-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     




     


     

     



     


     

     



     

    Iklan

    Bawaslu Sidrap Bersama IAI DDI Sidrap Bangun Generasi Pengawal Demokrasi

    Satry Polang
    Selasa, 30 Juni 2026, Juni 30, 2026 WIB Last Updated 2026-06-30T09:22:04Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250

    Bawaslu Sidrap Bersama IAI DDI Sidrap Bangun Generasi Pengawas Demokrasi



    NARASIRAKYAT  – Upaya membangun demokrasi yang berkualitas tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara pemilu, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, khususnya kalangan akademisi dan generasi muda. Berangkat dari semangat tersebut, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) memperkuat kolaborasi dengan dunia pendidikan melalui kegiatan Sekolah Politik yang digelar oleh IAI DDI Sidrap.


    Kegiatan yang berlangsung di Aula IAI DDI Sidrap ini menjadi bagian dari tindak lanjut Program Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) Bawaslu. Puluhan mahasiswa bersama civitas akademika mengikuti kegiatan yang dirancang untuk memperkuat literasi politik, meningkatkan kesadaran demokrasi, serta menumbuhkan budaya pengawasan partisipatif dalam setiap tahapan pemilu.


    Hadir sebagai narasumber Ketua Bawaslu Kabupaten Sidrap, Muhardin, bersama Koordinator Divisi Hubungan Masyarakat, Data, dan Informasi sekaligus Komisioner yang membidangi Hubungan Kelembagaan, Asmawati Salam. Kehadiran keduanya menegaskan komitmen Bawaslu dalam memperluas edukasi kepemiluan melalui sinergi dengan perguruan tinggi.


    Di pihak kampus, kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Rektor IAI DDI Sidrap, Dr. H. Mansur, serta apresiasi dari Wakil Rektor III IAI DDI Sidrap, Dr. Mujahidin, yang menilai kolaborasi tersebut sangat relevan dalam membangun karakter kepemimpinan mahasiswa yang demokratis dan berintegritas.


    Mahasiswa Memiliki Peran Strategis Mengawal Demokrasi

    Dalam pemaparannya, Asmawati Salam menegaskan bahwa pengawasan pemilu tidak dapat berjalan maksimal apabila hanya mengandalkan lembaga pengawas.


    Menurutnya, partisipasi masyarakat merupakan salah satu pilar utama dalam mewujudkan pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.


    Karena itu, perguruan tinggi menjadi mitra strategis dalam menyiapkan generasi muda yang memiliki kesadaran politik sekaligus keberanian mengawal proses demokrasi.


    "Kampus memiliki peran strategis dalam membangun budaya demokrasi yang sehat. Melalui sinergi antara Bawaslu dan perguruan tinggi, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya memahami proses demokrasi, tetapi juga aktif mengawal setiap tahapan pemilu agar berjalan sesuai prinsip keadilan dan integritas," ungkap Asmawati Salam.

     

    Menurutnya, mahasiswa bukan sekadar pemilih pada hari pemungutan suara, tetapi juga dapat menjadi agen edukasi politik yang mampu mengajak masyarakat menjaga kualitas demokrasi.


    Bawaslu Tawarkan Beragam Program Kolaboratif dengan Kampus

    Sebagai bentuk penguatan kemitraan, Bawaslu Sidrap menawarkan berbagai program yang dapat melibatkan mahasiswa secara langsung dalam pendidikan demokrasi.


    Asmawati menjelaskan bahwa kerja sama antara Bawaslu dan perguruan tinggi dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan, di antaranya:

    • Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Pengawasan Pemilu;

    • Diskusi dan kajian kepemiluan;

    • Program magang di Kantor Bawaslu;

    • Bawaslu Goes to Campus;

    • Kolaborasi pembuatan konten edukasi kepemiluan;

    • Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pemantauan pemilu.


    Melalui berbagai program tersebut, mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman langsung mengenai sistem pengawasan pemilu sekaligus meningkatkan kapasitas sebagai warga negara yang aktif dan bertanggung jawab.


    Sekolah Politik Menjadi Ruang Membangun Kesadaran Politik Mahasiswa

    Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Sidrap, Muhardin, mengapresiasi inisiatif IAI DDI Sidrap yang menyelenggarakan Sekolah Politik sebagai bagian dari pendidikan karakter dan demokrasi bagi mahasiswa.


    Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi media yang efektif untuk memperkuat literasi politik sekaligus membangun budaya pengawasan partisipatif sejak dini.


    "Kegiatan Sekolah Politik seperti ini menjadi ruang edukasi yang sangat penting untuk meningkatkan kesadaran politik mahasiswa sekaligus memperkuat pengawasan partisipatif masyarakat dalam setiap tahapan pemilu," ujarnya.

     

    Muhardin berharap sinergi antara Bawaslu dan perguruan tinggi dapat terus dikembangkan agar lahir semakin banyak generasi muda yang peduli terhadap kualitas demokrasi Indonesia.


    IAI DDI Sidrap Tegaskan Komitmen Membangun Mahasiswa Berintegritas

    Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari pimpinan IAI DDI Sidrap.

    Rektor IAI DDI Sidrap, Dr. H. Mansur, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Bawaslu Sidrap menjadikan kampus sebagai mitra dalam penguatan pendidikan politik.


    Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran kebangsaan, kepemimpinan, serta komitmen menjaga demokrasi.


    Senada dengan itu, Wakil Rektor III IAI DDI Sidrap, Dr. Mujahidin, juga memberikan apresiasi atas pelaksanaan Sekolah Politik yang dinilai mampu memperluas wawasan mahasiswa mengenai pentingnya pengawasan pemilu sebagai bagian dari pendidikan kewarganegaraan.


    Kolaborasi ini diharapkan menjadi awal dari berbagai program bersama yang semakin mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan Bawaslu dalam membangun demokrasi yang sehat.


    Sinergi Kampus dan Bawaslu untuk Demokrasi Berkualitas

    Melalui kegiatan Sekolah Politik, Bawaslu Sidrap kembali menegaskan bahwa pengawasan pemilu merupakan tanggung jawab bersama.


    Kampus dipandang sebagai ruang strategis untuk melahirkan generasi yang tidak hanya memahami teori politik, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai demokrasi dalam kehidupan bermasyarakat.


    Kolaborasi seperti ini menjadi investasi jangka panjang dalam membangun budaya politik yang lebih dewasa, kritis, dan bertanggung jawab di Kabupaten Sidenreng Rappang.


    Lima Fakta Menarik Sekolah Politik Bawaslu di IAI DDI Sidrap

    1. Tindak lanjut Program Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P).
    Kegiatan ini merupakan implementasi nyata komitmen Bawaslu Sidrap dalam memperluas pendidikan demokrasi kepada masyarakat, khususnya mahasiswa.

    2. Mahasiswa berpeluang mengikuti KKN Tematik Pengawasan Pemilu.
    Bawaslu membuka peluang kolaborasi agar mahasiswa dapat terlibat langsung dalam edukasi dan pengawasan kepemiluan di tengah masyarakat.

    3. Kampus menjadi mitra strategis Bawaslu.
    Selain KKN, kerja sama dapat diwujudkan melalui magang, diskusi kepemiluan, Bawaslu Goes to Campus, hingga produksi konten edukasi demokrasi.

    4. Didukung penuh pimpinan IAI DDI Sidrap.
    Rektor Dr. H. Mansur dan Wakil Rektor III Dr. Mujahidin memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang dinilai mampu meningkatkan kualitas pendidikan politik mahasiswa.

    5. Mahasiswa dipersiapkan menjadi pengawas demokrasi masa depan.
    Melalui Sekolah Politik, mahasiswa didorong menjadi generasi yang kritis, berintegritas, serta aktif menjaga kualitas pemilu di Indonesia.


    Membangun Demokrasi Dimulai dari Ruang Kelas

    Demokrasi yang sehat tidak lahir hanya dari aturan yang baik, tetapi juga dari masyarakat yang sadar akan hak dan tanggung jawabnya. Perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam menanamkan nilai-nilai tersebut kepada generasi muda melalui pendidikan, diskusi, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.


    Kolaborasi antara Bawaslu Sidrap dan IAI DDI Sidrap menjadi contoh nyata bagaimana lembaga negara dan institusi pendidikan dapat berjalan beriringan membangun budaya demokrasi yang partisipatif, jujur, dan berintegritas.


    Ketika mahasiswa tidak hanya memahami teori politik, tetapi juga terlibat langsung dalam pengawasan pemilu, mereka sedang dipersiapkan menjadi pemimpin masa depan yang kritis, beretika, dan bertanggung jawab. Dari ruang-ruang akademik seperti inilah fondasi demokrasi Indonesia yang lebih berkualitas terus dibangun—bukan hanya untuk satu momentum pemilu, tetapi untuk masa depan bangsa.

    Komentar

    Tampilkan