![]() |
Nurhalis Nur Legislator PKS Kota Palu Jalan Kaki 6 Kilometer ke Kantor DPRD, Kampanyekan Gaya Hidup Hemat Energi |
NARASIRAKYAT — Di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu krisis energi global, Wakil Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Palu, Nurhalis Nur, memilih cara sederhana namun inspiratif dalam mengampanyekan penghematan energi.
Anggota Komisi B DPRD Kota Palu itu rutin berjalan kaki sejauh kurang lebih enam kilometer dari rumahnya di Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga menuju kantor DPRD Kota Palu setiap pagi.
Kebiasaan tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap ajakan pemerintah pusat agar pejabat publik menjadi pelopor gaya hidup hemat energi di tengah ancaman krisis energi global.
Setiap pagi, Nurhalis mulai berjalan kaki sekitar pukul 08.15 WITA. Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Palu 4 itu tampak menikmati perjalanan sambil sesekali menyapa warga yang ditemuinya di sepanjang jalan.
Di tengah kesibukan sebagai anggota legislatif, langkah sederhana tersebut justru menarik perhatian masyarakat karena dinilai memberikan contoh nyata tentang pentingnya perubahan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.
Menurut Nurhalis, kebiasaan berjalan kaki tersebut merupakan tindak lanjut atas instruksi partai dan pemerintah pusat terkait penghematan energi.
“Jalan kaki itu hampir menjadi rutinitas saya tiap pagi. Biasanya habis salat subuh, tetapi sekarang saya ubah polanya untuk menyahuti instruksi DPP dengan berjalan kaki ke kantor,” ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya aktivitas menuju kantor lebih sering menggunakan kendaraan roda empat.
Namun kini ia mulai membiasakan diri menggunakan alternatif transportasi yang lebih hemat energi, termasuk berjalan kaki, bersepeda, maupun transportasi umum.
“Biasanya naik roda empat. Tetapi masih ada alternatif lain tergantung kesiapan dan kondisi, bisa naik sepeda atau menggunakan transportasi umum,” tambahnya.
Nurhalis menilai penghematan energi bukan lagi sekadar pilihan gaya hidup, tetapi sudah menjadi kebutuhan penting dalam menghadapi tantangan ekonomi global.
Menurutnya, krisis energi dunia memiliki dampak langsung terhadap kondisi ekonomi masyarakat sehingga perlu direspons melalui perubahan perilaku sehari-hari.
Selain mengajak masyarakat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, ia juga menyoroti pentingnya penghematan listrik dan air di lingkungan rumah tangga.
Di sisi lain, Nurhalis juga memberikan perhatian terhadap kondisi fasilitas pejalan kaki di Kota Palu yang dinilai masih membutuhkan peningkatan.
Meski demikian, ia mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Palu yang mulai mendorong penggunaan transportasi umum melalui layanan bus TransPalu bagi aparatur sipil negara dan masyarakat.
Menurutnya, penguatan sarana transportasi umum dan jalur pedestrian menjadi langkah penting dalam membangun budaya hemat energi dan kota yang lebih ramah lingkungan.
Lima Fakta Menarik tentang Aksi Hemat Energi Nurhalis Nur
1. Jalan Kaki Sejauh 6 Kilometer
Nurhalis berjalan kaki dari Kelurahan Duyu menuju kantor DPRD Kota Palu setiap pagi.
2. Bentuk Kampanye Hemat Energi
Aksi tersebut dilakukan sebagai respons terhadap isu krisis energi global.
3. Legislator dari Dapil Palu 4
Nurhalis merupakan anggota Komisi B DPRD Kota Palu sekaligus Wakil Ketua Fraksi PKS.
4. Dukung Transportasi Ramah Lingkungan
Selain berjalan kaki, ia juga mendorong penggunaan sepeda dan transportasi umum.
5. Soroti Fasilitas Pejalan Kaki
Ia berharap sarana pedestrian di Kota Palu terus ditingkatkan agar lebih nyaman dan aman.
Langkah Kecil yang Membawa Pesan Besar
Di tengah tingginya ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan bermotor, langkah sederhana Nurhalis Nur menjadi pesan kuat bahwa perubahan besar dapat dimulai dari kebiasaan kecil.
Berjalan kaki bukan hanya tentang olahraga atau penghematan bahan bakar, tetapi juga tentang membangun kesadaran kolektif untuk hidup lebih sehat, hemat, dan peduli lingkungan.
Aksi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pejabat publik tidak hanya menyampaikan imbauan, tetapi juga dapat menjadi teladan nyata di tengah masyarakat.
Semangat hemat energi yang dimulai dari lingkungan keluarga, kantor, hingga ruang publik diharapkan mampu membangun budaya hidup berkelanjutan demi menjaga ketahanan energi dan masa depan generasi mendatang.








