SIDRAP – NarasiRakyat.id – Ribuan pasang mata tertuju ke podium utama Stadion Ganggawa, Kamis (2/7/2026), saat Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan pidato yang sarat makna dalam pembukaan Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) VII PGRI Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026.
Di hadapan sekitar 72 ribu guru dan tenaga kependidikan dari seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, Gubernur menyampaikan penghormatan mendalam kepada para pendidik. Dengan penuh ketulusan, ia mengakui bahwa seluruh pencapaian yang diraihnya hingga dipercaya memimpin Sulawesi Selatan tidak terlepas dari jasa guru.
"Guru terbaik adalah guru yang selalu diingat ketika selesai. Guru terbaik adalah yang menempatkan anak didiknya sukses ke depan. Saya tidak bisa bikin apa-apa kalau bukan karena guru. Karena itu saya minta teman-teman sekalian, betul-betul mengajar dengan sangat serius," ujar Andi Sudirman yang disambut tepuk tangan panjang dari puluhan ribu peserta.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu momen paling berkesan dalam pembukaan Porsenijar yang secara resmi dibuka oleh Unifah Rosyidi, sekaligus menegaskan penghargaan pemerintah terhadap profesi guru sebagai fondasi utama pembangunan bangsa.
Guru Adalah Arsitek Masa Depan Bangsa
Dalam pidatonya, Gubernur menekankan bahwa keberhasilan seseorang tidak lahir secara instan. Di balik setiap pemimpin, ilmuwan, dokter, pengusaha, hingga kepala daerah, selalu ada guru yang membimbing, mendidik, dan membentuk karakter mereka sejak dini.
Menurutnya, guru bukan hanya bertugas menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral, kedisiplinan, tanggung jawab, dan semangat untuk terus belajar sepanjang hayat.
Karena itu, ia mengajak seluruh guru untuk terus menjalankan profesinya dengan penuh dedikasi dan keikhlasan.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kualitas pendidikan Indonesia sangat bergantung pada kualitas guru yang mendidik generasi penerus bangsa.
Porsenijar Dinilai Mewakili Semangat Pendidikan
Selain memberikan penghormatan kepada guru, Andi Sudirman juga mengapresiasi konsep Porsenijar yang memadukan olahraga, seni, dan pembelajaran.
Ia secara khusus menyoroti unsur "Pembelajaran" yang menjadi ciri khas kegiatan tersebut.
"Saya mengapresiasi karena kegiatan ini ada 'jar'-nya. Memang sedianya kegiatan paling banyak adalah kegiatan pembelajaran. Dan ini sangat luar biasa. Porsenijar ada 'jar'-nya, betul-betul representatif dari seorang guru."
Menurutnya, keberadaan unsur pembelajaran menjadikan Porsenijar berbeda dari ajang olahraga biasa karena tetap menempatkan peningkatan kompetensi guru sebagai tujuan utama.
Melalui kegiatan seperti ini, guru tidak hanya berkompetisi, tetapi juga membangun jejaring, bertukar pengalaman, serta memperkuat solidaritas antarsesama pendidik.
Komitmen Perjuangkan Kesejahteraan Guru, Khususnya PPPK
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyampaikan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama pemerintah kabupaten dan kota untuk terus memperjuangkan kesejahteraan guru, terutama guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Menurutnya, meskipun pemerintah menghadapi berbagai tantangan efisiensi anggaran, perhatian terhadap guru tetap menjadi prioritas.
"Saya Gubernur Sulawesi Selatan bersama para bupati dan wali kota tetap bagaimana memperjuangkan dan mempertahankan kondisi guru-guru kita. Terutama teman-teman yang PPPK."
Ia menjelaskan bahwa sinergi pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota telah berhasil menghadirkan tambahan insentif dari pemerintah pusat bagi para guru.
"Alhamdulillah kita telah mendapatkan tambahan insentif dari kementerian. Itu berkat kerja keras tim-tim provinsi dan kabupaten kota. Mudah-mudahan terus mendapat perhatian."
Pernyataan tersebut disambut positif oleh para peserta sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik.
Harapan Besar kepada PB PGRI
Di hadapan Ketua Umum PB PGRI, Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd., Gubernur berharap berbagai aspirasi guru Sulawesi Selatan dapat terus diperjuangkan hingga tingkat nasional.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan organisasi profesi merupakan kunci untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperjuangkan hak-hak guru.
"Apalagi ada Ibu Prof. Tentu aspirasi guru Insyaallah akan diteruskan ke pusat."
Pernyataan tersebut memperlihatkan pentingnya komunikasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan organisasi profesi dalam membangun kebijakan pendidikan yang berpihak kepada guru.
Pembukaan Dihadiri Tokoh-Tokoh Penting
Upacara pembukaan Porsenijar VII PGRI Sulawesi Selatan turut dihadiri Fatmawati Rusdi, Andi Rachmatika Dewi, Syaharuddin Alrif, Nurkanaah, Bunyamin Yafid, para bupati dan wali kota se-Sulawesi Selatan, Forkopimda, pimpinan DPRD, pengurus PGRI, serta ribuan guru dari berbagai daerah.
Kehadiran para pemimpin daerah bersama puluhan ribu guru memperlihatkan kuatnya sinergi antara pemerintah dan dunia pendidikan dalam membangun sumber daya manusia yang unggul.
5 Fakta Menarik dari Pidato Gubernur Sulsel di Porsenijar 2026
1. Gubernur Mengakui Jasa Guru dalam Kesuksesannya
Andi Sudirman menyatakan dirinya tidak akan berada pada posisi sebagai Gubernur Sulawesi Selatan tanpa didikan para guru.
2. Porsenijar Dinilai Berbeda karena Menonjolkan Pembelajaran
Gubernur mengapresiasi konsep olahraga, seni, dan pembelajaran yang dinilai sangat mencerminkan profesi guru.
3. Komitmen Perjuangkan Guru PPPK
Pemerintah Provinsi bersama pemerintah kabupaten/kota berjanji terus memperjuangkan kesejahteraan guru, khususnya PPPK.
4. Tambahan Insentif Berhasil Diperjuangkan
Sinergi pemerintah daerah dengan pemerintah pusat menghasilkan tambahan insentif bagi para guru.
5. Aspirasi Guru Akan Dibawa ke Tingkat Nasional
Kehadiran Ketua Umum PB PGRI menjadi momentum memperkuat perjuangan aspirasi guru di tingkat pusat.
Di tengah gemuruh tepuk tangan puluhan ribu guru yang memenuhi Stadion Ganggawa, tersampaikan sebuah pesan sederhana namun penuh makna: tidak ada pemimpin besar tanpa sentuhan seorang guru. Pengakuan tulus Gubernur Sulawesi Selatan menjadi pengingat bahwa setiap keberhasilan seseorang selalu berawal dari ruang kelas, dari tangan-tangan pendidik yang mengajarkan ilmu, membentuk karakter, dan menanamkan harapan.
Porsenijar VII PGRI Sulawesi Selatan 2026 pun menjadi lebih dari sekadar ajang olahraga, seni, dan pembelajaran. Ia menjelma menjadi panggung penghormatan bagi profesi guru, ruang mempererat persaudaraan, serta momentum memperkuat komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan tenaga pendidik.
Semangat yang lahir dari Bumi Nene Mallomo diharapkan terus bergema ke seluruh pelosok Sulawesi Selatan, menginspirasi setiap guru untuk tetap menjadi pelita bagi generasi penerus bangsa. Sebab, ketika guru dimuliakan dan didukung, masa depan pendidikan Indonesia akan semakin kokoh, berdaya saing, dan penuh harapan. NarasiRakyat.id akan terus menghadirkan informasi yang mengangkat kiprah para pendidik dan berbagai inisiatif yang memperkuat kemajuan pendidikan di Indonesia.















