-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     




     


     

     



     


     

     



     

    Iklan

    Jelang KKN Angkatan VIII, UMS Rappang Siapkan 41 Lokasi Posko dan Usung Konsep Smart Village!

    Satry Polang
    Sabtu, 27 Juni 2026, Juni 27, 2026 WIB Last Updated 2026-06-28T02:57:54Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250

    Jelang KKN Angkatan VIII, UMS Rappang Siapkan 41 Lokasi Posko dan Usung Konsep Smart Village!



    NARASIRAKYAT  – Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan ke-VIII Tahun 2026 melalui langkah strategis pembekalan Dosen Pendamping Lapangan (DPL). Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan program pengabdian masyarakat berjalan lebih terarah, inovatif, dan berdampak nyata bagi desa sasaran.


    Pembekalan DPL yang digelar oleh Lembaga Penelitian, Publikasi, dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UMS Rappang berlangsung di Ruang Pertemuan Lantai 3 Gedung Rektorat UMS Rappang, Sabtu (27/6/2026). Acara resmi dibuka langsung oleh Rektor UMS Rappang, Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si.


    Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam menyatukan visi dan strategi para dosen pendamping sebelum mahasiswa diterjunkan ke lapangan pada puluhan titik lokasi KKN di berbagai wilayah.


    LP3M Siapkan 41 Lokasi Posko KKN

    Kepala LP3M UMS Rappang, Assoc. Prof. Dr. Ahmad Mustanir, menjelaskan bahwa pembekalan ini memiliki peran vital dalam menyamakan persepsi dan meningkatkan kesiapan teknis para DPL sebelum mendampingi mahasiswa di lapangan.


    Pada pelaksanaan KKN Angkatan VIII tahun ini, mahasiswa UMS Rappang akan disebar di 41 lokasi posko KKN yang telah dipetakan berdasarkan kebutuhan dan potensi masyarakat.


    “Hari ini LP3M melaksanakan pembekalan Dosen Pendamping Lapangan KKN Angkatan 8 Tahun 2026. Rencananya, mereka akan dialokasikan di 41 lokasi posko,” ujar Dr. Ahmad Mustanir.

     

    Ia menegaskan bahwa pembekalan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga evaluatif dengan meninjau pengalaman KKN sebelumnya.


    Evaluasi dan Penguatan Peran DPL di Lapangan

    Lebih lanjut, LP3M menekankan pentingnya pemahaman menyeluruh bagi para DPL terkait tugas, tanggung jawab, hingga tantangan yang kerap muncul selama pelaksanaan KKN.


    Materi pembekalan juga mencakup evaluasi pelaksanaan KKN sebelumnya sebagai bahan perbaikan di tahun 2026.


    “Materi menyangkut tugas DPL, pengalaman, dan problem yang dihadapi sebelumnya sehingga kita bisa mengantisipasinya. Selain itu juga berkaitan dengan output yang harus diselesaikan di lokasi KKN masing-masing,” jelasnya.

     

    Melalui pendekatan ini, LP3M berharap DPL mampu menjadi penghubung efektif antara mahasiswa dan masyarakat, sekaligus memastikan program kerja yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan desa.


    Rektor UMS Rappang Dorong Inovasi Smart Village dan Digital Government

    Rektor UMS Rappang, Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa pelaksanaan KKN tidak boleh hanya menjadi rutinitas akademik semata, tetapi harus menjadi ruang inovasi dan kolaborasi lintas sektor.


    Ia mendorong agar KKN Angkatan VIII mampu menghadirkan program-program yang lebih progresif dengan melibatkan berbagai lembaga strategis seperti BNNK, BPN, hingga PWI Cabang Sidrap.


    “KKN tidak lagi monoton harus di desa atau konvensional. Program harus bersinergi dengan kebutuhan desa. Kampus kita punya slogan smart village dan digital government,” tegasnya.

     

    Rektor juga menekankan pentingnya inovasi berbasis teknologi dalam pengembangan desa melalui konsep smart village dan digital government, yang dapat melibatkan seluruh program studi di lingkungan kampus.


    “Coba lakukan inovasi di bidang smart village dan digital government. Semua prodi bisa masuk, paling tidak dalam penguatan digital government,” harapnya.

     

    KKN sebagai Momentum Penguatan Akademik dan Portofolio Dosen

    Selain menekankan inovasi program, Rektor UMS Rappang juga menyoroti pentingnya optimalisasi KKN sebagai sarana penguatan kapasitas akademik dosen.


    Menurutnya, kegiatan KKN harus dimanfaatkan secara maksimal sebagai bagian dari pengabdian masyarakat yang terukur dan terdokumentasi, sehingga mendukung pengembangan karier akademik dosen.


    “Mumpung ada kegiatan KKN, maka ini bisa dijadikan sarana pengabdian masyarakat. Sehingga ketika mengisi BKD atau naik jabatan fungsional, tidak kesulitan lagi mencari data atau program,” ujarnya.

     

    Ia menambahkan bahwa pemanfaatan KKN secara optimal akan memberikan manfaat ganda, tidak hanya bagi masyarakat, tetapi juga bagi mahasiswa, dosen, dan institusi.


    “Kegiatan KKN itu harus dimanfaatkan. Itu harapan kita, dan tentu juga harapan kementerian,” pungkasnya.

     

    Komitmen UMS Rappang dalam Pengabdian Berbasis Inovasi

    Melalui pembekalan ini, UMS Rappang menegaskan komitmennya dalam memperkuat kualitas pelaksanaan KKN berbasis inovasi, kolaborasi, dan kebutuhan riil masyarakat desa.


    Dengan pendekatan smart village dan digital government, KKN Angkatan VIII diharapkan menjadi model pengabdian masyarakat yang tidak hanya bersifat konvensional, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tantangan era modern.


    Lima Fakta Menarik

    • Pertama, UMS Rappang akan menempatkan mahasiswa KKN Angkatan VIII di 41 lokasi posko.

    • Kedua, pembekalan DPL digelar oleh LP3M sebagai langkah strategis sebelum mahasiswa diterjunkan ke lapangan.

    • Ketiga, KKN tahun ini diarahkan pada penguatan konsep smart village dan digital government.

    • Keempat, Rektor UMS Rappang mendorong kolaborasi KKN dengan lembaga eksternal seperti BNNK, BPN, dan PWI.

    • Kelima, KKN juga dimanfaatkan sebagai sarana penguatan portofolio akademik dosen dalam pengisian BKD dan jabatan fungsional.


    KKN bukan sekadar agenda akademik tahunan, melainkan jembatan nyata antara kampus dan masyarakat. Melalui pembekalan Dosen Pendamping Lapangan, UMS Rappang menunjukkan keseriusannya dalam membangun program pengabdian yang lebih terarah, inovatif, dan berkelanjutan. Dengan semangat kolaborasi dan transformasi digital, KKN Angkatan VIII diharapkan menjadi momentum lahirnya perubahan nyata bagi desa, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam membangun peradaban berbasis ilmu pengetahuan dan pengabdian.

    Komentar

    Tampilkan