![]() |
Annisa Nurfitria Mahasiswa Arsitektur UNISAN Rancang Museum Sejarah Sidrap Berbasis Neo Vernakular dan Teknologi Interaktif |
NARASIRAKYAT – Inovasi budaya dan teknologi kini hadir di Kabupaten Sidenreng Rappang. Mahasiswa Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Ichsan Sidenreng Rappang (UNISAN), Annisa Nurfitria, sukses mempresentasikan Ujian Akhir Sarjana dengan tugas akhir yang menakjubkan, berjudul: “Perancangan Museum Sejarah Sidenreng Rappang dengan Pendekatan Arsitektur Neo Vernakular.”
Dalam presentasinya, Annisa menjelaskan bahwa museum ini bukan sekadar tempat penyimpanan artefak, tetapi wadah pelestarian sejarah, budaya, dan identitas lokal Sidrap. Rancangan karya ini menggabungkan arsitektur modern dengan nilai-nilai budaya Bugis, sehingga tercipta bangunan yang inovatif sekaligus kontekstual dengan kearifan lokal.
“Museum ini saya desain agar mampu menjadi pusat edukasi, penelitian, sekaligus destinasi wisata budaya, dengan menggabungkan arsitektur tradisional Bugis dan teknologi digital interaktif yang relevan dengan generasi muda saat ini,” ungkap Annisa.
Konsep Neo Vernakular Bertemu Teknologi Interaktif
Museum dirancang dengan bentuk terinspirasi biji padi, simbol kemakmuran sekaligus identitas Kabupaten Sidenreng Rappang sebagai salah satu lumbung pangan utama Sulawesi Selatan. Konsep Neo Vernakular diterapkan melalui transformasi bentuk massa bangunan, elemen fasad, hingga simbol-simbol budaya lokal.
Tak hanya menonjolkan estetika, museum ini juga mengintegrasikan teknologi digital modern. Beberapa inovasi yang dirancang antara lain:
AI (Artificial Intelligence): Menghidupkan foto-foto tokoh sejarah menjadi visual bergerak dan menghadirkan video cerita rakyat interaktif.
Digital Timeline: Pengunjung bisa menjelajahi perjalanan sejarah Sidrap secara mandiri melalui layar interaktif.
VR & AR (Virtual & Augmented Reality): Memberikan pengalaman imersif, memungkinkan pengunjung merasakan kehidupan masyarakat Sidrap pada masa lampau secara nyata.
Lima Fakta Menarik Tentang Museum Sejarah Sidrap
Inspirasi Biji Padi: Bangunan utama berbentuk biji padi sebagai simbol kemakmuran dan identitas lokal.
Neo Vernakular Modern: Mengadaptasi arsitektur tradisional Bugis ke bentuk modern yang ramah pengguna.
AI Interaktif: Foto dan cerita sejarah dihidupkan secara digital, meningkatkan pengalaman edukatif pengunjung.
VR & AR Imersif: Pengunjung bisa ‘mengunjungi’ masa lalu Sidrap melalui teknologi realitas virtual dan augmented.
Digital Timeline: Sejarah Sidrap tersaji secara kronologis dan interaktif, memudahkan pembelajaran mandiri.
Museum ini diharapkan menjadi ikon budaya Sidrap, memperkenalkan sejarah dan kearifan lokal kepada masyarakat luas, serta meningkatkan minat generasi muda terhadap pelestarian sejarah. Keberhasilan Annisa dalam mengintegrasikan fungsi, estetika, teknologi, dan budaya lokal menjadi bukti bahwa inovasi bisa lahir dari kreativitas mahasiswa untuk kemajuan daerah.
“Karya ini bukan sekadar proyek akademik, tapi juga kontribusi nyata bagi pelestarian sejarah dan identitas Sidrap, sekaligus inspirasi bagi pengembangan fasilitas budaya masa depan,” tutup Annisa.
















