![]() |
72 Ribu Guru Padati Sidrap! Porsenijar VII PGRI Sulsel 2026 Resmi Dibuka, Stadion Ganggawa Berubah Jadi Lautan Pendidik |
SIDRAP – NarasiRakyat.id – Langit Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) menjadi saksi lahirnya salah satu momentum terbesar dalam sejarah dunia pendidikan Sulawesi Selatan. Kamis pagi (2/7/2026), sekitar 72 ribu guru, tenaga kependidikan, atlet, seniman, dan peserta dari 24 kabupaten/kota memadati Stadion Ganggawa untuk mengikuti pembukaan Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) VII PGRI Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026.
Lautan manusia berseragam khas daerah masing-masing menghadirkan panorama yang luar biasa. Stadion Ganggawa, kawasan Monumen Ganggawa, hingga pelataran Masjid Agung Pangkajene dipenuhi ribuan peserta yang datang membawa semangat persaudaraan, sportivitas, dan dedikasi terhadap dunia pendidikan.
Porsenijar bukan sekadar ajang kompetisi olahraga, seni, dan pembelajaran. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi simbol kuat persatuan guru, wadah berbagi inspirasi, sekaligus penggerak ekonomi dan promosi daerah yang memperlihatkan kapasitas Sidrap sebagai tuan rumah event berskala provinsi.
Sidrap Menjadi Rumah Besar bagi Guru Sulawesi Selatan
Atmosfer Porsenijar telah terasa sejak beberapa hari sebelum pembukaan. Hotel, penginapan, rumah warga, hingga sejumlah sekolah di Kota Pangkajene dan sekitarnya menjadi tempat bermalam para kontingen.
Kehadiran puluhan ribu tamu memberikan warna baru bagi Sidrap. Aktivitas masyarakat meningkat, pelaku UMKM menikmati lonjakan pembeli, dan berbagai sektor jasa ikut bergerak seiring datangnya peserta dari seluruh penjuru Sulawesi Selatan.
Slogan "Sidrap Siap dan Ramah" tidak hanya menjadi tagline, tetapi benar-benar diwujudkan melalui pelayanan masyarakat, pemerintah daerah, aparat keamanan, tenaga kesehatan, relawan, hingga warga yang membuka rumah mereka sebagai tempat menginap bagi para peserta.
Pembukaan Dihadiri Tokoh Nasional dan Daerah
Upacara pembukaan secara resmi dibuka oleh Unifah Rosyidi.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Andi Sudirman Sulaiman, Fatmawati Rusdi, Andi Ina Kartika Sari, Syaharuddin Alrif, Nurkanaah, Haslindah Syaharuddin, Bunyamin Yafid, serta Haris Hasnawi.
Hadir pula jajaran Forkopimda, para bupati dan wali kota se-Sulawesi Selatan, anggota DPRD provinsi dan kabupaten, pengurus PGRI, serta ribuan tamu undangan.
Kehadiran para pemimpin daerah bersama ribuan guru memperlihatkan kuatnya kolaborasi antara pemerintah dan organisasi profesi dalam membangun pendidikan yang berkualitas.
Bupati Sidrap: Keramahan Masyarakat Adalah Kehormatan Kami
Dalam sambutannya, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Sidenreng Rappang sebagai tuan rumah Porsenijar VII.
Ia menegaskan bahwa masyarakat Sidrap siap memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh tamu.
"Terima kasih telah mempercayakan Kabupaten Sidenreng Rappang sebagai tuan rumah Porsenijar PGRI tahun 2026. Insya Allah selama di Sidrap orang Sidrap akan melayani dengan keramahannya. Orang Sidrap akan menyiapkan beras dan telurnya untuk melayani."
Pernyataan tersebut disambut tepuk tangan meriah sebagai simbol budaya keramahan masyarakat Sidrap yang dikenal menjunjung tinggi nilai gotong royong dan penghormatan kepada tamu.
Ketua Umum PB PGRI: Sidrap Sangat Keren
Ketua Umum PB PGRI, Unifah Rosyidi, mengaku terharu melihat besarnya semangat kebersamaan yang ditunjukkan seluruh peserta.
Menurutnya, pembukaan Porsenijar Sulsel 2026 menjadi salah satu yang paling berkesan karena menghadirkan sinergi luar biasa antara pemerintah, organisasi profesi, dan masyarakat.
"Pagi hari ini hati saya sangat bergetar melihat kekompakan gubernur, wakil gubernur, para kepala daerah, Forkopimda, pengurus PGRI, dan para guru anggota PGRI."
Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada Pemerintah Kabupaten Sidrap atas suksesnya penyelenggaraan kegiatan.
"Terima kasih terkhusus kepada Kabupaten Sidrap selaku tuan rumah. Porsenijar Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2026 keren."
Menurutnya, PGRI harus terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan, profesionalisme guru, serta pembangunan sumber daya manusia.
Gubernur Sulsel: Guru Adalah Fondasi Masa Depan Bangsa
Dalam pidatonya, Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah provinsi bersama seluruh kepala daerah akan terus memperjuangkan kesejahteraan guru meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan efisiensi anggaran.
"Saya sebagai Gubernur Sulawesi Selatan bersama bupati dan wali kota tetap memperjuangkan dan mempertahankan kondisi guru-guru kita."
Ia menegaskan bahwa keberhasilannya saat ini tidak lepas dari jasa para guru.
"Guru terbaik adalah yang selalu diingat ketika selesai. Guru terbaik adalah yang menempatkan anak-anaknya menjadi orang sukses ke depan. Saya tidak bisa menjadi seperti sekarang kalau bukan karena guru."
Sebagai bentuk dukungan kepada peserta, Gubernur Sulsel juga menambah hadiah Porsenijar berupa:
20 unit sepeda
10 unit tablet
3 unit motor listrik
2 paket ibadah umrah
5 sepeda tambahan bagi peserta upacara pembukaan.
Penghargaan untuk Kepala Daerah dan Defile Budaya 24 Kontingen
Pada kesempatan tersebut, Pengurus PGRI memberikan piagam penghargaan kepada seluruh bupati dan wali kota se-Sulawesi Selatan sebagai bentuk apresiasi atas dukungan terhadap peningkatan profesionalisme, kesejahteraan, dan perlindungan guru.
Acara kemudian ditutup dengan defile 24 kontingen kabupaten/kota yang menampilkan identitas budaya daerah masing-masing.
Busana adat, kesenian lokal, kreativitas guru, dan semangat kebersamaan berpadu menjadi atraksi yang memukau ribuan peserta dan tamu undangan.
Defile tersebut menjadi simbol bahwa keberagaman budaya merupakan kekuatan yang memperkaya dunia pendidikan Sulawesi Selatan.
5 Fakta Menarik Porsenijar VII PGRI Sulsel 2026
1. Sekitar 72 Ribu Peserta Hadir di Sidrap
Menjadikan Porsenijar 2026 sebagai salah satu kegiatan guru terbesar yang pernah digelar di Sulawesi Selatan.
2. Sidrap Berubah Menjadi "Lautan Guru"
Stadion Ganggawa, Monumen Ganggawa, hingga pusat Kota Pangkajene dipenuhi peserta dari 24 kabupaten/kota.
3. Gubernur Tambah Hadiah Spektakuler
Selain medali, peserta berkesempatan memperoleh 20 sepeda, 10 tablet, 3 motor listrik, dan 2 paket umrah.
4. Seluruh Kepala Daerah Menerima Penghargaan
PGRI memberikan apresiasi kepada para bupati dan wali kota atas dukungan terhadap peningkatan kualitas guru.
5. Defile 24 Kontingen Jadi Panggung Budaya Sulsel
Setiap daerah menampilkan kekayaan budaya lokal melalui busana, atribut, dan kreativitas yang memukau ribuan penonton.
Porsenijar VII PGRI Sulawesi Selatan Tahun 2026 telah menghadirkan lebih dari sekadar perlombaan. Dari Bumi Nene Mallomo, ribuan guru membuktikan bahwa pendidikan bukan hanya tentang ruang kelas, tetapi juga tentang persatuan, kolaborasi, kreativitas, dan semangat untuk terus menginspirasi.
Ketika puluhan ribu pendidik berkumpul dalam satu tujuan, lahirlah energi besar yang menggerakkan banyak sektor sekaligus—pendidikan, budaya, ekonomi, pariwisata, hingga pelayanan publik. Sidrap sukses menunjukkan diri sebagai tuan rumah yang ramah, profesional, dan siap menyambut masa depan.
Semangat yang bergema dari Stadion Ganggawa diharapkan terus menginspirasi seluruh insan pendidikan untuk melahirkan generasi unggul, memperkuat solidaritas antarguru, dan bersama-sama membangun Sulawesi Selatan yang lebih maju melalui pendidikan yang berkualitas. Di sinilah makna sejati Porsenijar: bukan hanya mengejar prestasi, tetapi mempererat persaudaraan dan mengukuhkan guru sebagai pilar utama kemajuan bangsa.















