
3. Bantuan Diserahkan Langsung di DPRD Sidrap
Penyerahan dilakukan langsung oleh Ketua DPRD Sidrap bersama Fraksi NasDem.
4. NasDem Sudah Dua Kali Berikan Bantuan Serupa
Fraksi NasDem mengaku bantuan kaki palsu ini bukan yang pertama kali diberikan kepada warga.
5. Jadi Simbol Kepedulian Sosial
Bantuan tersebut diharapkan mampu membantu penyandang disabilitas hidup lebih mandiri.
Kepedulian Kecil yang Menghadirkan Harapan Besar
Di tengah kerasnya kehidupan, perhatian sederhana sering kali menjadi kekuatan besar bagi mereka yang sedang berjuang.
Bantuan kaki palsu yang diterima Kadir bukan hanya tentang alat bantu berjalan, tetapi juga tentang hadirnya rasa peduli, empati, dan harapan di tengah keterbatasan hidup.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa kemanusiaan akan selalu menemukan jalannya ketika kepedulian tumbuh bersama keberanian untuk membantu sesama.








