-->
  • Jelajahi

    Copyright © NARASI RAKYAT
    Best Viral Premium Blogger Templates


     


     


     


     


     




     


     

     



     


     

     



     

    Iklan

    Ponpes Sehati Sidrap Gelar MATA SANTRI 2026, Perkuat Sinergi Orang Tua dalam Mendidik Generasi Qurani

    Satry Polang
    Kamis, 23 Juli 2026, Juli 23, 2026 WIB Last Updated 2026-07-23T15:17:10Z
    masukkan script iklan disini
    banner 728x250
    Ponpes Sehati Sidrap Gelar MATA SANTRI 2026, Perkuat Sinergi Orang Tua dalam Mendidik Generasi Qurani


    SIDRAP, NarasiRakyat.id – Pondok Pesantren (Ponpes) Sehati Kabupaten Sidenreng Rappang kembali menegaskan komitmennya dalam membentuk generasi berilmu, berakhlak, dan berkarakter melalui penyelenggaraan MATA SANTRI 2026. Program pembinaan awal bagi santri baru ini berlangsung selama empat hari, mulai Kamis (17/7/2026) hingga Senin (21/7/2026), dalam suasana yang khidmat, hangat, dan penuh semangat kekeluargaan.


    Kegiatan pembukaan dipimpin langsung oleh Pimpinan Pondok Pesantren Sehati, Dr. Wahidin Arafani, didampingi istri pimpinan serta seluruh ustaz dan ustazah pengajar. Momen tersebut menjadi awal perjalanan para santri baru untuk mengenal kehidupan pesantren, membangun karakter, sekaligus menanamkan nilai-nilai kedisiplinan sebagai bekal menempuh pendidikan.


    Lebih dari sekadar masa orientasi, MATA SANTRI dirancang sebagai proses pembinaan yang mengedepankan pendekatan edukatif, humanis, dan menyenangkan agar para santri mampu beradaptasi dengan lingkungan baru secara optimal.


    Wali Santri dari Berbagai Daerah Hadir Berikan Dukungan

    Suasana pembukaan semakin istimewa dengan kehadiran para wali santri yang datang dari berbagai daerah, seperti Tarakan, Morowali, Palopo, Makassar, Sidrap, Pinrang, dan Pangkajene.


    Sebanyak 37 peserta MATA SANTRI mengikuti kegiatan tersebut dengan didampingi orang tua atau wali. Kehadiran mereka menjadi simbol kuatnya kolaborasi antara keluarga dan pesantren dalam mendidik anak.


    Dalam sambutannya, Dr. Wahidin Arafani menyampaikan apresiasi atas dukungan para wali santri.


    "Alhamdulillah, kami sangat mengapresiasi kehadiran para wali santri. Ini bentuk sinergi antara pondok dan rumah. Pendidikan anak tidak bisa berjalan sendiri," ujarnya.

     

    Menurutnya, keberhasilan pendidikan di pesantren tidak hanya bergantung pada proses pembelajaran di lingkungan pondok, tetapi juga memerlukan dukungan dan komunikasi yang baik dengan keluarga.


    Empat Hari Pembinaan untuk Membangun Karakter Santri

    Selama mengikuti MATA SANTRI, peserta memperoleh berbagai materi yang dirancang untuk membantu mereka mengenal kehidupan pesantren sekaligus membangun karakter sejak hari pertama.


    Materi ASRI dan Ekologi menanamkan kepedulian terhadap kebersihan, kesehatan, keindahan, dan kelestarian lingkungan sebagai bagian dari budaya hidup di pesantren.


    Materi Kesehatan memberikan edukasi mengenai pola hidup bersih dan sehat, pentingnya menjaga kebersihan diri, serta upaya pencegahan penyakit.


    Sementara itu, melalui Materi Perkenalan, santri diperkenalkan dengan tata tertib, budaya pesantren, lingkungan belajar, hingga kehidupan sehari-hari di Ponpes Sehati.


    Untuk mempererat hubungan antarsantri, panitia juga menghadirkan berbagai permainan edukatif (ice breaking) yang bertujuan membangun kekompakan, rasa percaya diri, serta kemampuan bekerja sama.


    Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung interaktif dengan pendampingan langsung dari ustaz dan ustazah sehingga para santri dapat beradaptasi secara nyaman.


    Ditutup dengan Lomba Antar Kelompok

    Sebagai puncak kegiatan, MATA SANTRI ditutup melalui perlombaan antar kelompok yang menguji kekompakan, hafalan, kreativitas, dan pemahaman peserta terhadap materi yang telah diterima selama masa pembinaan.


    Melalui kompetisi tersebut, panitia tidak hanya menilai kemampuan akademik, tetapi juga membangun jiwa sportivitas, kepemimpinan, dan semangat kebersamaan di antara para santri.


    "Kami ingin anak-anak tidak hanya pintar, tetapi juga kompak dan memiliki jiwa sportivitas. Inilah bekal awal mereka menjadi santri Sehati," ungkap Dr. Wahidin Arrafani.

     

    Komitmen Mencetak Generasi Berakhlak dan Berdaya Saing

    Program MATA SANTRI menjadi bagian dari komitmen Ponpes Sehati dalam membangun pendidikan yang menyeluruh.


    Selain memperkuat aspek keagamaan, pesantren juga membekali peserta dengan nilai-nilai kepemimpinan, kedisiplinan, kepedulian terhadap lingkungan, serta kemampuan berinteraksi secara positif dalam kehidupan bermasyarakat.


    Pendekatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi muslim yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki karakter kuat dan siap menghadapi tantangan zaman.


    Lima Fakta Menarik

    1. Diikuti Santri dari Berbagai Daerah
    Sebanyak 37 peserta MATA SANTRI berasal dari keluarga yang datang dari Tarakan, Morowali, Palopo, Makassar, Sidrap, Pinrang, hingga Pangkajene.

    2. Orang Tua Terlibat Langsung
    Kehadiran para wali santri menunjukkan pentingnya sinergi antara keluarga dan pesantren dalam membentuk karakter anak.

    3. Materi Tidak Hanya Keagamaan
    Santri dibekali pendidikan lingkungan, kesehatan, adaptasi kehidupan pesantren, hingga permainan edukatif yang membangun kebersamaan.

    4. Penutupan Bernuansa Edukatif
    Kegiatan ditutup dengan lomba antarkelompok sebagai sarana mengukur kekompakan, sportivitas, dan pemahaman materi.

    5. Fokus pada Pendidikan Karakter
    MATA SANTRI menjadi fondasi awal untuk membentuk santri yang disiplin, mandiri, peduli lingkungan, dan berakhlak mulia.


    Memasuki kehidupan pesantren merupakan awal dari perjalanan panjang dalam menuntut ilmu dan membentuk kepribadian. Karena itu, proses adaptasi yang dilakukan sejak hari pertama menjadi fondasi penting bagi tumbuhnya generasi yang berilmu, berkarakter, dan berakhlak mulia.


    Melalui program MATA SANTRI 2026, Pondok Pesantren Sehati tidak hanya memperkenalkan lingkungan pendidikan kepada para santri baru, tetapi juga menanamkan nilai-nilai disiplin, kebersamaan, kepedulian, dan tanggung jawab sebagai bekal menjalani kehidupan di pesantren.


    Dengan dukungan penuh dari orang tua, dedikasi para ustaz dan ustazah, serta semangat belajar para santri, Ponpes Sehati optimistis mampu melahirkan generasi Qurani yang cerdas, tangguh, berintegritas, dan siap memberikan kontribusi positif bagi agama, masyarakat, bangsa, dan negara.

    Komentar

    Tampilkan