-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     

     



     

    Iklan

    HIMTARA IAI DDI Sidrap Gelar Seminar Hukum dan Dialog Keperempuanan, Angkat Isu Hak Perempuan dan Kesetaraan Gender

    Satry Polang
    Kamis, 07 Mei 2026, Mei 07, 2026 WIB Last Updated 2026-05-07T11:05:03Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250

    HIMTARA IAI DDI Sidrap Gelar Seminar Hukum dan Dialog Keperempuanan, Angkat Isu Hak Perempuan dan Kesetaraan Gender



    NARASIRAKYAT.ID — Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara (HIMTARA) IAI DDI Sidrap kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun kesadaran hukum dan sosial di kalangan generasi muda melalui pelaksanaan Seminar Hukum dan Dialog Keperempuanan yang digelar di Auditorium Agr. Abdul Rahman Ahmad IAI DDI Sidrap, Rabu (6/5/2026).


    Kegiatan tersebut menjadi program kerja akhir kepengurusan HIMTARA periode 2025–2026 sekaligus ruang edukasi akademik yang membahas pentingnya perlindungan hak perempuan, kesetaraan gender, serta keberanian perempuan dalam menyuarakan hak-haknya di tengah masyarakat.


    Seminar berlangsung dengan penuh antusias dan dihadiri mahasiswa, civitas akademika, serta sejumlah tokoh perempuan dan akademisi yang memiliki perhatian terhadap isu hukum dan pemberdayaan perempuan.


    Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pelaksana Harian (PLH) Rektor IAI DDI Sidrap, Drs. H. Abd Kadir HM., M.A., yang memberikan apresiasi terhadap inisiatif mahasiswa dalam menghadirkan forum intelektual bertema keperempuanan.


    Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa perempuan memiliki posisi penting dalam kehidupan sosial dan pembangunan bangsa sehingga harus mendapatkan perlindungan, penghormatan, serta kesempatan yang setara.


    “Perempuan adalah garda terdepan untuk dilindungi, tetapi kita juga harus mengedepankan kesetaraan gender di zaman sekarang ini,” ujarnya di hadapan peserta seminar.


    Sementara itu, Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara (HIMTARA), Widya M., menjelaskan bahwa tema keperempuanan dipilih karena masih banyak perempuan yang belum berani menyampaikan aspirasi maupun memperjuangkan hak-haknya.


    Menurutnya, seminar tersebut diharapkan menjadi ruang dialog yang mampu membangun keberanian, kesadaran hukum, dan kepercayaan diri perempuan, khususnya di kalangan generasi muda.


    “Kami mengangkat tema keperempuanan karena masih banyak perempuan di luar sana yang takut menyuarakan haknya,” ungkap Widya.


    Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber yang membahas isu perempuan dari berbagai perspektif hukum, sosial, dan pemberdayaan masyarakat.


    Narasumber pertama yakni Ketua Program Studi Hukum Tata Negara IAI DDI Sidrap, Puspita Putri Ramadani, S.H., M.Kn., yang mengulas pentingnya perlindungan hukum terhadap perempuan serta kesadaran masyarakat terhadap hak-hak perempuan dalam sistem hukum Indonesia.


    Narasumber kedua, A. Diana Said Roem, S.K.M., selaku Kepala Bidang Dinas Pemberdayaan Masyarakat, turut memberikan pemahaman terkait peran perempuan dalam pembangunan sosial serta pentingnya penguatan kapasitas perempuan di era modern.


    Dialog yang berlangsung interaktif tersebut mendapat perhatian besar dari peserta seminar. Berbagai pertanyaan dan diskusi muncul terkait perlindungan perempuan, kekerasan berbasis gender, hingga tantangan perempuan dalam dunia pendidikan dan sosial.


    Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya berperan dalam kegiatan akademik formal, tetapi juga menjadi agen perubahan sosial yang mampu menghadirkan ruang edukasi kritis di tengah masyarakat.


    Melalui seminar ini, HIMTARA IAI DDI Sidrap ingin membangun budaya kampus yang lebih inklusif, kritis, dan peduli terhadap isu-isu kemanusiaan serta keadilan sosial.


    Lima Fakta Menarik dari Seminar Hukum dan Dialog Keperempuanan

    1. Jadi Program Kerja Akhir HIMTARA

    Kegiatan ini merupakan program kerja penutup kepengurusan HIMTARA periode 2025–2026.

    2. Angkat Tema Perlindungan Hak Perempuan

    Seminar fokus membahas keberanian perempuan dalam menyuarakan hak dan pentingnya kesetaraan gender.

    3. Dihadiri PLH Rektor IAI DDI Sidrap

    Drs. H. Abd Kadir HM., M.A. hadir langsung dan memberikan dukungan terhadap kegiatan mahasiswa.

    4. Hadirkan Narasumber Kompeten

    Pembicara berasal dari unsur akademisi dan pemerintah yang memiliki pengalaman di bidang hukum dan pemberdayaan masyarakat.

    5. Mahasiswa Jadi Agen Edukasi Sosial

    Kegiatan ini menunjukkan peran aktif mahasiswa dalam membangun kesadaran hukum dan sosial di lingkungan kampus maupun masyarakat.


    Perempuan Berdaya, Masyarakat Lebih Bermartabat

    Dialog tentang perempuan bukan sekadar pembahasan akademik, tetapi bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih adil, manusiawi, dan berkeadaban.


    Ketika perempuan diberi ruang untuk belajar, berbicara, dan memperjuangkan haknya, maka lahirlah generasi yang lebih kuat, berani, dan mampu membawa perubahan positif bagi lingkungan sekitarnya.


    Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa tidak hanya menciptakan ruang diskusi, tetapi juga menanamkan harapan bahwa pendidikan dan kesadaran hukum dapat menjadi jalan menuju masyarakat yang lebih setara dan bermartabat.

    Komentar

    Tampilkan