![]() |
Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMS Rappang Bekali Mahasiswa Skill Public Speaking, Siap Tampil di Seminar hingga Dunia Kerja |
NARASIRAKYAT – Kemampuan berbicara di depan publik tidak lagi sekadar menjadi nilai tambah, tetapi telah menjadi kompetensi penting yang dibutuhkan di dunia akademik maupun profesional. Menjawab kebutuhan tersebut, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) kembali menghadirkan English Meeting Club dengan tema “The Art of Holding the Room: Peran Seorang Moderator.”
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Perkuliahan B07 UMS Rappang, Kamis (25/6/2026) sore, menjadi ruang belajar interaktif bagi mahasiswa untuk memahami sekaligus mempraktikkan teknik menjadi moderator yang profesional. Sejak awal kegiatan, suasana diskusi berlangsung aktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta yang ingin meningkatkan kemampuan komunikasi dan kepemimpinan.
English Meeting Club merupakan salah satu program pengembangan kompetensi mahasiswa yang secara rutin diselenggarakan oleh Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMS Rappang sebagai pelengkap pembelajaran di kelas.
Mengupas Peran Moderator yang Kerap Dianggap Sederhana
Pada kegiatan kali ini, panitia menghadirkan Aulia Pramudita Amalia, S.Pd., mantan Ketua Bidang Education and Research periode 2022/2023, sebagai narasumber utama. Sementara jalannya kegiatan dipandu oleh Dinda Juvita Ramdhani dari Bidang Interest and Talent periode 2025/2026.
Dalam paparannya, Aulia menjelaskan bahwa tugas moderator sering kali dipandang sederhana, padahal keberhasilan sebuah seminar, diskusi, presentasi, maupun forum ilmiah sangat dipengaruhi oleh kemampuan moderator dalam mengendalikan jalannya acara.
"Seorang moderator tidak hanya bertugas memperkenalkan pemateri dan topik pembahasan, tetapi juga mengelola sesi diskusi, mengatur tanya jawab, serta menyimpulkan hasil pembahasan," jelas Aulia.
Ia menambahkan bahwa moderator berperan sebagai penghubung antara narasumber dan audiens, sehingga dibutuhkan kemampuan komunikasi yang baik, ketenangan, serta kecakapan dalam mengelola dinamika forum.
Mahasiswa Dibekali Keterampilan Public Speaking dan Kepemimpinan
Selain membahas teori, peserta juga memperoleh berbagai materi praktis mengenai kompetensi yang wajib dimiliki seorang moderator.
Materi tersebut meliputi berpikir kritis (critical thinking), active listening, teknik public speaking, penguasaan bahasa tubuh, hingga strategi ice breaking untuk menciptakan suasana diskusi yang lebih hidup dan interaktif.
Antusiasme mahasiswa semakin terlihat ketika memasuki sesi praktik. Secara bergantian, peserta mencoba memandu jalannya sebuah forum layaknya moderator profesional, sementara narasumber memberikan evaluasi dan masukan secara langsung.
Pendekatan praktik ini diharapkan mampu meningkatkan rasa percaya diri mahasiswa sekaligus melatih kemampuan mereka menghadapi berbagai situasi komunikasi di dunia nyata.
Kaprodi: Public Speaking adalah Kompetensi Masa Depan
Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMS Rappang, Dr. Sam Hermansyah, S.Pd., M.Pd., memberikan apresiasi terhadap konsistensi penyelenggaraan English Meeting Club sebagai bagian dari pengembangan kompetensi mahasiswa di luar perkuliahan formal.
Menurutnya, lulusan perguruan tinggi saat ini dituntut tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan penguasaan bahasa Inggris, tetapi juga keterampilan komunikasi yang kuat.
"Kami berharap mahasiswa tidak hanya unggul dalam kemampuan akademik dan bahasa Inggris, tetapi juga memiliki keterampilan komunikasi, kepemimpinan, dan public speaking yang baik," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kemampuan menjadi moderator akan menjadi bekal penting ketika mahasiswa terlibat dalam seminar, konferensi ilmiah, organisasi kemahasiswaan, hingga dunia kerja profesional.
"Kemampuan menjadi moderator akan sangat bermanfaat ketika mahasiswa terlibat dalam seminar, konferensi, kegiatan organisasi, maupun dunia kerja nantinya," tambahnya.
Komitmen Mencetak Lulusan Berdaya Saing Global
Melalui program-program pengembangan seperti English Meeting Club, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMS Rappang terus memperkuat komitmennya dalam menghasilkan lulusan yang memiliki keseimbangan antara kompetensi akademik (hard skills) dan keterampilan interpersonal (soft skills).
Kegiatan ini tidak hanya melatih kemampuan berbicara di depan umum, tetapi juga membentuk karakter mahasiswa yang komunikatif, percaya diri, adaptif, serta mampu memimpin diskusi dalam berbagai forum akademik maupun profesional.
Ke depan, prodi berkomitmen untuk terus menghadirkan pelatihan serupa guna mempersiapkan lulusan yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Lima Fakta Menarik
Pertama, English Meeting Club mengangkat tema “The Art of Holding the Room: Peran Seorang Moderator” yang fokus pada penguatan kemampuan public speaking.
Kedua, narasumber merupakan alumni pengurus organisasi mahasiswa yang telah berpengalaman dalam memandu berbagai kegiatan akademik.
Ketiga, mahasiswa mempelajari berbagai keterampilan penting seperti active listening, critical thinking, public speaking, dan teknik ice breaking.
Keempat, peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga mengikuti sesi praktik menjadi moderator dengan pendampingan langsung.
Kelima, kegiatan ini menjadi bagian dari strategi Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMS Rappang dalam membangun lulusan yang unggul secara akademik sekaligus memiliki kemampuan komunikasi dan kepemimpinan.
Kemampuan berbicara di depan publik bukan sekadar soal keberanian, tetapi juga seni membangun komunikasi yang mampu menginspirasi dan menghubungkan banyak orang. Melalui English Meeting Club, mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris UMS Rappang belajar bahwa menjadi moderator berarti menjadi pemimpin sebuah forum, penjaga alur diskusi, sekaligus jembatan antara ilmu dan audiens. Dengan bekal kompetensi tersebut, mereka dipersiapkan menjadi lulusan yang tidak hanya fasih berbahasa Inggris, tetapi juga percaya diri memimpin ruang diskusi di tingkat nasional maupun internasional.















