![]() |
| IAI DDI Sidrap Bangkitkan Semangat Generasi Muda Lewat "Mappamula Pertanian", Dukung Penguatan Inovasi Berbasis Kearifan Lokal |
SIDRAP, NarasiRakyat.id – Institut Agama Islam (IAI) DDI Sidenreng Rappang kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang aktif menjawab tantangan pembangunan daerah melalui pelaksanaan Diseminasi dan Diskusi Umum "Mappamula Pertanian kepada Generasi Muda Sidrap" yang dirangkaikan dengan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) lintas program studi berbasis fakultas.
Kegiatan yang digelar di Auditorium IAI DDI Sidenreng Rappang pada Ahad (12/7/2026) tersebut mengangkat tema "Merawat Warisan, Menggerakkan Inovasi, Membangun Pertanian Masa Depan" dengan subtema "Mappamula: Kembali ke Akar, Menyemai Masa Depan."
Melalui forum ini, IAI DDI Sidrap menghadirkan ruang dialog antara akademisi, praktisi, mahasiswa, pelajar, komunitas tani, dan masyarakat untuk memperkuat kesadaran bahwa masa depan pertanian tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh kemampuan menjaga nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.
Kampus Hadir Menjawab Tantangan Pertanian Modern
Diseminasi ini menghadirkan A. Rio Makkulau Wahyu, M.E. sebagai fasilitator, dengan narasumber Ahmad Yani dan Trian Fisman, serta dipandu moderator Nur Hishaly.
Diskusi difokuskan pada upaya membangun kembali minat generasi muda terhadap sektor pertanian melalui pendekatan yang lebih inovatif, adaptif, dan berkelanjutan.
Konsep "Mappamula" dimaknai sebagai ajakan untuk kembali memahami akar budaya bertani masyarakat Bugis sebagai fondasi dalam membangun pertanian modern yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan identitas lokal.
Selain menjadi forum akademik, kegiatan ini juga menjadi media transfer pengetahuan yang menghubungkan dunia pendidikan dengan kebutuhan nyata masyarakat.
Rektor: Kampus Harus Menjadi Motor Pemberdayaan Masyarakat
Rektor IAI DDI Sidenreng Rappang, Dr. H. Mansur, memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan kegiatan yang diinisiasi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M).
Menurutnya, diseminasi tersebut merupakan bentuk nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
"Saya sangat mengapresiasi dan mendukung penuh pelaksanaan kegiatan ini. Kolaborasi program studi berbasis fakultas melalui PKM sangat relevan untuk membekali generasi muda dengan literasi finansial syariah, pemahaman hukum, hingga penguatan karakter berbasis budaya Bugis. Ini adalah langkah konkret dalam memberdayakan masyarakat dan menyiapkan generasi muda yang inovatif tanpa kehilangan akar budayanya," ujar Dr. H. Mansur.
Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam melahirkan solusi atas berbagai persoalan sosial, ekonomi, dan budaya yang dihadapi masyarakat.
Karena itu, kolaborasi lintas disiplin ilmu menjadi salah satu strategi penting dalam menghasilkan pengabdian yang berdampak nyata.
PKM Lintas Fakultas, Wujud Nyata Pengabdian Kampus
Tidak hanya menghadirkan diskusi mengenai masa depan pertanian, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan tiga program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Program pertama bertajuk Masyarakat Sadar Finansial Terdepan dan Berorientasi Syariah (MAPPADECENG) yang bertujuan meningkatkan literasi keuangan berbasis prinsip syariah.
Program kedua mengangkat Penguatan Literasi Hukum dalam Penyelesaian Sengketa melalui Mediasi, sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap penyelesaian konflik secara damai dan berkeadilan.
Sementara program ketiga menghadirkan Edukasi Budaya Bugis sebagai Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal, yang menekankan pentingnya pelestarian budaya sebagai fondasi pembentukan karakter generasi muda.
Ketiga program tersebut menunjukkan bahwa pengabdian masyarakat tidak hanya berorientasi pada satu sektor, tetapi mencakup pembangunan ekonomi, hukum, pendidikan, hingga pelestarian budaya.
Terbuka untuk Masyarakat Luas
Panitia membuka kesempatan seluas-luasnya bagi pelajar, mahasiswa, akademisi, dosen, komunitas tani, pemuda, hingga masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap masa depan pertanian dan pembangunan daerah.
Seluruh peserta mengikuti kegiatan secara gratis dengan fasilitas konsumsi, sertifikat, serta materi yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
Melalui kegiatan ini, IAI DDI Sidrap berharap mampu memperkuat sinergi antara dunia akademik dan masyarakat dalam melahirkan inovasi yang berakar pada budaya lokal serta memberikan dampak nyata bagi pembangunan Kabupaten Sidenreng Rappang.
Lima Fakta Menarik Diseminasi "Mappamula Pertanian"
1. Mengangkat Filosofi "Kembali ke Akar"
Konsep Mappamula mengajak generasi muda membangun pertanian modern tanpa meninggalkan nilai budaya Bugis.
2. Menggabungkan Diskusi dan Pengabdian Masyarakat
Selain seminar, kegiatan juga menghadirkan tiga program PKM lintas fakultas yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
3. Didukung Penuh oleh Rektor
Rektor IAI DDI Sidrap menilai kegiatan ini sebagai implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
4. Menghadirkan Literasi Multidisiplin
Peserta memperoleh wawasan tentang pertanian, ekonomi syariah, hukum, dan pendidikan karakter berbasis budaya lokal.
5. Terbuka Gratis untuk Semua Kalangan
Pelajar, mahasiswa, akademisi, komunitas tani, hingga masyarakat umum dapat mengikuti kegiatan tanpa dipungut biaya dan memperoleh sertifikat.
Kemajuan pertanian tidak hanya lahir dari teknologi, tetapi juga dari kesadaran untuk menjaga akar budaya yang telah diwariskan para leluhur. Melalui Diseminasi "Mappamula Pertanian", IAI DDI Sidenreng Rappang menunjukkan bahwa kampus bukan sekadar tempat menimba ilmu, melainkan pusat lahirnya gagasan, inovasi, dan pengabdian yang mampu menggerakkan perubahan. Ketika ilmu pengetahuan berpadu dengan nilai-nilai kearifan lokal, akan lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas dan inovatif, tetapi juga memiliki identitas, kepedulian sosial, dan komitmen kuat membangun pertanian yang berkelanjutan demi masa depan Sidenreng Rappang dan Indonesia.















