-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     




     


     

     



     


     

     



     

    Iklan

    BI Mengajar Bersama UMS Rappang Dorong Ekonomi Digital Sidrap

    Satry Polang
    Selasa, 30 Juni 2026, Juni 30, 2026 WIB Last Updated 2026-06-30T09:37:23Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250

    BI Mengajar Bersama UMS Rappang Dorong Ekonomi Digital Sidrap



    NARASIRAKYAT  – Semangat transformasi digital terus digaungkan hingga ke lingkungan perguruan tinggi. Ratusan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) memadati Aula Lantai 3 Gedung Rektorat, Selasa (30/6/2026), untuk mengikuti program Bank Indonesia (BI) Mengajar, sebuah kegiatan edukatif yang mengangkat tema sistem pembayaran digital, perlindungan konsumen, hingga keamanan transaksi di era ekonomi digital.


    Antusiasme mahasiswa terlihat sejak awal kegiatan. Mereka tidak hanya memenuhi aula, tetapi juga aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, hingga mengikuti berbagai sesi interaktif yang disiapkan oleh tim Bank Indonesia.


    Program ini menjadi bukti nyata sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah daerah, dan otoritas moneter dalam menciptakan generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi keuangan sekaligus mampu menjadi motor penggerak transformasi digital di masyarakat.


    Hadir sebagai narasumber utama, Analis Pembayaran Bank Indonesia, Rizky Shantika Putri, didampingi bagian Swakelola BI, Surya Aditama. Kegiatan juga dihadiri Kabid Perencanaan Pengembangan Kebijakan Sistem Informasi Bapenda Kabupaten Sidenreng Rappang, Nurhidayah, serta dipandu oleh Kadiv Pengembangan Karir Mahasiswa dan Alumni UMS Rappang, Yayuk Astuti.


    Bank Indonesia Apresiasi Komitmen Digitalisasi UMS Rappang

    Usai kegiatan, Rizky Shantika Putri menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan seluruh sivitas akademika UMS Rappang atas sambutan hangat sekaligus tingginya partisipasi mahasiswa selama kegiatan berlangsung.


    Menurutnya, perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam membangun literasi keuangan digital masyarakat karena mahasiswa merupakan kelompok yang cepat beradaptasi terhadap perkembangan teknologi.


    "Kami sangat berterima kasih kepada Pak Rektor dan seluruh Civitas Akademika UMS Rappang. Mahasiswanya sangat antusias. Di sini kami memberikan edukasi mengenai sistem pembayaran digital, perlindungan konsumen, hingga bagaimana menghadapi ancaman kejahatan siber," ujar Rizky.

     

    Ia berharap para mahasiswa mampu menjadi agent of change yang dapat menyebarkan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya transaksi digital yang aman, mudah, dan terpercaya.


    Sidrap Diakui Sebagai Daerah Maju dalam Digitalisasi

    Dalam pemaparannya, Rizky juga memberikan apresiasi terhadap kemajuan digitalisasi di Kabupaten Sidenreng Rappang.


    Ia menyebut Sidrap sebagai salah satu daerah yang berhasil menunjukkan komitmen kuat dalam percepatan digitalisasi melalui keberhasilan meraih penghargaan Championship Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD).


    Tak hanya itu, penerapan sistem pembayaran non-tunai di lingkungan UMS Rappang dinilai menjadi contoh baik bagi perguruan tinggi lainnya di Indonesia.


    "Kami sangat mengapresiasi Sidrap. Kampus UMS Rappang bahkan sudah menerapkan sistem pembayaran non-tunai. Ini luar biasa dan semoga menjadi percontohan bagi kampus-kampus lain di Indonesia," jelasnya.

     

    Mahasiswa Diajak Ikut QRIS Jelajah Indonesia

    Selain memberikan edukasi, Bank Indonesia juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam program nasional QRIS Jelajah Indonesia (GJR).


    Program tersebut menjadi wadah bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam memperluas penggunaan QRIS sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi digital nasional.


    Rizky berharap mahasiswa UMS Rappang dapat menjadi bagian dari peserta terbaik dalam program tersebut.

    "Semoga teman-teman dari UMS Rappang bisa ikut berpartisipasi bahkan terpilih dalam QRIS Jelajah Indonesia," ungkapnya.

     

    Bapenda Sidrap Perkuat Sinergi Non-Tunai

    Sementara itu, Kabid Perencanaan Pengembangan Kebijakan Sistem Informasi Bapenda Sidrap, Nurhidayah, menjelaskan bahwa kehadiran Bapenda dalam kegiatan BI Mengajar merupakan bentuk kolaborasi berkelanjutan antara Pemerintah Kabupaten Sidrap dan Bank Indonesia.


    Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah telah lebih dahulu menerapkan transaksi non-tunai dalam pembayaran pajak daerah sebagai bagian dari reformasi birokrasi dan peningkatan transparansi pelayanan publik.


    "Hari ini kami melaksanakan sosialisasi terkait pembayaran non-tunai atau QRIS untuk pajak daerah. Sebenarnya sejak beberapa tahun lalu Sidrap sudah tidak menggunakan pembayaran tunai lagi, melainkan beralih ke transaksi non-tunai," jelasnya.

     

    Nurhidayah berharap mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi digital, tetapi juga menjadi pengawas sekaligus mitra pemerintah dalam mempercepat digitalisasi UMKM, restoran, hingga sektor pelayanan publik.


    "Pajak yang dibayarkan masyarakat akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan dan fasilitas umum, seperti penerangan jalan yang kita nikmati saat ini. Karena itu mahasiswa harus ikut mengedukasi masyarakat," tegasnya.

     

    Mahasiswa Merasa Mendapat Wawasan Baru

    Program BI Mengajar juga mendapat respons positif dari peserta.

    Mahasiswa Semester IV Program Studi Administrasi Kesehatan UMS Rappang, Ahmad Safwan bin Irwan, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru mengenai peran strategis Bank Indonesia yang selama ini belum banyak dipahami mahasiswa.


    Menurutnya, materi yang disampaikan sangat komunikatif dan mudah dipahami.

    "Program ini sangat bagus untuk mahasiswa. Kami jadi mengetahui bahwa tugas Bank Indonesia bukan hanya menjaga stabilitas nilai rupiah, tetapi juga mempermudah transaksi masyarakat melalui QRIS," ujarnya.

     

    Safwan juga mengaku baru memahami berbagai jenis QRIS, termasuk QRIS Dinamis dan QRIS Tatap Muka yang kini banyak diterapkan dalam aktivitas ekonomi.

    Sebagai penutup, ia mengajak seluruh mahasiswa untuk mulai membiasakan transaksi digital.

    "Mari kita menggunakan QRIS untuk memudahkan transaksi," pungkasnya penuh semangat.


    Lima Fakta Menarik BI Mengajar di UMS Rappang

    1. Ratusan mahasiswa memadati aula.
    Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat generasi muda terhadap literasi keuangan digital dan perkembangan ekonomi berbasis teknologi.

    2. Mahasiswa dibekali edukasi menghadapi kejahatan siber.
    Selain mempelajari QRIS, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai perlindungan konsumen dan keamanan transaksi digital.

    3. UMS Rappang diapresiasi Bank Indonesia.
    Penerapan sistem pembayaran non-tunai di lingkungan kampus mendapat pengakuan sebagai contoh baik bagi perguruan tinggi lain.

    4. Sidrap menjadi salah satu daerah unggulan digitalisasi.
    Keberhasilan meraih penghargaan Championship TP2DD menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat transformasi digital.

    5. Mahasiswa dipersiapkan menjadi agen perubahan.
    Melalui BI Mengajar, mahasiswa didorong menjadi penggerak literasi digital, penggunaan QRIS, serta edukasi masyarakat mengenai transaksi yang aman dan modern.


    Membangun Generasi Digital yang Berintegritas

    Transformasi digital tidak hanya membutuhkan teknologi, tetapi juga sumber daya manusia yang memiliki literasi, integritas, dan kepedulian terhadap masyarakat.


    Melalui program BI Mengajar, Bank Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Sidrap dan UMS Rappang menunjukkan bahwa kolaborasi antara regulator, pemerintah, dan perguruan tinggi merupakan fondasi penting dalam mempercepat digitalisasi daerah.


    Di tangan mahasiswa, transformasi digital tidak berhenti pada penggunaan aplikasi pembayaran. Lebih dari itu, mereka dipersiapkan menjadi agen perubahan yang mampu mengedukasi masyarakat, memperkuat ekosistem ekonomi digital, serta menciptakan budaya transaksi yang aman, efisien, dan inklusif.


    Semangat yang terpancar dari Aula Rektorat UMS Rappang hari itu menjadi gambaran bahwa masa depan ekonomi digital Indonesia akan semakin kuat ketika generasi mudanya tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pelopor perubahan yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat luas.

    Komentar

    Tampilkan