![]() |
Pesan Inspiratif Rektor Unisan Sidrap Dr. Darnawati dalam Porsenijar VII PGRI Sulsel di Sidrap |
SIDRAP, NarasiRakyat.id – Gemuruh tepuk tangan, semangat sportivitas, pentas seni yang memukau, hingga ribuan guru yang berkumpul dalam satu semangat telah mewarnai Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) VII PGRI Provinsi Sulawesi Selatan 2026 di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).
Namun di balik kemeriahan yang berlangsung di Bumi Nene Mallomo, tersimpan makna yang jauh lebih besar daripada sekadar kompetisi. Porsenijar menjadi ruang refleksi tentang betapa pentingnya menghormati dedikasi guru sebagai fondasi utama pembangunan bangsa.
Momentum ini mengingatkan bahwa setiap langkah kemajuan Indonesia selalu berawal dari ruang-ruang kelas, tempat para guru menanamkan ilmu, membentuk karakter, dan menumbuhkan harapan bagi generasi penerus.
Dalam semangat tersebut, Rektor Universitas Ichsan Sidenreng Rappang (UNISAN SIDRAP), Dr. Darnawati, S.Pd., M.Si., menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta Porsenijar VII sekaligus apresiasi atas dedikasi para guru yang telah mengabdikan hidupnya untuk dunia pendidikan.
"Selamat datang dan sukses bertanding kepada seluruh guru, khususnya para guru di Kabupaten Sidenreng Rappang dan Sulawesi Selatan. Semoga momentum Porsenijar ini semakin mempererat silaturahmi, meningkatkan semangat berkarya, dan memperkuat komitmen dalam memajukan pendidikan Indonesia," ujarnya.
Guru Adalah Penentu Masa Depan Bangsa
Menurut Dr. Darnawati, guru merupakan garda terdepan dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, berkarakter, adaptif, dan mampu menjawab tantangan zaman.
Di era transformasi digital yang bergerak begitu cepat, tugas seorang guru tidak lagi sebatas menyampaikan materi pelajaran.
Guru hadir sebagai pendidik, pembimbing, motivator, inspirator, sekaligus teladan yang membentuk karakter peserta didik agar mampu menghadapi perubahan dengan nilai-nilai moral, etika, dan semangat kebangsaan.
Karena itu, ia menegaskan bahwa profesi guru harus terus memperoleh penghormatan, perlindungan, serta dukungan dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalisme.
Baginya, investasi terbesar sebuah bangsa bukanlah pada gedung atau teknologi semata, melainkan pada kualitas manusia yang dibentuk melalui pendidikan.
Di Balik Setiap Kesuksesan, Ada Guru yang Mengabdi dengan Tulus
Dalam refleksinya, Dr. Darnawati menyampaikan sebuah kalimat yang menggambarkan betapa mulianya profesi seorang guru.
"Di balik setiap insan yang sukses, ada doa, ketulusan, dan pengabdian seorang guru yang tak pernah lelah membimbing."
Kalimat tersebut menjadi pengingat bahwa setiap dokter, insinyur, ilmuwan, pemimpin, pengusaha, aparat negara, hingga tokoh masyarakat, pernah duduk di bangku sekolah dan dibimbing oleh seorang guru.
Keberhasilan seseorang bukanlah hasil perjuangan pribadi semata, tetapi juga buah dari kesabaran para guru yang tanpa lelah menanamkan ilmu pengetahuan, membangun karakter, serta membimbing peserta didik menuju masa depan yang lebih baik.
Pengabdian itu sering kali berlangsung dalam diam, jauh dari sorotan, namun dampaknya dirasakan sepanjang kehidupan.
Porsenijar Bukan Sekadar Ajang Kompetisi
Porsenijar VII di Sidrap memperlihatkan wajah lain dunia pendidikan.
Ajang ini menjadi ruang perjumpaan ribuan guru dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan untuk saling belajar, mempererat persaudaraan, bertukar pengalaman, serta membangun kolaborasi.
Melalui olahraga, seni, dan pembelajaran, para guru menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya bertumpu pada ruang kelas, tetapi juga tumbuh melalui kebersamaan, kreativitas, inovasi, dan semangat saling menginspirasi.
Tidak mengherankan jika penyelenggaraan Porsenijar VII mendapat apresiasi luas karena berhasil mempertemukan dunia pendidikan dengan budaya gotong royong masyarakat Sidrap.
Keramahan warga, keterlibatan pemerintah daerah, dukungan perguruan tinggi, organisasi profesi, hingga partisipasi masyarakat menjadi bukti bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama.
Pendidikan Berkualitas Dimulai dari Guru yang Dihargai
Rektor Universitas Ichsan Sidenreng Rappang mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus memberikan penghormatan kepada guru, bukan hanya melalui seremoni, tetapi juga melalui kebijakan dan dukungan nyata.
Menurutnya, guru yang sejahtera, dihargai, dan terus memperoleh kesempatan meningkatkan kompetensi akan mampu melahirkan generasi yang cerdas, berintegritas, serta memiliki daya saing global.
Karena itu, keberhasilan Porsenijar VII hendaknya menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih baik.
"Terima kasih atas dedikasi, pengabdian, dan ketulusan seluruh guru Indonesia. Semoga para guru senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan keberkahan dalam menjalankan tugas mulianya mencerdaskan kehidupan bangsa," tutup Dr. Darnawati.
Lima Fakta Menarik
1. Porsenijar VII PGRI Sulawesi Selatan menjadi ajang yang mempertemukan puluhan ribu guru dalam semangat olahraga, seni, pembelajaran, dan penguatan solidaritas profesi.
2. Sidrap berhasil menghadirkan penyelenggaraan yang mendapat apresiasi luas, tidak hanya karena kemeriahan acara, tetapi juga karena budaya gotong royong dan keramahan masyarakat.
3. Rektor Universitas Ichsan Sidenreng Rappang menegaskan bahwa guru adalah garda terdepan pembangunan sumber daya manusia, sehingga harus terus dihormati dan didukung.
4. Kalimat reflektif "Di balik setiap insan yang sukses, ada doa, ketulusan, dan pengabdian seorang guru yang tak pernah lelah membimbing" menjadi pengingat akan besarnya jasa guru dalam kehidupan setiap orang.
5. Porsenijar VII menjadi simbol bahwa kemajuan pendidikan lahir dari kolaborasi antara guru, pemerintah, perguruan tinggi, organisasi profesi, dan masyarakat.
Perlombaan akan usai.
Panggung akan kembali sunyi.
Medali akan menemukan pemiliknya.
Namun makna terbesar dari Porsenijar VII tidak berhenti pada daftar juara.
Ia hidup dalam semangat para guru yang terus mengabdi tanpa mengenal lelah, dalam kebersamaan yang terbangun di antara sesama pendidik, serta dalam komitmen seluruh elemen bangsa untuk menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama.
Dari Bumi Nene Mallomo, Porsenijar VII mengirimkan pesan sederhana namun sangat kuat: bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati gurunya.
Sebab di balik setiap generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu membawa Indonesia menuju masa depan, selalu ada guru yang dengan sabar mengajar, dengan tulus membimbing, dan dengan ikhlas mengabdikan hidupnya demi mencerdaskan kehidupan bangsa.















