-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     

     



     

    Iklan

    Polisi dan Warga Gotong Royong Bersihkan Irigasi Pasca Banjir di Sidrap, Wujud Nyata Kepedulian dan Kebersamaan

    Satry Polang
    Sabtu, 16 Mei 2026, Mei 16, 2026 WIB Last Updated 2026-05-16T20:17:26Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250

    Polisi dan Warga Gotong Royong Bersihkan Irigasi Pasca Banjir di Sidrap, Wujud Nyata Kepedulian dan Kebersamaan



    NARASIRAKYAT.ID — Pascabanjir yang melanda wilayah Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), jajaran kepolisian bersama masyarakat dan berbagai unsur terkait bergerak cepat melakukan aksi gotong royong membersihkan saluran irigasi di Kecamatan Amparita.


    Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah pemulihan lingkungan akibat tumpukan sampah dan material yang menyumbat aliran irigasi setelah hujan deras mengguyur sejumlah wilayah Sidrap dalam beberapa hari terakhir.


    Atas instruksi AKBP Fantry Taherong, personel Polres Sidenreng Rappang turun langsung ke lokasi bersama warga untuk membersihkan saluran air dari sampah yang menumpuk.


    Aksi sosial tersebut dipimpin langsung oleh Kompol Galigo Suryadi bersama personel kepolisian yang bahu-membahu mengangkat sampah dan menata kembali saluran irigasi agar aliran air kembali normal.


    Gotong Royong Jadi Simbol Kepedulian Pascabencana

    Suasana kebersamaan tampak begitu kuat selama proses pembersihan berlangsung. Personel kepolisian, petugas Damkar, BPD, pemerintah setempat, dan masyarakat bekerja bersama tanpa sekat demi mempercepat pemulihan lingkungan.


    Tumpukan sampah yang sebelumnya menyumbat aliran air dibersihkan secara manual menggunakan alat sederhana.


    Dalam keterangannya, Kompol Galigo Suryadi menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat yang terdampak bencana.


    “Kami hadir di tengah masyarakat tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga membantu proses pemulihan pascabencana. Melalui gotong royong ini, kami berharap dapat meringankan beban warga serta mempercepat kembalinya aktivitas masyarakat seperti sediakala,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat petang, 15 Mei 2026.


    Polisi Ingatkan Bahaya Sampah di Saluran Air

    Selain melakukan aksi bersih-bersih, pihak kepolisian juga mengedukasi masyarakat terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.


    Kompol Galigo Suryadi mengingatkan warga agar tidak membuang sampah rumah tangga ke saluran irigasi maupun drainase karena dapat menyebabkan penyumbatan yang berujung banjir.


    “Kami mengimbau kepada masyarakat untuk peduli terhadap kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah rumah tangga ke saluran air yang dapat menyebabkan banjir, mengingat curah hujan akhir-akhir ini cukup tinggi,” lanjutnya.


    Imbauan tersebut dinilai penting mengingat tingginya intensitas hujan belakangan ini yang meningkatkan risiko banjir di sejumlah wilayah Sidrap.


    Sinergi Polisi, Pemerintah, dan Warga

    Kegiatan gotong royong ini juga mendapat apresiasi dari masyarakat karena menunjukkan kuatnya sinergi antara aparat, pemerintah, dan warga dalam menghadapi dampak bencana.


    Kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga menghadirkan semangat solidaritas dan kepedulian sosial.


    Masyarakat berharap kegiatan serupa terus dilakukan sebagai bentuk edukasi bersama tentang pentingnya menjaga lingkungan dan memperkuat budaya gotong royong.


    Banjir yang terjadi di beberapa titik wilayah Sidrap menjadi pengingat bahwa persoalan lingkungan harus ditangani secara bersama-sama, mulai dari kebiasaan membuang sampah hingga kesadaran menjaga saluran air tetap bersih.


    Lima Fakta Menarik Aksi Gotong Royong Pascabencana di Sidrap

    1. Dipimpin Langsung Kabag Ops Polres Sidrap

    Kompol Galigo Suryadi turun langsung memimpin proses pembersihan irigasi.

    2. Instruksi Langsung Kapolres Sidrap

    Kegiatan dilakukan atas arahan AKBP Fantry Taherong.

    3. Libatkan Banyak Unsur

    Personel polisi, Damkar, pemerintah setempat, BPD, dan masyarakat ikut bergotong royong bersama.

    4. Fokus Bersihkan Saluran Irigasi

    Tumpukan sampah di irigasi Amparita menjadi sasaran utama pembersihan pascabanjir.

    5. Jadi Edukasi Lingkungan untuk Warga

    Polisi sekaligus mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah ke saluran air.


    Bangkit dari Bencana dengan Semangat Kebersamaan

    Bencana tidak hanya menguji kekuatan infrastruktur, tetapi juga menguji solidaritas dan kepedulian sosial masyarakat.


    Melalui aksi gotong royong pascabanjir ini, Polres Sidenreng Rappang bersama masyarakat menunjukkan bahwa kebersamaan adalah kekuatan utama dalam menghadapi dan bangkit dari bencana.


    Di tengah tumpukan sampah dan sisa banjir, tumbuh semangat saling membantu yang menjadi wajah asli masyarakat Indonesia.


    Karena lingkungan yang bersih dan aman tidak hanya dibangun oleh pemerintah atau aparat, tetapi juga oleh kesadaran setiap warga untuk menjaga alam dan saling peduli terhadap sesama.

    Komentar

    Tampilkan