![]() |
Milad Ke-4 HIMADKES UMS Rappang Jadi Momentum Rekonstruksi Solidaritas dan Penguatan Sinergi Mahasiswa Administrasi Kesehatan |
NARASIRAKYAT – Memasuki usia keempat, Himpunan Mahasiswa Administrasi Kesehatan (HIMADKES) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) menegaskan komitmennya untuk membangun organisasi yang semakin solid, inklusif, dan adaptif terhadap tantangan zaman. Momentum milad tahun ini tidak hanya menjadi perayaan bertambahnya usia organisasi, tetapi juga menjadi ruang refleksi untuk memperkuat persaudaraan, kepemimpinan, dan kolaborasi antarmahasiswa.
Perayaan Milad Ke-4 HIMADKES berlangsung khidmat di Auditorium H. Zaini Razak UMS Rappang, Sabtu (27/6/2026). Kegiatan diawali dengan seremoni pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur, dilanjutkan pelepasan balon ke udara yang melambangkan harapan agar HIMADKES terus berkembang dan memberikan manfaat bagi civitas akademika maupun masyarakat.
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Program Studi Administrasi Kesehatan, Zulkarnaen Sulaiman, S.KM., M.Kes., Wakil Dekan II Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK), Muhammad Rusdi, S.Ag., M.Adm.KP., serta jajaran pengurus organisasi internal kampus dan mahasiswa dari berbagai angkatan.
Mengusung tema "Merekonstruksi Solidaritas, Menguatkan Sinergi untuk HIMADKES yang Lebih Berkualitas", peringatan milad kali ini menjadi ajakan bagi seluruh mahasiswa untuk membangun kembali semangat kebersamaan demi mewujudkan organisasi yang lebih progresif.
Rekonstruksi Solidaritas Dimulai dari Budaya Organisasi yang Sehat
Dalam sambutannya, Ketua Program Studi Administrasi Kesehatan, Zulkarnaen Sulaiman, S.KM., M.Kes., mengapresiasi tema yang diangkat panitia. Menurutnya, penggunaan kata rekonstruksi mencerminkan adanya semangat perubahan menuju organisasi yang lebih kuat dan berkualitas.
"Luar biasa acaranya hari ini, hari ini tema yang dibuat luar biasa. Pasti ke depan ada yang berubah karena menggunakan bahasa rekonstruksi solidaritas," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa dinamika organisasi merupakan bagian dari proses pembelajaran kepemimpinan. Perbedaan pandangan, menurutnya, adalah sesuatu yang wajar selama disampaikan melalui mekanisme organisasi yang benar.
"Berbeda pendapat itu wajar di organisasi. Yang tidak wajar itu kalau tetap dipendam. Kalau ada pendapat di dalam forum, keluarkan saja, tidak apa-apa. Tapi kalau malah di luar forum dibahasnya, itu perlu diajarkan mental health," tuturnya disambut senyum para peserta.
Lebih lanjut, Zulkarnaen berharap HIMADKES semakin aktif menghadirkan kegiatan yang mampu mempererat hubungan antarmahasiswa dari seluruh angkatan.
Menurutnya, aktivitas organisasi yang positif akan melahirkan rasa memiliki dan memperkuat ikatan persaudaraan.
"Dengan kita berkegiatan, maka akan muncul bibit-bibit persaudaraan sehingga output yang diharapkan adalah solidaritas tanpa batas," tegasnya.
Milad Harus Menjadi Ruang Evaluasi, Bukan Sekadar Seremonial
Sementara itu, Wakil Dekan II Fakultas Ilmu Kesehatan UMS Rappang, Muhammad Rusdi, S.Ag., M.Adm.KP., mengingatkan bahwa perayaan hari jadi organisasi seharusnya menjadi momentum evaluasi terhadap perjalanan organisasi, bukan hanya kegiatan seremonial tahunan.
Ia menyebut Program Studi Administrasi Kesehatan merupakan salah satu program studi dengan jumlah mahasiswa terbesar di lingkungan Fakultas Ilmu Kesehatan. Potensi besar tersebut, menurutnya, harus menjadi kekuatan dalam membangun organisasi yang aktif dan produktif.
"Saya mengharapkan kepada anak-anakku semua bahwa milad ini menjadi ruang refleksi dan ruang evaluasi diri, terutama terhadap seluruh pengurus," katanya.
Rusdi juga menegaskan bahwa HIMADKES merupakan rumah bersama seluruh mahasiswa Administrasi Kesehatan, sehingga keberhasilan organisasi tidak boleh hanya dibebankan kepada pengurus.
"Jangan hanya dibebankan kepada pengurus saja. Kita berharap seluruh mahasiswa di dalamnya memberikan andil dan kepedulian. Jangan sampai ada mahasiswa Adminkes yang justru hanya menjadi penonton," pesannya.
Mahasiswa Ditantang Siap Menghadapi Era Society 5.0
Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Rusdi turut mengingatkan pentingnya kesiapan mahasiswa menghadapi perkembangan teknologi dan transformasi digital yang semakin cepat.
Menurutnya, memasuki era Society 5.0, mahasiswa tidak cukup hanya aktif berorganisasi, tetapi juga harus memiliki kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi informasi.
"Malu rasanya kalau kita dikenal sebagai organisatoris kampus, tetapi tidak mengetahui perkembangan teknologi di dalamnya," ujarnya.
Ia mendorong HIMADKES untuk memperluas jejaring kerja sama, tidak hanya di lingkungan internal program studi, tetapi juga lintas fakultas, bahkan dengan berbagai organisasi di luar kampus.
"Mari semua komponen mempererat hubungan kerja sama. Kolaborasi itu bukan hanya sesama pengurus atau internal prodi, tetapi juga lintas prodi, lintas fakultas," pungkasnya.
HIMADKES Perkuat Peran Organisasi sebagai Ruang Pengembangan Mahasiswa
Peringatan Milad Ke-4 ini sekaligus mempertegas komitmen HIMADKES UMS Rappang untuk terus menjadi wadah pengembangan karakter, kepemimpinan, dan kompetensi mahasiswa Administrasi Kesehatan.
Melalui budaya organisasi yang sehat, komunikasi yang terbuka, serta kolaborasi yang semakin luas, HIMADKES diharapkan mampu melahirkan generasi mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, kemampuan beradaptasi, dan jiwa kepemimpinan yang siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun pengabdian kepada masyarakat.
Lima Fakta Menarik
Pertama, Milad Ke-4 HIMADKES mengangkat tema "Merekonstruksi Solidaritas, Menguatkan Sinergi untuk HIMADKES yang Lebih Berkualitas" sebagai arah baru penguatan organisasi.
Kedua, perayaan ditandai dengan pemotongan tumpeng dan pelepasan balon sebagai simbol rasa syukur, harapan, dan semangat baru.
Ketiga, Kaprodi Administrasi Kesehatan menekankan pentingnya budaya diskusi yang sehat serta keberanian menyampaikan pendapat melalui forum resmi organisasi.
Keempat, Wakil Dekan II FIK mengingatkan bahwa HIMADKES adalah rumah bersama seluruh mahasiswa, sehingga setiap anggota memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi.
Kelima, mahasiswa didorong untuk menguasai teknologi, memperluas kolaborasi, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan era digital serta Society 5.0.
Usia empat tahun bukan sekadar angka bagi HIMADKES UMS Rappang, melainkan awal dari babak baru menuju organisasi yang semakin dewasa, inklusif, dan berdaya saing. Di tengah perubahan dunia yang berlangsung begitu cepat, solidaritas, kolaborasi, dan kemampuan beradaptasi menjadi fondasi utama dalam membangun organisasi yang mampu melahirkan pemimpin masa depan. Dengan semangat rekonstruksi dan sinergi, HIMADKES diharapkan terus menjadi ruang bertumbuh bagi mahasiswa untuk berkarya, berinovasi, serta memberikan kontribusi nyata bagi dunia kesehatan dan masyarakat luas.














.jpeg)
