![]() |
MasyaAllah! Hardiknas di Pesantren Sehati Diisi Simaan Al-Qur’an Maraton |
NARASIRAKYAT.ID — Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 diwarnai dengan cara yang berbeda dan penuh makna di lingkungan pesantren. Alih-alih menggelar upacara seperti umumnya, Pesantren Sehati Sidrap memilih memperingatinya melalui kegiatan simaan Al-Qur’an, yakni uji hafalan santri secara langsung di hadapan guru dan peserta didik lainnya.
Kegiatan yang berlangsung di aula pesantren ini menghadirkan suasana khidmat dan penuh kekhusyukan, sekaligus menjadi refleksi mendalam tentang makna pendidikan berbasis nilai spiritual.
Simaan 1 Juz Sekali Duduk, Ujian Nyata Para Santri
Sebanyak delapan santri tampil dalam kegiatan ini, masing-masing mempertanggungjawabkan hafalan 1 juz Al-Qur’an secara maraton dalam satu kali duduk. Nama-nama seperti Irham, Syarif, Agung, Azzam, dan Rifki menjadi bagian dari generasi muda penghafal Al-Qur’an yang diuji langsung di hadapan dewan guru.
Dipandu langsung oleh pimpinan pondok, Wahidin Ar Raffany, kegiatan ini menjadi momentum pembuktian kualitas hafalan sekaligus penguatan mental santri dalam menjaga amanah Al-Qur’an.
“Inilah cara kami memperingati Hari Pendidikan Nasional—dengan menghadirkan Al-Qur’an sebagai pusat pendidikan,” ungkapnya dalam sambutan.
Pendidikan Berbasis Nilai: Dari Hafalan Menuju Karakter
Simaan Al-Qur’an tidak sekadar menguji kemampuan hafalan, tetapi juga membentuk karakter disiplin, kesabaran, dan tanggung jawab. Kegiatan ini menjadi simbol bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga pembinaan ruhiyah.
Pesantren Sehati menegaskan komitmennya dalam mendukung visi daerah, khususnya di Kabupaten Sidenreng Rappang, sebagai lumbung penghafal Al-Qur’an.
Inovasi Pengelolaan Pesantren: Guru Fokus Mengajar
Dalam kesempatan yang sama, pihak pesantren juga memperkenalkan kebijakan baru terkait pengelolaan konsumsi. Mulai tahun ini, tugas memasak dan urusan domestik dialihkan kepada petugas khusus, termasuk kehadiran tenaga pendukung seperti Ibu Hasma.
Langkah ini bertujuan agar para guru dapat lebih fokus pada proses pembelajaran tanpa terbebani tugas tambahan di luar pengajaran.
Kebijakan ini dinilai sebagai bentuk inovasi manajemen pesantren dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Pengembangan Fasilitas untuk Masa Depan
Tidak hanya fokus pada pembinaan santri, Pesantren Sehati juga terus berbenah dari sisi infrastruktur. Saat ini, pembangunan lantai dua tengah berlangsung dan direncanakan akan difungsikan sebagai ruang serbaguna—baik untuk pertemuan wali santri maupun ruang kelas tambahan.
Upaya ini menunjukkan keseriusan pesantren dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan representatif.
5 Fakta Menarik Hardiknas di Pesantren Sehati
Diperingati dengan simaan Al-Qur’an, bukan upacara formal.
8 santri uji hafalan 1 juz sekaligus, secara maraton.
Dipimpin langsung oleh pimpinan pesantren, menunjukkan pembinaan intensif.
Mendukung program Sidrap sebagai lumbung hafiz Al-Qur’an.
Disertai inovasi manajemen dan pembangunan fasilitas pesantren.
Di tengah berbagai tantangan pendidikan modern, Pesantren Sehati menghadirkan pesan sederhana namun mendalam: bahwa pendidikan sejati bukan hanya tentang pengetahuan, tetapi juga tentang membangun hubungan dengan nilai-nilai ilahi.
Dari lantunan ayat suci yang mengalun di aula pesantren, lahir harapan besar untuk masa depan generasi Qur’ani—yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia.
Karena sejatinya, pendidikan terbaik adalah yang mampu menyeimbangkan ilmu dan iman, dunia dan akhirat.








