![]() |
Kuliah Tamu di IAI DDI Sidrap Bawaslu Sidrap Ajak Mahasiswa Jadi Agen Edukasi Demokrasi |
NARASIRAKYAT.ID — Upaya memperkuat literasi demokrasi di kalangan generasi muda terus dilakukan Bawaslu Kabupaten Sidenreng Rappang melalui kegiatan Kuliah Tamu dan Konsolidasi Demokrasi bersama mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum Institut Agama Islam DDI Sidrap.
Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium Agh. Abdul Rahman Ahmad IAI DDI Sidrap pada Sabtu, 16 Mei 2026, dan diikuti antusias oleh mahasiswa sebagai bagian dari penguatan edukasi kepemiluan dan kesadaran demokrasi menjelang kontestasi politik di masa mendatang.
Kuliah tamu menghadirkan Anggota Bawaslu Sidrap, Andi Syaiful sebagai pemateri utama yang membahas berbagai isu krusial dalam demokrasi modern.
Mahasiswa Diajak Pahami Ancaman Demokrasi
Dalam pemaparannya, Andi Syaiful mengangkat sejumlah isu strategis yang kerap muncul dalam pelaksanaan pemilu dan pilkada.
Materi yang dibahas meliputi:
Politik uang
Hoaks dan disinformasi
Netralitas ASN, TNI, dan POLRI
Gejala oligarki dan otoritarianisme
Tantangan demokrasi di era digital
Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi penting sebagai agen perubahan sekaligus pengontrol sosial dalam menjaga kualitas demokrasi.
“Mahasiswa harus menjadi bagian dari edukasi masyarakat agar tidak mudah terpengaruh politik uang maupun informasi palsu yang dapat merusak demokrasi,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa berbagai persoalan yang muncul pada pemilu sebelumnya harus menjadi pelajaran penting bagi semua pihak, termasuk generasi muda.
Bawaslu Percayakan Mahasiswa Jadi Mitra Edukasi Politik
Tidak hanya memberikan materi teoritis, Bawaslu Kabupaten Sidenreng Rappang juga menyampaikan harapan agar mahasiswa mampu terlibat aktif dalam memberikan edukasi politik kepada masyarakat.
Sebelum diterjunkan untuk membantu sosialisasi demokrasi di tengah masyarakat, mahasiswa terlebih dahulu dibekali pemahaman terkait berbagai bentuk pelanggaran pemilu dan tantangan demokrasi kontemporer.
Bawaslu menilai keterlibatan mahasiswa sangat penting karena generasi muda memiliki kedekatan dengan masyarakat dan kemampuan menyebarkan edukasi melalui media sosial maupun ruang diskusi publik.
Pendekatan kolaboratif antara lembaga pengawas pemilu dan kampus dianggap menjadi langkah strategis dalam menciptakan demokrasi yang lebih sehat dan partisipatif.
Kampus Jadi Ruang Konsolidasi Demokrasi
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Wakil Rektor III Institut Agama Islam DDI Sidrap, Dr. Mujahidin.
Ia menyambut positif sinergi antara dunia akademik dan penyelenggara pengawas pemilu dalam memberikan pendidikan demokrasi kepada mahasiswa.
Menurutnya, kampus tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu akademik, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan kesadaran sosial mahasiswa terhadap persoalan bangsa.
“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk membuka wawasan mahasiswa tentang dinamika demokrasi dan tanggung jawab sosial mereka di tengah masyarakat,” ujarnya.
Demokrasi Butuh Generasi Kritis dan Berintegritas
Kuliah tamu tersebut berlangsung interaktif dengan banyaknya pertanyaan dan diskusi dari mahasiswa terkait kondisi demokrasi saat ini.
Antusiasme peserta menunjukkan tingginya kepedulian mahasiswa terhadap isu politik dan masa depan demokrasi Indonesia.
Di era digital saat ini, tantangan demokrasi tidak lagi hanya soal pelanggaran fisik, tetapi juga perang informasi, manipulasi opini publik, hingga penyebaran hoaks yang masif melalui media sosial.
Karena itu, penguatan literasi politik dan kesadaran demokrasi menjadi kebutuhan penting bagi generasi muda agar tidak mudah terjebak dalam praktik-praktik politik yang merusak nilai demokrasi.
Lima Fakta Menarik Kuliah Tamu Bawaslu di IAI DDI Sidrap
1. Bahas Isu Demokrasi Kontemporer
Materi mencakup politik uang, hoaks, oligarki, hingga netralitas ASN/TNI/POLRI.
2. Mahasiswa Didorong Jadi Agen Edukasi
Bawaslu ingin mahasiswa aktif memberikan pendidikan politik kepada masyarakat.
3. Digelar di Auditorium IAI DDI Sidrap
Kegiatan berlangsung di Auditorium Agh. Abdul Rahman Ahmad.
4. Hadirkan Anggota Bawaslu Sidrap
Andi Syaiful menjadi pemateri utama dalam konsolidasi demokrasi.
5. Didukung Pihak Kampus
Dr. Mujahidin memberikan apresiasi dan dukungan terhadap kegiatan tersebut.
Demokrasi Sehat Dimulai dari Kesadaran Generasi Muda
Di tengah derasnya arus informasi dan dinamika politik yang semakin kompleks, demokrasi membutuhkan generasi muda yang kritis, cerdas, dan berintegritas.
Melalui kuliah tamu dan konsolidasi demokrasi ini, Bawaslu Kabupaten Sidenreng Rappang bersama Institut Agama Islam DDI Sidrap menunjukkan komitmen membangun kesadaran politik yang sehat di kalangan mahasiswa.
Karena demokrasi yang kuat tidak hanya dibangun lewat pemilu, tetapi juga melalui pendidikan, keberanian melawan hoaks, dan kesadaran menjaga nilai keadilan serta kejujuran dalam kehidupan berbangsa.
Dan dari ruang-ruang diskusi kampus inilah, harapan tentang masa depan demokrasi Indonesia yang lebih berkualitas mulai tumbuh.








