![]() |
Viral di Sidrap! Ayam Ketawa Terbaik se-Ajatappareng Adu Irama di Nyala Water Cup 1 di Baranti |
NARASIRAKYAT.ID — Gedung Masyarakat Baranti, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), dipadati ratusan pecinta ayam ketawa dari berbagai daerah Ajatappareng dalam ajang Kontes Ayam Ketawa “Nyala Water Cup 1”, Sabtu (23/5/2026).
Kegiatan ini bukan sekadar perlombaan hiburan, tetapi menjadi ruang silaturahmi para penghobi ayam ketawa sekaligus momentum pelestarian budaya khas Bugis yang telah dikenal hingga tingkat nasional.
Kontes tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris Camat Baranti, A. Budi Setyawan. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa ayam ketawa merupakan salah satu identitas budaya masyarakat Bugis yang harus terus dijaga eksistensinya.
“Ajang ini bukan sekadar perlombaan, tetapi juga bagian dari pelestarian budaya dan tradisi masyarakat Bugis, khususnya ayam ketawa yang menjadi identitas Kabupaten Sidrap,” ujarnya.
Menurutnya, Kecamatan Baranti dipilih sebagai lokasi kegiatan karena dikenal sebagai salah satu pusat atau kiblat ayam ketawa di Kabupaten Sidrap. Daerah ini memiliki banyak peternak dan penghobi ayam ketawa berkualitas yang kerap meraih prestasi di berbagai ajang kontes.
Tak hanya itu, ia juga memberikan apresiasi kepada sponsor utama kegiatan, Nyala Water, yang dinilai aktif mendukung berbagai kegiatan sosial, kepemudaan, hingga keagamaan di Kecamatan Baranti.
“Terima kasih kepada owner Nyala Water, bapak H. Haedir. Selama ini Nyala Water juga kerap hadir mendukung kegiatan kepemudaan maupun kegiatan keagamaan di Kecamatan Baranti,” tambahnya.
Atmosfer Meriah dan Persaingan Ketat
Sejak pagi, suasana Gedung Masyarakat Baranti dipenuhi suara khas ayam ketawa yang saling bersahutan. Ratusan ayam terbaik dari berbagai wilayah Ajatappareng tampil menunjukkan kualitas kokok unik mereka di hadapan dewan juri dan penonton.
Para peserta bersaing dalam sejumlah kategori penilaian, mulai dari durasi kokok, irama suara, hingga karakter khas ayam pada kategori slow dan dangdut.
Sorak sorai penonton semakin menambah semarak suasana saat beberapa ayam tampil memukau dengan ritme kokok yang panjang dan harmonis, ciri utama yang menjadi kebanggaan para pecinta ayam ketawa.
Bagi komunitas penghobi, kontes seperti ini bukan hanya soal prestasi, tetapi juga menjadi ruang bertukar pengalaman dalam perawatan, pembibitan, hingga menjaga kualitas ayam ketawa khas Sidrap agar tetap unggul di tingkat regional maupun nasional.
Budaya Lokal yang Terus Bertahan
Ayam ketawa telah lama menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Bugis, khususnya di Kabupaten Sidrap. Keunikan suara kokoknya yang menyerupai tawa manusia menjadikan ayam ini memiliki nilai ekonomi sekaligus nilai budaya yang tinggi.
Di tengah perkembangan zaman, komunitas pecinta ayam ketawa terus berupaya menjaga tradisi tersebut agar tetap diminati generasi muda melalui berbagai kontes dan kegiatan komunitas.
Kontes “Nyala Water Cup 1” menjadi bukti bahwa budaya lokal masih memiliki tempat istimewa di tengah masyarakat. Antusiasme peserta dan penonton menunjukkan bahwa ayam ketawa bukan sekadar hobi, tetapi warisan budaya yang menyatukan banyak kalangan.
Lima Fakta Menarik Kontes Ayam Ketawa “Nyala Water Cup 1”
Diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah Ajatappareng.
Baranti disebut sebagai kiblat ayam ketawa Sidrap karena banyak melahirkan peternak berkualitas.
Kategori lomba unik, mulai dari slow hingga dangdut berdasarkan irama kokok ayam.
Menjadi ajang pelestarian budaya Bugis yang telah dikenal secara nasional.
Didukung penuh Nyala Water, sponsor lokal yang aktif mendukung kegiatan masyarakat dan kepemudaan.
Kontes Ayam Ketawa “Nyala Water Cup 1” tidak hanya menghadirkan hiburan dan persaingan antar penghobi, tetapi juga memperlihatkan bagaimana budaya lokal mampu hidup dan berkembang melalui kebersamaan komunitas.
Dari Baranti, semangat melestarikan tradisi Bugis terus bergema, membuktikan bahwa warisan budaya akan tetap bertahan ketika masyarakatnya menjaga dengan rasa bangga dan cinta terhadap identitas daerahnya.















