-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     




     


     

     



     


     

     



     

    Iklan

    320 Mahasiswa UMS Rappang Resmi Diterjunkan ke 41 Lokasi KKN, Siap Ubah Desa Lewat Digitalisasi dan Agropreneur

    Satry Polang
    Selasa, 30 Juni 2026, Juni 30, 2026 WIB Last Updated 2026-06-30T09:24:11Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250

    320 Mahasiswa UMS Rappang Resmi Diterjunkan ke 41 Lokasi KKN, Siap Ubah Desa Lewat Digitalisasi dan Agropreneur



    NARASIRAKYAT  – Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat peran perguruan tinggi sebagai mitra pembangunan daerah melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan VIII Tahun 2026.


    Sebanyak 320 mahasiswa resmi mengikuti pembekalan sebelum diterjunkan ke 41 lokasi KKN yang tersebar di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) dan Kabupaten Enrekang. Selama dua bulan ke depan, mereka akan hidup berdampingan dengan masyarakat, menghadirkan inovasi, sekaligus menjadi penggerak digitalisasi tata kelola desa dan pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal.


    Pembekalan berlangsung di Auditorium H. Zaini Razak UMS Rappang, Senin (29/6/2026), dan dibuka langsung oleh Rektor UMS Rappang, Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si.


    Mengusung tema "Digitalisasi Tata Kelola dan Kemandirian Ekonomi Berbasis Agropreneur Menuju Desa yang Inovatif, Mandiri, dan Religius," program KKN tahun ini diarahkan agar mahasiswa tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat melalui pemanfaatan teknologi dan pengembangan ekonomi desa.


    Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor II Dr. Hj. Andi Astinah Adnan, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Drs. H. Abd. Azis K, para dekan, wakil dekan, serta seluruh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang akan mendampingi mahasiswa selama masa pengabdian.


    Dua Bulan Mengabdi di Tengah Masyarakat

    Kepala Lembaga Penelitian, Publikasi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) UMS Rappang, Assoc. Prof. Dr. Ahmad Mustanir, menjelaskan bahwa mahasiswa akan melaksanakan KKN mulai 1 Juli hingga 31 Agustus 2026.


    Selama kurang lebih 60 hari, mahasiswa akan menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang telah dirancang bersama pemerintah desa dan dosen pembimbing.


    "Kurang lebih selama 60 hari mahasiswa akan berada di lokasi. Alhamdulillah, kita sudah melalui beberapa tahapan hingga berada di titik ini," ujar Ahmad Mustanir.

     

    Menurutnya, masa KKN merupakan fase penting dalam proses pembelajaran mahasiswa karena mereka akan berhadapan langsung dengan dinamika sosial masyarakat, tantangan pembangunan desa, serta kebutuhan riil warga.


    41 Lokasi KKN, Wujud Kepercayaan Pemerintah Daerah

    Pada tahun ini, mahasiswa akan ditempatkan di 41 lokasi KKN, terdiri atas 40 desa di Kabupaten Sidenreng Rappang dan satu desa binaan di Kabupaten Enrekang.


    Desa di Enrekang tersebut memiliki nilai historis bagi UMS Rappang karena telah menjadi lokasi pengabdian berkelanjutan selama hampir satu dekade.


    "Satu lokasi di Enrekang. Desa tersebut merupakan desa binaan kita dalam hampir 10 tahun terakhir dalam pelaksanaan KKN," jelas Ahmad Mustanir.

     

    Keberlanjutan program tersebut menunjukkan komitmen UMS Rappang dalam membangun hubungan jangka panjang dengan masyarakat melalui pendampingan yang berkesinambungan.


    Jumlah Lokasi Dipertahankan, Posko Dibuat Lebih Efektif

    Meski jumlah lokasi KKN tetap sama seperti tahun sebelumnya, UMS Rappang melakukan penyesuaian pada jumlah mahasiswa di setiap posko.


    Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap masukan pemerintah desa yang menginginkan komposisi mahasiswa lebih proporsional sehingga koordinasi dan pelaksanaan program kerja menjadi lebih efektif.


    "Ada beberapa desa meminta agar jumlah mahasiswa diatur sehingga tidak terlalu banyak di satu lokasi. Karena itu kita sesuaikan menjadi sekitar tujuh sampai delapan mahasiswa di setiap posko," ungkapnya.

     

    Dengan komposisi yang lebih ideal, diharapkan mahasiswa dapat lebih fokus membangun hubungan dengan masyarakat serta menjalankan program yang sesuai dengan kebutuhan desa.


    KKN Adalah Kenangan Seumur Hidup

    Dalam sambutannya, Ahmad Mustanir juga berbagi pengalaman pribadinya ketika menjalani KKN sebagai mahasiswa Universitas Hasanuddin pada tahun 1995 di Kabupaten Soppeng.


    Menurutnya, pengalaman hidup bersama masyarakat selama KKN menjadi salah satu fase paling berharga dalam perjalanan akademik dan kehidupan seseorang.


    "Saya saja KKN tahun 1995 di Unhas, ditempatkan di Soppeng. Sampai sekarang saya masih merindukan masa-masa KKN saya. Sudah 31 tahun berlalu, tetapi memorinya masih ada. Nanti mahasiswa juga akan merasakan hal yang sama," kenangnya.

     

    Cerita tersebut menjadi motivasi bagi mahasiswa bahwa KKN bukan sekadar menjalankan program kerja, melainkan kesempatan membangun persahabatan, kepemimpinan, empati, dan pengalaman hidup yang akan dikenang sepanjang hayat.


    Pengabdian Menjadi Wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi

    Di akhir sambutannya, Ahmad Mustanir mengajak seluruh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) untuk menjadikan KKN sebagai ruang kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat.


    Ia berharap seluruh pihak dapat mendampingi mahasiswa dengan maksimal sehingga program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat bagi desa dan menjadi implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.


    Lima Fakta Menarik KKN Angkatan VIII UMS Rappang

    1. Sebanyak 320 mahasiswa siap diterjunkan ke desa.
    Mereka akan mengabdi selama dua bulan sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

    2. Tersebar di 41 lokasi pengabdian.
    Sebanyak 40 desa berada di Kabupaten Sidrap dan satu desa binaan berada di Kabupaten Enrekang yang telah menjadi lokasi KKN UMS Rappang selama hampir 10 tahun.

    3. Fokus pada digitalisasi desa dan agropreneur.
    Mahasiswa akan membantu memperkuat tata kelola pemerintahan desa, pelayanan publik, serta pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.

    4. Jumlah mahasiswa per posko dibuat lebih ideal.
    Setiap lokasi diisi sekitar tujuh hingga delapan mahasiswa agar koordinasi dan pelaksanaan program kerja lebih efektif sesuai kebutuhan desa.

    5. KKN menjadi investasi pengalaman hidup.
    Selain mengasah kompetensi akademik, mahasiswa akan belajar kepemimpinan, komunikasi sosial, problem solving, hingga membangun jejaring dengan masyarakat.


    Membawa Ilmu, Meninggalkan Manfaat

    Kuliah Kerja Nyata merupakan ruang pembelajaran yang mempertemukan teori di bangku kuliah dengan realitas kehidupan masyarakat. Di sanalah mahasiswa belajar memahami persoalan secara langsung, menyusun solusi bersama warga, sekaligus mengasah kepemimpinan yang tidak bisa diperoleh hanya dari ruang kelas.


    Melalui KKN Angkatan VIII, UMS Rappang kembali menegaskan perannya sebagai Digital Entrepreneurship University yang mendorong lahirnya generasi muda adaptif terhadap perkembangan teknologi, namun tetap berpijak pada nilai religius, kepedulian sosial, dan semangat pemberdayaan masyarakat.


    Dengan bekal ilmu, karakter, dan semangat pengabdian, 320 mahasiswa UMS Rappang kini memulai perjalanan baru di 41 desa. Mereka bukan sekadar datang untuk menyelesaikan kewajiban akademik, tetapi membawa harapan, inovasi, dan kolaborasi demi terwujudnya desa yang lebih digital, mandiri, dan sejahtera.

    Komentar

    Tampilkan