-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     




     


     

     



     


     

     



     

    Iklan

    Hardianti Laduppa Dosen UMS Rappang Dipilih KBRI Hungaria Wakili Indonesia di Forum Pendidikan Tinggi Dunia

    Satry Polang
    Sabtu, 27 Juni 2026, Juni 27, 2026 WIB Last Updated 2026-06-28T02:41:16Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250


    Hardianti Laduppa Dosen UMS Rappang Dipilih KBRI Hungaria Wakili Indonesia di Forum Pendidikan Tinggi Dunia



    NARASIRAKYAT – Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat internasional. Salah seorang dosen Program Studi Administrasi Publik, Hardianti Laduppa, mendapat kepercayaan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Hungaria untuk mewakili Indonesia dalam QS Higher Education Summit Europe 2026, forum bergengsi yang mempertemukan para pemimpin pendidikan tinggi dari berbagai belahan dunia.


    Keikutsertaan Hardianti dalam forum internasional yang berlangsung di Budapest, Hungaria, pada 24–25 Juni 2026, menjadi bukti bahwa kualitas sumber daya manusia dari perguruan tinggi daerah semakin mendapat pengakuan di tingkat global.


    Forum yang diikuti lebih dari 500 pimpinan universitas, pembuat kebijakan, peneliti, dan mitra industri dari berbagai negara tersebut menjadi ruang strategis untuk membahas arah masa depan pendidikan tinggi di tengah perkembangan teknologi dan perubahan global.


    Dipilih Langsung oleh KBRI Hungaria

    Saat dihubungi pada Jumat (26/6/2026), Hardianti mengaku bersyukur atas kepercayaan yang diberikan oleh KBRI di Hungaria.


    Menurutnya, kesempatan mengikuti forum internasional tersebut merupakan pengalaman akademik yang sangat berharga sekaligus peluang memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dunia.


    "Alhamdulillah, saya sangat bersyukur mendapat kepercayaan ini. Kesempatan mengikuti forum internasional seperti ini tentu menjadi pengalaman yang sangat berharga, baik untuk pengembangan diri maupun untuk membawa nama baik kampus dan Indonesia di kancah internasional," ujarnya.

     

    Hardianti mengungkapkan bahwa KBRI Hungaria hanya menunjuk tiga dosen dari perguruan tinggi di Indonesia untuk mengikuti kegiatan tersebut.


    Ketiga perguruan tinggi yang mendapat kepercayaan itu adalah Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Teuku Umar.


    Kepercayaan ini menjadi pencapaian penting yang menunjukkan bahwa kontribusi akademisi dari perguruan tinggi daerah semakin diperhitungkan dalam forum internasional.


    Membahas Masa Depan Pendidikan Tinggi di Era Artificial Intelligence

    QS Higher Education Summit Europe 2026 merupakan konferensi internasional yang setiap tahunnya menghadirkan pemangku kepentingan di bidang pendidikan tinggi dari berbagai negara.


    Pada penyelenggaraan tahun ini, konferensi mengangkat tema:

    "AI Skills for a Fragmented World: How European Higher Education Can Future-Proof Talent."


    Tema tersebut menyoroti bagaimana perguruan tinggi perlu mempersiapkan talenta masa depan yang mampu beradaptasi dengan perkembangan Artificial Intelligence (AI), transformasi digital, serta dinamika sosial-ekonomi global yang terus berubah.


    Forum ini menjadi ruang diskusi mengenai inovasi pembelajaran, internasionalisasi perguruan tinggi, penguatan riset, hingga kolaborasi lintas negara dalam menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21.


    Menariknya, peserta umum yang mengikuti konferensi ini dikenakan biaya registrasi sebesar 990 dolar Amerika Serikat. Namun, karena memperoleh penugasan resmi dari KBRI di Hungaria, Hardianti mengikuti seluruh rangkaian kegiatan tanpa dikenakan biaya registrasi.


    Rektor: Bukti Kampus Daerah Mampu Berkontribusi di Tingkat Global

    Rektor UMS Rappang, Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi atas pencapaian tersebut.


    Menurutnya, keterlibatan Hardianti dalam QS Higher Education Summit Europe menjadi bukti bahwa dosen-dosen UMS Rappang mampu bersaing dan dipercaya tampil di forum pendidikan tinggi internasional.


    "Kami sangat bangga dan mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada Ibu Hardianti untuk mewakili Indonesia dalam forum internasional ini. Ini merupakan capaian yang membanggakan bagi UMS Rappang sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh dosen untuk terus meningkatkan kompetensi, jejaring, dan kontribusi akademik di tingkat global," ujarnya.

     

    Prof. Jamaluddin menegaskan bahwa UMS Rappang terus mendorong dosen dan mahasiswa untuk aktif membangun kolaborasi internasional sebagai bagian dari strategi peningkatan mutu pendidikan.


    "Kehadiran dosen UMS Rappang di forum QS Higher Education Summit Europe menunjukkan bahwa kampus daerah juga mampu tampil dan berkontribusi dalam percaturan pendidikan tinggi dunia. Kami berharap pengalaman dan jejaring yang diperoleh dapat ditransformasikan menjadi kolaborasi, inovasi, serta penguatan mutu pendidikan di UMS Rappang," tambahnya.

     

    Membuka Peluang Kolaborasi dan Penguatan Reputasi Kampus

    Keikutsertaan Hardianti di forum internasional tersebut diharapkan memberikan dampak positif terhadap pengembangan institusi.


    Selain memperluas jejaring akademik global, partisipasi ini juga membuka peluang kolaborasi riset internasional, pertukaran pengetahuan, pengembangan inovasi pembelajaran, hingga peningkatan reputasi UMS Rappang di tingkat dunia.


    Capaian ini menjadi bukti bahwa kualitas dosen dari perguruan tinggi daerah mampu sejajar dengan akademisi dari berbagai negara ketika diberikan kesempatan untuk tampil di forum internasional.


    Lima Fakta Menarik

    • Pertama, Hardianti Laduppa menjadi salah satu dari tiga dosen Indonesia yang ditunjuk KBRI Hungaria mengikuti QS Higher Education Summit Europe 2026.

    • Kedua, forum internasional tersebut diikuti lebih dari 500 pimpinan perguruan tinggi, peneliti, pembuat kebijakan, dan mitra industri dari berbagai negara.

    • Ketiga, tema konferensi tahun ini berfokus pada pengembangan talenta masa depan melalui pendidikan tinggi di era Artificial Intelligence (AI).

    • Keempat, peserta umum dikenakan biaya registrasi sebesar 990 dolar AS, namun Hardianti mengikuti kegiatan melalui penugasan resmi dari KBRI Hungaria.

    • Kelima, partisipasi ini diharapkan memperkuat jejaring internasional, membuka peluang kolaborasi riset, sekaligus meningkatkan reputasi global UMS Rappang.


    Prestasi tidak selalu lahir dari kampus besar di kota-kota metropolitan. Kepercayaan yang diberikan kepada dosen UMS Rappang untuk mewakili Indonesia dalam QS Higher Education Summit Europe 2026 membuktikan bahwa kualitas, dedikasi, dan kompetensi mampu menembus batas geografis. Di tengah derasnya transformasi pendidikan global, langkah ini menjadi inspirasi bahwa perguruan tinggi daerah juga memiliki peluang besar untuk tampil, berkolaborasi, dan memberikan kontribusi nyata dalam membangun masa depan pendidikan dunia.

    Komentar

    Tampilkan