-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     




     


     

     



     


     

     



     

    Iklan

    Kebakaran Hanguskan Rumah di Baranti Sidrap, Satu Warga Alami Luka Bakar

    Satry Polang
    Rabu, 15 Juli 2026, Juli 15, 2026 WIB Last Updated 2026-07-15T07:54:19Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250
    Kebakaran Hanguskan Rumah di Baranti Sidrap, Satu Warga Alami Luka Bakar


    SIDENRENG RAPPANG, NarasiRakyat.id – Musibah kebakaran kembali mengguncang Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Sebuah rumah di Kelurahan Benteng, Kecamatan Baranti, ludes dilalap api pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 04.30 WITA, mengakibatkan tiga kepala keluarga (KK) dengan total 15 jiwa kehilangan tempat tinggal.


    Berdasarkan laporan resmi Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (PUSDALOPS) BPBD Kabupaten Sidenreng Rappang, kebakaran diduga dipicu oleh arus pendek listrik. Api dengan cepat membesar dan menghanguskan bangunan beserta seluruh isi rumah sebelum berhasil dikendalikan.


    Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, seorang warga bernama Arya Pratama (24) mengalami luka bakar pada bagian kaki kanan dan telah mendapatkan penanganan.


    Tiga Kepala Keluarga Terdampak

    Peristiwa kebakaran menyebabkan kerusakan berat pada satu unit rumah berukuran sekitar 12 x 26 meter yang dihuni oleh tiga kepala keluarga.


    Pemilik rumah diketahui atas nama Baharuddin (42) bersama istrinya Sumarni Tahir (38) serta dua anak mereka, Muhammad Emir Ramadhan (13) dan Muhammad Gibran Ramadhan (11).


    Selain itu, rumah tersebut juga dihuni keluarga Hendra Nurdin sebagai penyewa bersama istri Nursyam dan tiga anak mereka, yakni Muhammad Zaki, Nur Khalisa, dan Muhammad Kaesar.


    Korban lainnya adalah keluarga Arya Pratama (24) bersama istrinya Irda, serta anggota keluarga lain yang turut tinggal di rumah tersebut, yaitu Muhammad Saifullah, Syafik, Muhammad Rido, dan Ria.


    Secara keseluruhan, sebanyak 3 kepala keluarga atau 15 jiwa terdampak langsung akibat musibah tersebut.


    Dugaan Arus Pendek Listrik

    Berdasarkan informasi awal dari petugas, penyebab kebakaran diduga berasal dari korsleting atau arus pendek listrik. Meski demikian, penyebab pasti masih menunggu hasil pendalaman lebih lanjut dari pihak berwenang.


    Seluruh isi rumah dilaporkan ikut terbakar sehingga kerugian yang dialami korban diperkirakan cukup besar, meski nilai materialnya masih dalam proses pendataan.


    BPBD Bergerak Cepat Lakukan Penanganan

    Menindaklanjuti laporan kejadian, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Sidenreng Rappang bersama unsur terkait segera menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal.


    Langkah-langkah yang dilakukan meliputi peninjauan lokasi, koordinasi dengan pemerintah setempat, asesmen dampak bencana, dokumentasi, serta penyusunan laporan resmi sebagai dasar penanganan lanjutan.


    Proses pendataan korban dan kebutuhan mendesak para penyintas juga terus dilakukan agar bantuan dapat segera disalurkan sesuai kebutuhan di lapangan.


    Sumber informasi berasal dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), TRC BPBD Kabupaten Sidenreng Rappang, serta aparat pemerintah kelurahan setempat.


    Lima Fakta Menarik

    • Kebakaran terjadi pada Rabu, 15 Juli 2026 pukul 04.30 WITA di Kelurahan Benteng, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidrap.
    • Satu unit rumah mengalami rusak berat setelah dilalap api yang diduga berasal dari arus pendek listrik.
    • Sebanyak 3 kepala keluarga dengan total 15 jiwa terdampak dan harus mengungsi akibat kebakaran.
    • Tidak ada korban meninggal dunia, namun Arya Pratama (24) mengalami luka bakar pada kaki kanan.
    • BPBD Sidrap bersama Damkar dan aparat setempat bergerak cepat melakukan asesmen, koordinasi, dan pendataan korban sebagai bagian dari penanganan darurat.


    Musibah dapat datang tanpa diduga, namun semangat kebersamaan selalu menjadi kekuatan utama untuk bangkit. Di tengah kehilangan tempat tinggal dan harta benda, dukungan keluarga, masyarakat, pemerintah, dan berbagai pihak menjadi harapan bagi para korban untuk memulai kembali kehidupan mereka. Semoga bantuan yang diberikan dapat meringankan beban para penyintas sekaligus menjadi pengingat pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran di lingkungan tempat tinggal.

    Komentar

    Tampilkan