![]() |
Marlina Mahasiswi UMS Rappang Puluhan Nilai Sosial Tersembunyi dalam Cerpen Populer |
NARASIRAKYAT – Sastra tidak hanya menghadirkan cerita dan keindahan bahasa. Di balik setiap tokoh, konflik, dan alur yang dibangun pengarang, tersimpan berbagai pesan sosial yang mencerminkan realitas kehidupan masyarakat. Melalui karya sastra, pembaca dapat memahami nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat, mulai dari persoalan agama, pendidikan, ekonomi, hingga politik.
Perspektif inilah yang diangkat oleh mahasiswi Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang), Marlina, dalam sidang skripsi yang digelar di Ruang Ujian FKIP UMS Rappang, Selasa (9/6/2026).
Dalam sidang tersebut, Marlina mempresentasikan hasil penelitiannya yang berjudul “Representasi Nilai Sosial dalam Cerpen Orang-Orang Aneh dari Selatan Karya Ni Komang Ariani.”
Penelitian ini menjadi salah satu contoh bagaimana karya sastra dapat dikaji secara ilmiah untuk mengungkap berbagai fenomena sosial yang hadir dalam kehidupan masyarakat.
Sastra sebagai Cermin Kehidupan Sosial
Melalui pendekatan sosiologi sastra, Marlina berupaya mengidentifikasi dan menganalisis nilai-nilai sosial yang terkandung dalam cerpen Orang-Orang Aneh dari Selatan karya Ni Komang Ariani.
Penelitian tersebut berangkat dari pandangan bahwa sastra bukanlah karya yang lahir di ruang kosong. Sebaliknya, sastra tumbuh dari realitas sosial yang dialami masyarakat dan kemudian direfleksikan kembali dalam bentuk cerita.
Karena itu, memahami karya sastra tidak hanya berarti menikmati unsur estetika dan bahasa, tetapi juga membaca pesan-pesan sosial yang disampaikan pengarang kepada pembacanya.
Dalam penelitiannya, Marlina memfokuskan kajian pada lima aspek utama, yakni:
Nilai sosial bidang agama
Nilai sosial bidang pendidikan
Nilai sosial bidang ekonomi
Nilai sosial bidang politik
Fungsi nilai sosial dalam kehidupan masyarakat
Pendekatan yang digunakan adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif yang memungkinkan peneliti melakukan analisis mendalam terhadap isi teks.
Menemukan Jejak Nilai Sosial dalam Cerita
Data utama penelitian diperoleh langsung dari teks cerpen, sementara data pendukung berasal dari berbagai referensi akademik seperti buku teori sastra, jurnal ilmiah, artikel penelitian, dan kajian terdahulu yang relevan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerpen tersebut memuat berbagai representasi nilai sosial yang cukup beragam.
"Hasil penelitian menunjukkan adanya lima kategori nilai sosial yang ditemukan dalam cerpen tersebut, yaitu aspek sosial agama sebanyak tiga data, pendidikan lima data, ekonomi enam data, politik dua data, serta fungsi nilai sosial dalam masyarakat sebanyak sebelas data," jelas Marlina saat mempresentasikan hasil penelitiannya.
Temuan tersebut memperlihatkan bahwa karya sastra mampu menjadi ruang refleksi yang menggambarkan dinamika kehidupan masyarakat dalam berbagai aspek.
Melalui tokoh, dialog, dan konflik yang dibangun pengarang, pembaca dapat memahami bagaimana nilai-nilai sosial berkembang, dipertahankan, maupun mengalami perubahan dalam kehidupan sehari-hari.
Potensi Sastra sebagai Media Pendidikan Karakter
Salah satu temuan penting dalam penelitian ini adalah potensi karya sastra sebagai media pembelajaran karakter dan sosial dalam dunia pendidikan.
Nilai-nilai yang terkandung dalam cerpen tidak hanya memberikan pengalaman membaca, tetapi juga dapat menjadi sarana pembelajaran untuk menanamkan sikap sosial, empati, tanggung jawab, dan kesadaran terhadap berbagai persoalan masyarakat.
Di tengah tantangan pendidikan abad ke-21 yang semakin kompleks, pendekatan pembelajaran berbasis sastra dinilai mampu membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis sekaligus sensitivitas sosial.
Karena itu, hasil penelitian Marlina memiliki relevansi yang kuat dengan kebutuhan pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah.
Apresiasi dari Tim Penguji
Sidang skripsi dipimpin oleh Ketua Penguji Dr. Hj. Nuraini Kasman, M.Pd., dengan Sekretaris Penguji Saifullah, S.Pd., M.Pd.
Turut hadir sebagai penguji dan pembimbing:
Dr. Suhartini Khalik, S.Pd., M.Pd.
Dr. M. Nurzin R., S.Pd., M.Pd. (Pembimbing I)
Jusrianto Jala, S.Pd., M.Pd. (Anggota Penguji)
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Hj. Nuraini Kasman memberikan apresiasi atas kemampuan mahasiswa dalam mengkaji karya sastra melalui pendekatan sosiologi sastra yang dinilai relevan dengan kondisi sosial masyarakat saat ini.
Menurutnya, penelitian sastra memiliki peran penting dalam mengungkap makna yang lebih luas dari sebuah karya.
"Penelitian seperti ini penting untuk terus dikembangkan karena karya sastra merupakan cerminan kehidupan masyarakat. Mahasiswa perlu memiliki kemampuan kritis dalam membaca dan menganalisis fenomena sosial yang hadir dalam karya sastra," ujarnya.
Ia juga berharap penelitian tersebut dapat menjadi referensi dan inspirasi bagi mahasiswa lain yang tertarik mengembangkan kajian sastra, khususnya dalam bidang sosiologi sastra.
Komitmen FKIP UMS Rappang dalam Penguatan Budaya Riset
Pelaksanaan sidang skripsi ini menjadi bagian dari komitmen Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMS Rappang dalam memperkuat budaya penelitian dan menghasilkan karya ilmiah yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Tidak hanya berfokus pada penyelesaian studi mahasiswa, program studi juga mendorong lahirnya penelitian yang memiliki kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, dan kebudayaan.
Melalui penelitian seperti yang dilakukan Marlina, mahasiswa dilatih untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan ilmiah dalam memahami berbagai fenomena sosial yang hadir dalam karya sastra.
Lima Fakta Menarik dari Penelitian Ini
1. Menggunakan Pendekatan Sosiologi Sastra
Penelitian mengkaji karya sastra dari perspektif sosial untuk melihat hubungan antara cerita dan realitas masyarakat.
2. Mengungkap Lima Aspek Nilai Sosial
Kajian mencakup nilai agama, pendidikan, ekonomi, politik, dan fungsi sosial dalam kehidupan masyarakat.
3. Menemukan Dominasi Fungsi Nilai Sosial
Aspek fungsi nilai sosial menjadi temuan terbanyak dengan sebelas data yang ditemukan dalam cerpen.
4. Berpotensi Menjadi Media Pendidikan Karakter
Hasil penelitian menunjukkan bahwa karya sastra dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran sosial dan karakter di sekolah.
5. Relevan dengan Kondisi Masyarakat Modern
Tema-tema yang ditemukan dalam cerpen masih berkaitan erat dengan berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat saat ini.
Di balik setiap karya sastra yang dibaca, selalu ada pesan yang ingin disampaikan kepada masyarakat. Kadang pesan itu hadir dalam bentuk kritik sosial, kadang dalam bentuk refleksi kehidupan, dan tidak jarang menjadi cermin yang memperlihatkan wajah masyarakat itu sendiri.
Penelitian yang dilakukan Marlina membuktikan bahwa sastra bukan sekadar rangkaian kata-kata indah, melainkan sumber pengetahuan yang mampu membuka wawasan tentang kehidupan manusia. Ketika mahasiswa mampu membaca karya sastra secara kritis dan ilmiah, mereka tidak hanya memahami cerita, tetapi juga belajar memahami masyarakat.
Melalui penelitian-penelitian seperti ini, UMS Rappang terus menunjukkan komitmennya dalam melahirkan lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, kemampuan analisis yang kuat, serta kesiapan untuk berkontribusi dalam pengembangan pendidikan dan kebudayaan Indonesia.















