![]() |
Siap Ubah Ide Jadi Program Berdampak? STAIN Majene Hadirkan Dr. Andi Asrifan Pakar Nasional di Workshop PKM Berbasis ABCD |
NARASIRAKYAT --- Komitmen membangun pengabdian kepada masyarakat yang lebih partisipatif, inovatif, dan berkelanjutan terus diperkuat oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STAIN Majene. Melalui kegiatan Workshop PKM Berbasis Asset-Based Community Development (ABCD), para akademisi, dosen, peneliti, dan penggiat pengabdian masyarakat diajak untuk melihat potensi lokal sebagai kekuatan utama dalam menciptakan perubahan sosial yang berkelanjutan.
Kegiatan yang akan berlangsung pada Senin, 22 Juni 2026, di Lab Terpadu Lantai 3 Smart Laboratorium STAIN Majene ini menghadirkan akademisi dan narasumber nasional, Dr. Andi Asrifan, S.Pd., M.Pd, yang dikenal aktif dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia.
Workshop mengusung tema “Membangun PKM yang Partisipatif dan Berkelanjutan melalui Pendekatan Asset-Based Community Development”, sebuah pendekatan yang kini semakin relevan dalam menjawab tantangan pembangunan masyarakat berbasis potensi lokal.
Menggeser Paradigma: Dari Kekurangan Menuju Kekuatan
Selama ini banyak program pengabdian masyarakat yang berangkat dari identifikasi masalah dan kekurangan masyarakat. Namun pendekatan ABCD menawarkan perspektif berbeda.
Alih-alih berfokus pada kelemahan, pendekatan ini mendorong masyarakat untuk mengenali aset, kekuatan, keterampilan, sumber daya, jaringan sosial, dan potensi yang telah mereka miliki.
Melalui metode tersebut, masyarakat tidak lagi diposisikan sebagai objek pembangunan, tetapi menjadi subjek utama yang berperan aktif dalam merancang dan menjalankan program perubahan.
Pendekatan inilah yang menjadi fokus utama workshop yang digagas P3M STAIN Majene.
Hadirkan Akademisi Berpengalaman Nasional
Untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam, P3M STAIN Majene menghadirkan Dr. Andi Asrifan sebagai pemateri utama.
Sebagai akademisi yang aktif dalam berbagai forum nasional maupun internasional, Dr. Andi Asrifan dikenal memiliki pengalaman luas dalam bidang pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam workshop tersebut, peserta akan memperoleh wawasan mengenai strategi penyusunan program PKM yang tidak hanya memenuhi aspek administratif dan akademik, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Materi yang dibawakan akan mencakup identifikasi aset komunitas, teknik pemetaan potensi lokal, penyusunan program berbasis kebutuhan masyarakat, hingga strategi memastikan keberlanjutan program setelah kegiatan selesai dilaksanakan.
Menjawab Tantangan Pengabdian Masyarakat Era Modern
Di tengah tuntutan perguruan tinggi untuk menghasilkan program pengabdian yang berkualitas dan terukur, pendekatan ABCD menjadi salah satu solusi yang dinilai efektif.
Model ini memungkinkan lahirnya program yang lebih partisipatif karena masyarakat terlibat sejak tahap perencanaan hingga evaluasi.
Selain itu, pendekatan tersebut dinilai mampu meningkatkan rasa kepemilikan masyarakat terhadap program yang dijalankan sehingga dampaknya dapat bertahan dalam jangka panjang.
Bagi dosen, mahasiswa, maupun praktisi pengabdian masyarakat, workshop ini menjadi kesempatan berharga untuk memperkaya perspektif dan meningkatkan kualitas program yang akan dikembangkan.
Wadah Kolaborasi dan Inovasi
Tidak hanya menjadi forum pembelajaran, workshop ini juga diharapkan menjadi ruang kolaborasi bagi civitas akademika untuk saling bertukar gagasan dan pengalaman.
Berbagai ide kreatif yang selama ini masih berupa konsep dapat dikembangkan menjadi program pengabdian yang lebih aplikatif, terarah, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, STAIN Majene menunjukkan komitmennya dalam memperkuat peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan sosial yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.
Lima Fakta Menarik Workshop PKM Berbasis ABCD STAIN Majene
1. Mengusung Pendekatan Pemberdayaan Modern
Workshop fokus pada metode Asset-Based Community Development (ABCD) yang mengedepankan potensi dan aset masyarakat.
2. Hadirkan Narasumber Nasional
Dr. Andi Asrifan, S.Pd., M.Pd hadir sebagai pemateri utama dengan pengalaman luas di bidang pendidikan dan pengabdian masyarakat.
3. Mendorong PKM yang Berkelanjutan
Peserta akan mempelajari strategi membangun program yang tetap berjalan meskipun kegiatan utama telah selesai.
4. Menjadi Ruang Kolaborasi Akademik
Workshop mempertemukan dosen, mahasiswa, peneliti, dan praktisi dalam satu forum pengembangan ide dan inovasi.
5. Mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berdampak nyata.
Membangun Perubahan dari Potensi yang Sudah Ada
Perubahan besar tidak selalu dimulai dari sumber daya yang besar. Sering kali, perubahan lahir dari kemampuan melihat potensi yang selama ini tersembunyi di tengah masyarakat.
Melalui Workshop PKM Berbasis ABCD, STAIN Majene mengajak para akademisi untuk mengubah cara pandang dalam membangun masyarakat. Bukan dengan melihat apa yang kurang, tetapi dengan menemukan apa yang sudah dimiliki dan mengembangkannya menjadi kekuatan bersama.
Karena masyarakat yang berdaya bukanlah masyarakat yang terus menerima bantuan, melainkan masyarakat yang mampu mengenali potensinya sendiri dan bergerak menuju masa depan yang lebih baik.
Dari Majene, semangat membangun pengabdian yang partisipatif, inovatif, dan berkelanjutan kembali digaungkan demi terwujudnya perubahan sosial yang nyata dan berdampak luas bagi Indonesia.
Informasi resmi kegiatan dapat diakses melalui P3M STAIN Majene dan akun Instagram @risetstainmajene.














